
Mereka pun naik ke lantai dua, Aldi pun membukakan kamar untuk orang tua dan adiknya Karin tidur.
"Ini gak bisa ditutup pintunya dong Aldi?" tanya papanya Karin.
"Enggak om.. Soalnya aku pikir karena aku sudah pakai fingerprint jadi aku gak perlu pakai kunci cadangan, jadi waktu aku ditawari kunci cadangan sama pembuatnya, aku tolak. Sebagai gantinya, aku beli yang, tidak memakai batrai, gitu.." kata Aldi.
"Oh, ada yang memakai batrai?" tanya papanya Karin.
"Iya, ada om." kata Aldi.
"Berapa lah harga fingerprint ini Aldi?" tanya papanya Karin.
"Kalau yang pakai baterai, 25 Miliar om." kata Aldi.
"Mahal ya, ka--"
"Kalau gak pakai baterai?" tanya Karin menyela.
"Kalau gak pakai, aku gak tahu sih, udah naik atau turun, ta--"
"Yang kamu beli.." kata Karin kembali menyela.
"Oh, itu.. Em.." kata Aldi tiba-tiba gugup.
"Berapa?" tanya Karin.
"Dua puluh tujuh.." kata Aldi.
"Gak mungkin beda dua sayang, berapa!" kata Karin.
"Dua puluh tujuh sayang.." kata Aldi.
"Gak mungkin hanya beda dua.. Bentar, jangan bilang, dua puluh tujuh.. Triliun?" kata Karin.
Aldi pun menganggukkan kepalanya.
"Ha?" kata Karin kaget.
"Itu, satu buahnya atau keseluruhannya?" tanya papanya Karin.
"Sa..tu.." kata Aldi.
Karin yang tidak pernah menyukai sesuatu yang terlalu mahal, membuatnya kaget sekaligus kesal.
"Yank, bukain kamar dong, aku mau ganti baju, aku mau membereskan rumah ini dulu." kata Karin kesal.
"Oh, o-oke." kata Aldi.
"Bentar, kamu tidur sama siapa Karin?" tanya mamanya Karin.
"Aldi." jawab Karin.
"Karin, papa tahu kamu akan menikah dengan Aldi, tapi gak gitu dong konsepnya sayang.." kata papanya Karin.
"Kenapa emangnya.. Oh.. Em.. Kita tidur di bawah aja semuanya yank, mau kan?" tanya Karin.
"Mau." kata Aldi.
"Yaudah, bukain kamarnya aku mau mengganti baju dan membereskan semua barang-barang aku." kata Karin.
Aldi pun membuka kan pintu kamarnya.
Pada saat Karin masuk ke dalam kamarnya Aldi, dia benar-benar kaget dan sangat kesal dengan apa yang dia lihat.
Kamarnya Aldi benar-benar berantakan, sprei tempat tidurnya terlepas, sarung bantalnya terlepas, makanan sisa ada di mana-mana.
"Tenang Karin, ini adalah hal yang biasa. Jadi, gak perlu marah. Aldi adalah laki-laki yang hidup sendiri, jadi wajar." kata Karin dalam hatinya.
Setelah dia turun dan membereskan kamarnya Aldi dan mengganti bajunya, Karin pun turun ke bawah untuk membersihkan semuanya.
Pada saat dia turun ke bawah, dia melihat makanan yang di kasih oleh bu Unar ada di meja.
"Biasa.. Ini adalah hal yang wajar, gua tidak perlu marah." kata Karin dalam hatinya.
__ADS_1
Dia pun meletakkan makanannya ke dalam kulkas, dan pada saat dia sampai di dapur.
"Laki-laki emang separah ini atau gimana sih." kata Karin kesal.
Dia pun membuang makanan yang sudah basi dan kedaluwarsa, dia juga mencuci piring dan alat masak yang kotor.
"Ini lagi Karin." kata mamanya Karin sambil memberikan piring kotor.
"Masih ada lagi ma?" tanya Karin.
"Enggak ada, itu semuanya." kata mamanya Karin.
"Oke." kata Karin.
"Mama, boleh tanya gak?" kata mamanya Karin.
"Soal Aldi?" kata Karin.
"Mmm.. Boleh?" tanya mamanya Karin.
"Jika mama suruh aku berhenti, aku tidak mau loh ma. Aku ingin tetap menikah dengan Aldi" kata Karin.
"Mama mengerti, cuman.. Aldi dan Raisor itu adalah dua orang yang berbeda loh Karin, kamu yakin? Ini belum terlambat sayang, kamu bisa rujuk dengan Ra--"
"Ma.. Aku sayang dengan Aldi, aku sangat mencintainya ma. Mama gak usah khawatir.. Sejak awal dia mengajak Karin selingkuh, disaat itu, Karin sudah memikirkan hubungan kami ma." jelas Karin.
"Tapi Raisor sudah banyak membantu keluarga kita sayang.." kata mamanya Karin.
"Aku tahu ma, tapi bagaimana lagi, aku sayang sama Aldi, aku sudah tidak melihat Raisor lagi ma.." kata Karin.
"Kamu beneran sudah tidak menyayangi Raisor lagi? Apa kamu begitu sangat mencintai Aldi?" tanya mamanya Karin.
"Jangan berbohong Karin, mama tahu kamu masih menyukai Raisor kan? Jujur sama mama, kamu menerima Aldi karena kamu kasihan kan dengan dia?" tanya mamanya Karin.
"Maksud mama apaan sih?" kata Karin.
"Karin, kamu itu anak mama, mama tahu isi hati kamu.. Kamu tidak sebahagia saat kamu akan menikah dengan Raisor." kata mamanya Karin.
Tiba-tiba..
Karin dan mamanya pun melihat ke belakangnya, mereka pun melihat Aldi yang sudah berdiri di sana.
"Aldi.." kata Karin kaget.
"Ngapain kamu di sini Aldi? Ayok lah, ngobrol-ngobrol kita dulu.." tanya papanya Karin.
"Em.., em.. Maaf om, saya ada kerjaan, besok saja ya. Saya permisi." kata Aldi pergi dari sana.
"Yank, sayang dengarin aku dulu. Aldi.." kata Karin.
"Puas ma.. Kalau mama sesayang itu sama Raisor, lebih baik mama saja yang menikah dengan Raisor, beres kan?" kata Karin pergi mengejar Aldi.
"Ma.. Jangan bilang adek bahas soal Raisor?" tanya papanya Karin.
"Pa, mama kasihan dengan Raisor, dia sudah banyak membantu keluarga kita. Dia juga sangat mencintai Karin." kata mamanya Karin.
"Papa tahu ma hutang budi kita dengan Raisor memang lah banyak, tapi ma, mama harus tahu, untuk menjalani sebuah hubungan, itu diperlukan dua orang ma, jika salah satu sudah tidak ingin, maka hubungan itu dianggap selesai ma." jelas papanya Karin.
"Tapi Pa.." kata mamanya Karin.
"Ma, papa memang tahu Raisor punya hutang budi yang banyak dengan keluarga kita, tapi sayangnya kedua anak kita, mencintai Aldi, adiknya Raisor." kata papanya Karin.
Rumahnya Aldi memiliki rooftop. Aldi yang duduk di sana, di datangi oleh Karin.
"Ehem.." kata Karin.
Aldi pun menoleh ke belakang
"Hai.." kata Karin sambil tersenyum.
"Hai." kata Aldi.
"Cie.. Ngambek." kata Karin duduk di sampingnya Aldi.
__ADS_1
"Siapa yang ngambek.." kata Aldi.
Karin pun bersandar di bahunya Aldi.
"Aku sayang sama kamu loh.." kata Karin.
"Oh.." kata Aldi.
"Oh? Serius ni, kamu ngambek sama aku?" tanya Karin.
"Lihat aku.. Serius kamu ngambek sama aku?" kata Karin.
"Habisnya.." kata Aldi.
"Habisnya apa?" tanya Karin.
"Kamu lebih bahagia sama Raisor." kata Aldi.
"Yank!" bentak Karin "lihat aku!" sambungnya.
"Kamu lebih percaya sama aku, atau sama mama aku sih?" tanya Karin "mana kamu salah dengar lagi, makannya jangan keseringan pakai earphone, pekak kan.." sambungnya.
"Aku dengarnya gitu kok." kata Aldi.
"Mama aku bilang kalau aku lebih bahagia nikah sama Raisor daripada kamu, gitu di bilang sama mama aku." kata Karin.
"Benarkan? Kamu lebih bahagia sama Raisor daripada sama aku? Maaf ya sayang, aku bukan orang yang bisa memb--"
"Aku tampar ya Aldi." kata Karin marah.
"Maaf." kata Aldi ketakutan.
"Aku melakukan semuanya sama kamu. Apa yang tidak aku lakukan dengan Raisor, aku lakukan sama kamu. Apa kamu lupa? Aku berhubungan badan dengan kamu, bukan dengan Raisor, bahkan kami belum pernah melakukannya. Kalung, cincin, anting.. Semuanya.. Aku gak pernah mau terima barang mewah seperti itu dari siapapun, tapi aku menerima dan memakai semua barang yang kamu belikan sama aku." kata Karin marah dengan Aldi.
"Kamu pergi seenaknya tanpa kamu beritahu, seminggu kamu menghilang dari hadapan aku. Aku diam, aku gak marah sama kamu. Aku, satu menit saja aku tidak membalas chat dari kamu, kamu langsung marah. Kamu makan dengan Venya tanpa memberitahu aku, aku makan dengan Raisor kamu langsung tidak ingin melihat wajah aku. Walaupun aku sudah bilang sama kamu, tapi.. Aku yang minta maaf Aldi. Orang lain, cowoknya yang minta maaf, ini aku yang minta maaf sama kamu.." kata Karin.
"Apa semua yang aku lakukan itu belum cukup? Kamu masih ragu sama aku? Setelah aku me--"
Aldi pun langsung memeluk Karin dan meminta maaf. Aldi pun menghapus air matanya Karin, dan mencium pipinya Karin.
"Maaf ya.." kata Aldi.
"Tolong percaya sama aku Aldi, aku sayang sama kamu." kata Karin sambil menangis di pelukannya Aldi.
"Maaf ya sayang. Aku takut, aku takut kamu Karin. Aku minta maaf ya. Kamu maafin aku kan?" tanya Aldi.
"Mm.." kata Karin.
"Makasih sayang." kata Aldi.
Tiba-tiba..
"Aldi." kata mamanya Karin.
"Iya tante." kata Aldi sambil memeluk Karin.
"Tante minta maaf ya Aldi." kata mamanya Karin.
"Enggak papa kok tante. Saya aja yang terlalu cemburu, soalnya saya takut kehilangannya." kata Aldi.
"Kamu maafkan aku kan sayang?" tanya Aldi.
"Iya." kata Karin.
"Makasih sayang.." Aldi pun mencium keningnya Karin.
.......
.......
.......
...Bersambung...
__ADS_1