Kristal

Kristal
Episode 27


__ADS_3

"Emang kamu tahu darimana yank, kalau Aldi sama Venya akan nikah?" tanya Raisor.


"Ah.., itu.." kata Karin bingung.


"Dari berita ya mbak? Soalnya saya juga pernah lihat berita itu, tapi saya gak percaya." kata Ziya.


"Iya, dari akun-akun berita, mbak lihatnya semalam, kamu kapan?" tanya Karin.


"Saya semalam juga mbak, saya lupa apa nama akunnya gitu, cuman, karena saya tahu Aldi dan Venya tidak akan pernah bisa menikah, jadi saya ketawa aja mbak liatnya, bukan malah percaya." kata Ziya.


"Gak bisa nikah? Kenapa?" tanya Karin bingung.


"Aldi itu tidak pernah suka dengan cewek yang kayak Venya mbak, dan Venya juga tidak menyukai cowok kayak Aldi, mereka hanya mau sahabatan dong mbak, tapi kalau untuk dijadikan pacar, mereka gak mau." kata Ziya.


"Karena?" tanya Karin.


"Ya, gak tipe nya mungkin. Aldi kan orangnya cemburuan mbak, mana mau dia punya cewek yang terlalu friendly banget kayak Venya mbak. Sedangkan Venya, dia tidak suka dengan cowok yang terlalu cemburuan kayak Aldi mbak, jadi mereka gak cocok." jelas Ziya.


"Tapi kata Raisor mereka dekat banget, emang mereka gak pernah pacaran gitu?" tanya Karin.


"Enggak, mereka dekat karena mereka sahabat mbak. Aldi itu orangnya milih banget soal cewek mbak. Walaupun dekat, belum tentu dia suka mbak, gak dekat, belum tentu dia tidak suka mbak." jelas Ziya.


"Oh, gitu." kata Karin.


"Mmm.." kata Ziya sambil tersenyum.


Mereka pun mengobrol sembari menunggu Aldi yang belum datang, padahal jam makan siang sebentar lagi.


"Karin?" kata Sila.


"Eh, Sil." kata Karin.


"Ngapain?" tanya Sila.


"Ini, kami mau mengurus masalahnya Sari." kata Karin.


"Oh.., masalahnya Sari. Oh iya, jalan-jalan yuk." kata Sila.


"Ha?" kata Karin bingung.


"Iya, jalan-jalan. Elu juga gak bakal ngerti bahasan mereka kan? Lebih baik, gua ajak lo jalan sekitaran sini, elo baru pertama kan ke ASP?" kata Sila.


"Iya sih, em.." kata Karin sembari melihat Raisor.


"Boleh kok." kata Raisor.


"Yuk." kata Sila.


"Ayuk." kata Karin.


Mereka pun pergi dari sana.


"Masih marah sama Aldi?" tanya Sila.


"Em., ma-sih." kata Karin.


"Padahal Aldi mau jelasin soal dia makan sama Venya, tapi elo nya gak mengangkat telepon." kata Sila.


"Gimana gua mau ngangkat orang telepon gua rusak." kata Karin.


"Kok bisa?" tanya Sila.


"Gua banting, soalnya gua kesal banget waktu itu." kata Karin.


"Terus elo bilang sama Raisor gimana, soal telepon lo?" tanya Sila.


"Terhempas." kata Karin.


"Dih, tapi serius Rin, Aldi itu sayang banget tau sama lo." kata Sila.


"Gua tahu, tapi dia resek sih, pulang gak bilang-bilang, tiba-tiba makan aja sama cewek lain, siapa yang gak marah." kata Karin.


"Tapi, elo bakal maafkan Aldi kan?" tanya Sila.


"Itu urusan gua sama Aldi, kenapa lo kepo, kan gak ada kaitannya? Apa Aldi mengancam lo?" tanya Karin.


"Enggak, tapi kalau Aldi lagi galau, gak seru." kata Sila.

__ADS_1


"Gak seru kenapa?" tanya Karin.


"Dia marah-marah mulu, kalau gak marah-marah, diam.. Dia diam aja gitu. Jadi gak asik, malah horor tau gak." kata Sila.


"Apa.." Karin tiba-tiba terhenti setelah melihat Aldi dari jauh.


"Hai.." sapa Karin.


Aldi pun langsung memeluk Karin.


"Maafin aku ya, aku bisa jelaskan semuanya." kata Aldi sambil memeluk erat Karin.


"Aldi, ini--"


"Aku sayang sama kamu Karin, tolong dengar penjelasan aku." kata Aldi.


"Aku akan dengarin, tapi jangan di sini ya?" kata Karin.


"Kenapa?" tanya Aldi.


"Ya, ada orang.. Lagian Raisor di sini, jadi.. Kita cari tempat lain aja." kata Karin.


"Yaudah... Em.., bentar." kata Aldi mengambilnya teleponnya Aldi dan menelepon Cristy.


Karin pun melihat teleponnya Aldi "Teleponnya berubah, jangan-jangan..." kata Karin dalam hatinya. Dia pun langsung memeluk Aldi, padahal dia sendiri yang tidak mau bermesraan di tempat terbuka karena takut ketahuan, tapi dia malah memeluk Aldi sebelum mereka berada di tempat tertutup.


"Labil." kata Sila sambil tersenyum.


"Berisik." kata Karin.


"Halo.." kata Aldi.


"Halo Al, kenapa?" tanya Cristy.


"Cris, em.. bentar. Mereka dimana sih yank?" tanya Aldi ke Karin.


"Taman.." kata Karin dengan manja.


"Jijik banget.." kata Sila.


"Berisik, elo pasti iri kan?" kata Karin.


"Apaan sih." kata Karin.


Aldi pun menyuruh Cristy untuk menggantikannya bertemu dengan Raisor untuk membicarakan masalah Sari. Setelah itu, dia pun mengajak Karin ke ruangannya.


Di ruangannya Aldi.


Karin pun terbaring di sofa dengan Aldi yang berada di atasnya.


Aldi mulai mengelus pipinya Karin, "maafin aku ya.." kata Aldi.


"Kenapa kamu gak bilang sama aku kalau kamu sudah pulang ke Forhes, sedangkan Venya kamu kasih tahu." kata Karin.


"Pada saat itu, aku memintanya menggantikan posisinya Rina, pas lagi ngobrol, dia nanya aku pulang kapan, yaudah aku jawab." kata Aldi.


"Terus kenapa gak kasih tahu aku kalau kamu pulang?" tanya Karin kesal.


"Maaf, lupa." kata Aldi.


"Lupa? Oh, maaf aku pikir aku spesial Aldi." kata Karin marah. Pada saat Karin ingin berdiri, Aldi langsung memeluknya.


"Lepas gak. " kata Karin.


"Enggak. Aku tidak akan melepaskan kamu." kata Aldi.


"Kamu spesial kok, tapi maaf, aku lagi lupa waktu itu." jelas Aldi.


"Maaf ya.." kata Aldi.


"Eh, kalung dari aku mana?" tanya Aldi.


"Aku buang.." kata Karin.


"Ih jahatnya." kata Aldi.


"Jahat? Aku jahat yank? Kamu ya--" Pada saat Karin ingin marah Aldi langsung mencium bibirnya Karin.

__ADS_1


"Maaf, aku salah ngomong. Kamu baik kok. Nanti aku beliin kalung lagi ya.." kata Aldi.


"Mmm.." kata Karin.


"Marah mulu, entar tambah cantik gimana dong?" kata Aldi.


"Apasih.. Bukannya kamu harusnya senang?" kata Karin.


"Jangan cantik-cantik ya, payah nanti merebutnya." kata Aldi tersenyum.


"Ha?" kata Karin kaget.


"Kamu mau gak sih, suatu saat nanti, menikah dengan aku?" tanya Aldi.


"Ha-ha?" kata Karin kaget. Dia benar-benar kaget dengan pertanyaan Aldi.


"Kok gitu reaksinya, gak mau ya?" tanya Aldi.


"Ma-mau kok. Cuman.."


"Cuman apa?" tanya Aldi.


"Hmmm?" kata Aldi sambil mengelus pipinya Karin.


Karin hanya diam dan memalingkan wajahnya.


"Gak mau ya?" tanya Aldi.


"Rin, yaudah deh kalau gak mau." kata Aldi. Pada saat Aldi ingin duduk, Karin menahannya.


"Marah?" tanya Karin.


"Enggak." kata Aldi sambil mengusap matanya.


"Al.." kata Karin dengan manja.


"Bercanda sayang, aku tahu kok posisi aku di hati kamu." kata Aldi.


"Apaan sih, aku kayak terlihat jahat tau gak." kata Karin.


"Enggak jahat, cuman sadis." kata Aldi.


"Oh! Gitu!" kata Karin ngambek.


"Bercanda sayang.." kata Aldi sambil mencium lehernya Karin.


"Kamu beneran mau serius sama aku?" tanya Karin.


"Kalau kamu mau, ya aku mau." kata Aldi.


"Serius.." kata Karin.


"Iya, aku ingin menikahi kamu, aku ingin membangun keluarga dengan kamu, aku ingin aku satu-satunya yang memiliki kamu, aku ingin kamu Karin.." kata Aldi.


"Aku tidak tahu merangkai kata-kata indah, aku hanya bisa mengatakan kalau aku menyayangi kamu." kata Aldi.


Karin pun langsung menatap Aldi, mata mereka pun saling bertatapan.


"Kapan kamu akan mengambil aku dari Raisor?" tanya Karin.


"Kapan kamu siap untuk diambil?" tanya Aldi.


"Serius, bisa gak sih." kata Karin.


"Aku serius, aku akan mengambil kamu dari Raisor ketika kamu siap, karena aku sudah siap dari awal." kata Aldi.


"Al, gak usah banyak gombal kenapa sih, serius dulu, bagaimana aku mau menentukannya kamu aja kayak main-main sama aku." kata Karin.


"Aku serius sayang." kata Aldi.


"Kalau begitu..." kata Karin.


.......


.......


.......

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2