Kristal

Kristal
Episode 8


__ADS_3

Aldi dan Karin memutuskan untuk berpacaran.


Flashback


Di kamarnya Karin.


"Terus sekarang gimana, Aldi?" tanya Karin.


Aldi pun kembali menarik Karin ke ranjang, dan memeluknya dari belakang.


"Kak." kata Aldi.


"Mmm.." jawab Karin.


"Kakak mau gak, pacaran dengan aku?" tanya Aldi.


"Ha? Aldi, kamu jangan aneh-aneh lah, kakak udah punya suami, dan kakak adalah istri dari abang kamu." jelas Karin.


"Aku nanya kakak mau apa enggak jadi pacar aku, aku gak nanya soal itu kak." kata Aldi.


"Al, kamu adalah pemilik perusahaan paling kaya di dunia ini, kamu pasti bisa mendapatkan yang terbaik dari kakak Aldi." kata Karin.


"Aku mau kakak, aku gak mau yang lain. Jadi kakak mau apa enggak berpacaran dengan aku kak? Tolong jangan buat aku berharap." kata Aldi.


Karin benar-benar tidak tahu harus apa, pelukan Aldi semakin erat. Karin terus bertanya dalam dirinya "Ada apa ini, apakah rumah tangga gua dengan Raisor sedang di uji?" katanya.


Karin pun terus mencari jalan terbaik dari semua ini, dia ingin menolaknya, tapi dia tidak tega mengatakannya.


"Al, kakak boleh nanya sesuatu?" kata Karin.


"Boleh kak, silakan saja." kata Aldi.


"Kenapa kamu menyukai kakak?" tanya Karin.Aldi pun mengatakan sesuatu ke Karin, kata-kata tersebut membuat Karin akhirnya menerima Aldi sebagai pacarnya.


Tetapi, Karin mengatakan agar hubungan mereka tidak bocor, apalagi sampai ke telinga Raisor. Aldi pun menyetujui hal tersebut.


"Tapi, kakak harap kamu menemukan orang yang terbaik Aldi." kata Karin.


Karin tetap menyuruh Aldi untuk mencari wanita lain, Karin hanya menjadi pacar sementaranya Aldi sebelum dia mendapatkan pacar sesungguhnya.


Flashback selesai


"Apa yang sudah ku lakukan? Aku malah pacaran dengan Aldi. Maafkan aku ya sayang." kata Karin dalam hatinya.


"Karin." kata bu Koma (pemilik Grosir).


"Eh, buk. Udah pulang kondangan?" tanya Karin.


"Udah, kok kamu gak datang?" tanya bu Koma.


"Em itu, apa namanya, saya ada tamu, adik ipar saya datang." jelas Karin.


"Oh iya, saya lihat tadi buk, Aldi kan ya?" kata bu Koma.


"Iya." jawab Karin.


"Wah, keren loh buk. Banyak tadi yang mau minta foto, tapi segan mereka. Kapan-kapan kalau dia datang, minta tolong dong buk, mintain tanda tangan dia gitu." kata bu Koma.


"Aduh buk maaf. Saya juga segan buk, itu saja pertemuan pertama kami." jawab Karin.

__ADS_1


"Dan di pertemuan pertama, kami langsung pacaran." sambung Karin dalam hatinya.


"Pertemuan pertama? Berarti kalian belum pernah jumpa?" tanya bu Koma Kaget.


"Enggak sih buk, tapi itu pertama kalinya kami ngobrol. Biasanya cuman, diam-diam aja." kata Karin.


"Ah, gitu. Tapi nanti kalau dia datang, boleh mintain tanda tangan ya buk." kata bu Koma.


"Uwah, ini tante-tante gak pernah ngerti ya apa yang dikatakan orang." keluh Karin dalam hatinya.


"Nanti saya coba minta deh bu." kata Karin.


Setelah membeli beberapa bahan makanan, dia pun pulang. Di perjalanan pulang, Karin terus memikirkan kejadian waktu dia dengan Aldi berhubungan.


"Tsk, aduuuh. Ini kepala gak bisa berhenti apa mikirin kejadian tadi." kata Karin sambil memukul-mukul kepalanya.


Dia pun melihat kalung yang dia dapat dari Aldi.


"Ini kalung, apa dulnya punya Fitri ya?" tanya Karin.


"Mereka kenapa bisa putus ya, apa jangan-jangan, gara gua nikah sama Raisor lagi?" kata Karin yang kaget.


Pada saat malam hari, Fitri yang duduk di balkon didatangi oleh Karin.


"ehem.." kata Karin.


"Eh, kak. Apaan sih, pakai acara gitu segala." kata Fitri.


"Hehe.., em.., lagi ngapain?" tanya Karin.


"Lagi lihat bintang, soalnya malam ini langitnya indah." jawab Fitri.


"Apaan sih." kata Fitri.


"Oh iya, kakak boleh nanya sesuatu gak sih?" tanya Karin.


"Sesuatu? Boleh, apaan?" kata Fitri.


"Em.., itu, apa namanya. Kamu, pernah pacaran dengan Aldi ya?" tanya Karin.


Fitri pun kaget dan mempertanyakan kenapa kakaknya bisa tahu soal itu.


"Em.., gimana ya ngomongnya. Kakak tahu dari beberapa orang sih, katanya mereka pernah lihat kamu jalan sama Aldi." jelas Karin.


"Ehh, ketahuan ya. Em.., ya. Kami pernah pacaran. Kenapa kak?" tanya Fitri.


"Kok, kamu gak pernah bawa dia ke rumah, atau ngenalin sama kakak, sama papa dan mama?" tanya Karin.


"Ya, gimana ya, aku masih ragu kak." jawab Fitri.


"Ragu, ragu kenapa?" tanya Karin.


"Ya, soalnya dia kan orang kaya, terkenal, ganteng, banyak yang mau pacaran sama dia. Jadi, aku belum siap buat memperkenalkannya ke kakak, ke mama, ke papa. Bahkan, pas kami pacaran, kami harus sembunyi-sembunyi, soalnya ASP tidak memperbolehkan kami untuk terbuka di depan umum, kalau kami pacaran. Dan kalau mau pacaran, kan harus diajukan dulu." kata Fitri


"Diajukan? Oh, bukannya itu hanya buat para karyawannya saja ya?" tanya Karin.


"Enggak, peraturan itu berlaku ke seluruh orang yang ada di ASP termasuk owner dari ASP." kata Fitri.


"Oh gitu.. Berarti, bukan karena kakak kan?" kata Karin.

__ADS_1


"Em., mungkin itu salah satu alasan terkuat kenapa kami putus." kata Fitri.


"Serius?" tanya Karin cemas.


"Enggak. Kami gak mikirin soal itu kok kak. Kami putus, karena aku gak bisa pacaran sama orang yang, dicintai banyak orang." ucap Fitri.


"Tapi kalau dia cuman sayang sama kamu aja, kan gak masalah. Yang penting dia sayang dan cintanya hanya sama kamu." kata Karin.


"Aku bukannya mau membandingkan kak, cuman karena kakak bahas ini, aku harus mengatakan kalau bang Raisor dan Aldi itu berbeda kak. Di R Entertaiment, mereka melarangnya kak. Tapi, kalau di ASP, mereka benar-benar susah untuk dimiliki kak. Bukan hanya Aldi, seluruh orang-orang yang bekerja di ASP, itu susah untuk dimiliki." jelas Fitri.


"Tapi, ASP tidak melarang untuk berpacaran atau menikah kan. Asalkan, ya ada prosedurnya." ucap Karin.


"Kak, sekarang aku tanya sama kakak. Kalau kakak gak tahu, kakak boleh kok cari jawabannya di internet. Aku mau nanya, siapa.. Siapa yang berhasil memiliki anak ASP sepenuhnya?" tanya Fitri.


"Maksudnya?" tanya Karin.


"Maksudnya, dalam hal percintaan, siapa yang berhasil menikah dengan anak ASP. Siapa kisah cintanya yang indah bersama anak ASP kak? Kakak cari aja di internet." kata Fitri.


Karin pun mencarinya di internet, dan dia tidak menemukan satu pun artikel yang membahas soal kisah cinta yang indah di ASP.


Yang ada hanya, artikel yang menyebutkan kalau anak ASP hanya untuk dicintai dan tidak untuk dimiliki.


"Ya, kamu gak bisa percaya artikel ini gitu saja dong." kata Karin.


"Mungkin mereka membuatnya agar pengen menarik pembaca saja, makanya mereka membuatnya dramatis." ucap Karin.


"Awalnya aku berpikiran seperti itu kok kak. Tapi, lama-lama aku sadar, kalau percaya dan setuju pada artikel tersebut." kata Fitri.


"Kalau kakak mau nyoba, silakan pacaran dengan anak ASP deh." sambung Fitri.


"Dih apaan sih." kata Karin sambil menjitak kepala adiknya.


"Aduuh.., jahat banget sih." kata Fitri.


"Oh iya, kakak, kenapa nanya seperti itu?" sambung Fitri.


"Cuman penasaran saja. Kakak pikir, kalian putus karena kakak." kata Karin.


"Apaan sih, enggaklah. Lagian, kalau alasannya itu, aku gak bakal nyerah loh kak." kata Fitri.


"Pastinya. Kan kamu adik kurang ajar." kata Karin. Mereka berdua pun tertawa di bawah langit yang penuh bintang.


"Yaudah, kakak masuk dulu ya." kata Karin.


"Ya.., Daa.." kata Fitri.


"Daaa.." kata Karin. Dia pun pergi meninggalkan Fitri.


"Walaupun sebenarnya, kakak adalah salah satu alasan terkuat kenapa aku memutuskan hubungan dengan Aldi kak." kata Fitri dalam hatinya.


"Tapi aku tidak akan menyalahkan kakak atas putusnya aku dengan Aldi kak, karena itu bukan salah kakak. Karena dia, karena dia sudah..." sambung Fitri dalam hatinya.


.......


.......


.......


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2