Kristal

Kristal
Episode 12


__ADS_3

Mereka pun sampai di Hotel Bee. Hotel yang dimiliki oleh Aldi. Mereka pun keluar dari mobil.


"Ayo." kata Aldi sambil memegang tangannya Karin.


"Em, ini beneran tidak akan kenapa-napa kan?" tanya Karin khawatir hubungan mereka nanti terbongkar.


"Beneran, santai aja." kata Aldi.


"Kenapa bisa kamu seyakin itu?" tanya Karin.


"Karena yang datang ke hotel Bee, adalah orang-orang yang tidak ingin hubungannya diketahui oleh publik." jelas Aldi.


"Kenapa? Mereka publik figur?" tanya Karin.


"Gak semua sih, ada juga yang biasa. Kenapa aku yakin, karena pada saat masuk ke Hotel, memang sudah di kasih tahu kalau tidak boleh menyebarkan sesuatu yang berhubungan dengan orang lain, gitu." jelas Aldi.


"Tapi, namanya juga manusia, pasti banyak dong yang gak mau patuh pada peraturan yang dibuat." kata Karin.


"Iya, cuman mereka tidak akan berani, karena hampir semua yang datang, adalah orang-orang yang selingkuh." kata Aldi.


"Heh? Maksudnya?" tanya Karin kaget.


"Banyak orang yang membawa selingkuhannya kemari, dan jika ada satu orang yang menyebarkan, semua akan ketahuan, dan mereka bukan hanya akan dicari oleh ASP, tapi semua orang yang datang dengan membawa selingkuhan." jelas Aldi.


"Memang hotel ini untuk orang selingkuh?" tanya Karin.


"Enggak. Mereka tahu dari ketika mereka datang, karena awalnya ini tempat untuk santai-santai aja, dan karena mereka tahu ada peraturan seperti itu, makanya mereka membawa sesuatu yang mereka tidak mau banyak orang tahu." jelas Aldi.


"Dan kamu membolehkannya?" tanya Karin.


"Apa hak aku melarangnya." kata Aldi.


"Iya sih." kata Karin.


Mereka pun sampai di lantai tiga hotel Bee. Karin pun langsung terpesona melihat lantai tiganya yang begitu mewah.


Lantai tiga hotel Bee dipenuhi banyak tempat hiburan, seperti kolam renang, resto, bar, dan tempat bermain game.


"Wah, mewah banget. Gak nyangka banget, ada hotel yang isinya kayak gini. Apa ini wajar ya?" kata Karin dalam hatinya.


Mereka pun duduk, dan seorang pelayan pun datang.


"Permisi pak buk, mau pesan apa?" tanya pelayan tersebut.


"Nasi cuminya satu, terus em.. minumannya blueberry ice." kata Aldi.


"Oke baik pak. Ibuk, mau pesan apa?" kata pelayan.


"Saya pesan udang bakarnya satu sama minumannya teh kotak." kata Karin.


"Udang bakarnya pakai nasi buk?" tanya pelayan tersebut.


"Pakai mbak." jawab Karin.


"Baik, silakan menunggu." kata pelayan tersebut.


Tiba-tiba..


"Karin." kata seorang wanita.


"Buk Yuli." kata Karin kaget. (buk Yuli adalah buk RT dari kompleknya Karin).


"Kamu.." kata buk Yuli kaget melihat kalau Karin jalan dengan cowok lain.


"Ibuk.." Karin juga kaget melihat buk Yuli datang dengan orang yang bukan suaminya.


"Em.., kalau begitu saya permisi dulu ya." kata bu Yuli "ciee.." sambung buk Yuli.


"Ah.." kata Karin sambil tersenyum tipis.


Setelah buk Yuli pergi, Karin pun langsung melihat Aldi dan mengatakan "Yank.." kata Karin dengan manja.


Aldi pun tersenyum melihatnya, dia pun berdiri dan duduk di samping Karin sambil memeluknya.


"Baru aja duduk, udah ketahuan." kata Karin dengan nada yang manja. Aldi hanya terus tersenyum.

__ADS_1


"Ih, apaan sih senyum mulu." kata Karin.


"Habisnya, kamu imut sih." kata Aldi.


"Imut apanya, orang lagi kesal juga." kata Karin.


Aldi pun mencium keningnya Karin dan berkata "maaf ya.." katanya.


Kata-kata tersebut seolah sampai ke hatinya Karin, tangannya pun mulai memeluk tubuhnya Aldi. Mata mereka pun saling bertatapan, dan.. Mereka pun saling berciuman.


Seorang pelayan pun datang mengantarkan makanan. Karin yang melihatnya langsung melepaskan ciuman tersebut.


"Ini makanannya, silakan dinikmati." kata pelayan tersebut.


"Aldi." kata Karin.


"Apa?" kata Aldi.


"Kok apa, awas malu tahu." kata Karin kesal.


"Imut banget loh sumpah." kata Aldi.


Pelayan tersebut pun tersenyum melihat Aldi, Karin yang merasa malu langsung memukul bahunya Aldi, dan berkata "Apaan sih." Katanya.


Aldi langsung memeluk Karin yang terus merasa malu.


"Silakan dinikmati." kata pelayan tersebut.


"Dinikmati." jawab Aldi.


"Ih apaan sih." kata Karin.


"Kenapa?" tanya Aldi.


"Harusnya kamu bilang makasih, bukan dinikmati." kata Karin.


"Lah, katanya kan silakan dinikmati, berarti jawabannya, dinikmati, atau tidak dinikmati dong." jelas Aldi.


"Mana ada kayak gitu. Harusnya bilang terimakasih." kata Karin yang gak terima dengan penjelasan dari Aldi.


"Wah, kamu ganteng-ganteng kok rusak sih otaknya." kata Karin "harusnya terimakasih, kenapa, karena dia telah menyajikannya. Makanya, kita bilang terimakasih." sambung Karin.


"Gak bisa, aku gak terima sayang. Harusnya itu, dinikmati." kata Aldi.


"Tidak bisa, harusnya terimakasih." kata Karin.


"Dinikmati." kata Aldi.


"Terimakasih." kata Karin.


"Wah, kamu berani sama aku?" tanya Aldi.


"Aku yang harusnya nanya, kamu berani sama aku?" kata Karin.


"Kalau begitu, kita taruhan saja." kata Aldi.


"Yaudah, ayo." kata Karin.


"Apa taruhannya?" tanya Aldi.


"Terserah, kamu mau apa?" tanya Karin.


"Aku mau kamu rekam suara kamu, bilang 'sayang aku, Aldi sayang.. Bangun dong sudah pagi. Saayang.' gitu, soalnya aku mau jadikan alarm." kata Aldi.


"Apaan sih, gak ada yang lain gitu." kata Karin.


"Kalau gak mau, kita buat anak gimana?" kata Aldi.


"Berarti kalau kamu menang, aku bakal rekam ya." kata Karin.


"Dih.., jahatnya." kata Aldi.


"Kalau aku yang menang, kamu kasih tahu alasan kenapa kamu sama Fitri bisa putus. " kata Karin.


"Yang lain?" kata Aldi.

__ADS_1


"Kalau aku menang, kita pisah." kata Karin.


"Alasannya kenapa kami putus kan? Oke." kata Aldi.


"Kamu jahat banget ya.. " kata Karin.


"Kamu juga." kata Aldi.


"Kalau begitu, gimana kalau..., kalau kita pakai alasan kamu yang kedua dan alasan aku yang kedua." kata Karin.


"Gak mau." kata Aldi.


"Kenapa? Kan belum tentu aku yang menang." kata Karin.


"Aku tidak mau bertaruh kalau salah satu taruhannya adalah kita berpisah." kata Aldi dengan serius.


"Kenapa dada gua terlihat senang? Kenapa hati gua terlihat bahagia mendengar perkataannya Aldi?" kata Karin dalam hatinya.


"Kenapa kepala gua terus membedakan antara Aldi dengan Raisor. Hubungan ini hanya sementara saja sampai Aldi mendapatkan pasangannya, maka hubungan ini akan berakhir. Jadi, berhenti berfikir yang enggak-enggak." kata Karin dalam hatinya.


"Karin?" kata Aldi.


"Ha?" kata Karin.


"Kenapa?" tanya Aldi.


"Ti-tidak. Ayo kita mulai, bagaimana cara kita membuktikannya?" tanya Karin. Aldi hanya diam dan terus melihat wajahnya Karin.


"Kenapa? Ada yang salah dari wajah aku?" tanya Karin.


"Kamu kenapa?" tanya Aldi.


"Aku? Aku gak papa." kata Karin.


"Kenapa?" tanya Aldi.


"Aku gak papa." kata Karin.


"Kenapa?" Aldi terus bertanya kenapa kepada Karin.


"Aldi, aku gak papa. Jadi kamu gak usah pikirkan ya." kata Karin sambil tersenyum.


"Dah la, gak asik." kata Aldi.


"Apaan sih, Aku gak papa." kata Karin.


"Udah lah, gak asik. Kita makan saja." kata Aldi.


"Yaudah." kata Karin kesal.


"Dibilang gak papa, gak percaya. Terserah kamu saja lah." kata Karin yang kesal.


"Tadi aku lihat kamu kayak memikirkan sesuatu, dan kamu bilang kamu gak papa. Tidak usah menjadi orang seperti itu Karin." kata Aldi.


"Aku tidak tahu kamu menganggap aku apa, tapi kalau kamu ada masalah, maka ceritakan masalah kamu sama aku. Aku tidak jamin bisa menyelesaikannya, tetapi aku akan berjuang untuk menyelesaikannya." ucap Aldi.


Karin pun memegang kedua tangannya Aldi dan berkata "Aku tidak kenapa-napa, percayalah." katanya sambil tersenyum.


"Apakah kamu pikir aku percaya?" kata Aldi.


"Bagaimana sih untuk membuat kamu percaya, kalau aku tidak kenapa-napa?" tanya Karin.


"Dengan membuktikan kalau kamu tidak apa-apa." kata Aldi.


"Tsk, aku akan cerita Aldi." kata Karin.


Karin pun menceritakan semua masalah yang ada di hidupnya kepada Aldi. Aldi pun mendengarkannya dengan baik. Sampai mereka lupa soal taruhanya


.......


.......


.......


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2