Kristal

Kristal
Episode 19


__ADS_3

Di saat Raisor dan yang lainnya mengobrol, tiba-tiba teleponnya Raisor berdering.


Tuuuut, tuuuut (dering hp)


Raisor pun mengangkat telepon tersebut.


"Ada apa Aldi?" kata Raisor.


"Em.., bang. Itu karyawan lo, suruh berhenti cari masalah dengan ASP dong." kata Aldi.


"Maksudnya? Karyawan yang mana?" tanya Raisor.


"Silvy." kata Aldi.


"Kenapa?" tanya Raisor.


"Kenapa? Dia sudah ikut campur urusan ASP. Tadi aku dapat kabar, kalau Silvy turut andil dalam pengajuan tuntutan balik dari Sari, soal kasus kekerasan yang dilakukannya. Bahkan Silvy memberinya seorang pengacara." jelas Aldi.


"Apa? Abang tidak mendengar apapun soal itu." kata Raisor.


"Terus, abang bilang aku berbohong gitu? Bang, sejak kematiannya Yani, kami selalu diam, ketika dia mencari masalah dengan kami. Tapi sekarang, dia juga ikut campur urusan ASP, suruh dia berhenti melakukannya, jika tidak, maka aku tidak akan tinggal diam." kata Aldi.


"Karena dia sudah sampai ikut campur, aku kasih waktu dua puluh empat jam, jika abang masih belum bisa menghentikan Silvy, maka aku akan anggap R Entertaiment, mengajukan perang kepada ASP Entertaiment." kata Aldi.


"Apa? Aldi, jangan melakukan apapun. R Entertaiment tidak ada hubungannya dengan ini. Abang akan berusaha untuk membuat Silvy tidak ikut campur, tapi--" belum selesai Raisor bicara, perkataannya dipotong oleh Aldi.


"Dia karyawan dari R Entertaiment. Jadi, apapun yang dia lakukan, itu adalah tanggung jawabnya R Entertaiment. Jika kalian tidak mau menyuruhnya berhenti, dan kalian bilang itu urusannya, maka kami akan menindaknya, dengan cara kami. Tapi, jika kalian masih ingin dia baik-baik saja, Aku tunggu dua puluh empat jam bang, suruh dia menarik diri dari masalahnya Sari. Jika tidak.. Maka dia akan mendapatkan mimpi buruk. Terimakasih, sampai jumpa, dan selamat malam." kata Aldi.


"Aldi." kata Raisor. Namun, telepon sudah di putus oleh Aldi.


"Nah, kan gini enak. Jika gua berkelahi dengan R Entertaiment, orang tua gua tidak akan marah sama gua karena berkelahi dengan abang sendri." kata Aldi.


"Dih, Lucu banget, istrinya aja lo pacarin. Gimana sih." kata Ziya.


"Itu beda dong Ziya. Itu masalah percintaan, sedangkan ini, masalah pekerjaan." kata Aldi.


"Itu sama aja, sama-sama lo cari masalah tau gak." kata Ziya.


"Eh, beda dong. Urusan percintaan itu, urusan hati. Sedangkan pekerjaan, itu urusan em..., pokoknya itu lah." kata Aldi.


"Ya, gua tahu kok. Lo sayang banget dengan Karin, sampai-sampai lo menyakiti perasaan adiknya. Untung Fitri bukan tipe orang yang suka menyalahkan orang lain. Jika tidak, hubungan adik kakak mereka sudah lama rusak." kata Ziya.


"Belum lagi kalau Raisor ataupun Fitri tahu hubungan lo dengan Karin, kalau sampai mereka tahu habis tau gak." kata Ziya.


"Bukannya lo bakal senang ya?" kata Aldi.


"Ha? Maksudnya?" tanya Ziya.


"Ih pura-pura bego. Elo kan suka sama abang gua kan?" kata Aldi.


"A-apaan sih lo." kata Ziya.


"Uwah, tsunderenya.. Astaga." kata Aldi.

__ADS_1


"Dih, apaan sih, gua bilangin Karin lo ya." kata Ziya sambil melemparkan bantal ke Aldi.


"Emang lo berani, kan lo sama Karin berantem." kata Aldi.


"Itu gara-gara lo tau gak. Lagian, kami gak berantem tau gak." kata Ziya.


"Masa?" kata Aldi.


"Anjir ini orang ya." kata Ziya kesal dan kembali meleparkan bantal ke Aldi.


"Wah elu ya." kata Aldi sambil melemparkan bantal ke Ziya. Mereka pun saling melemparkan bantal.


Mereka sedang berada di kamarnya Aldi. Mereka berdua pergi ke luar kota karena ada urusan pekerjaan dan menginap di sebuah hotel.


Di tempat lain, Raisor yang kesal dengan kelakuan Silvy pun bertanya ke anak-anak Bintang Star Nine9 soal keberadaan Silvy.


"Gak tau Rai." kata Riska.


"Serius dong Ris." kata Raisor.


"Enggak tahu loh Raisor. Kenapa?" tanya Riska. Raisor pun menjelaskan apa yang terjadi.


"Bahaya tuh, bisa beneran konflik kalian loh." kata Rangga.


"Elo gak tau Kai, Silvy dimana?" kata Tini (perawat di Rumah Sakit RakStell).


"Gua gak tau, hari ini gua belum ketemu dengannya." jelas Kaifa (penanggung jawab para novelis yang ada di R Entertaiment).


Tidak beberapa lama, Silvy pun muncul dengan sendirinya.


Karena yang lain tahu situasinya sedang tidak baik-baik saja, alhasil reaksi mereka pada saat menjawab sapaan Silvy pun beragam.


Ada yang terdiam, bengong, tersenyum dan ada juga yang menjawab sapaannya walaupun sedikit canggung.


"Ha-hai.." jawab Shopie.


Silvy yang merasa ada yang aneh pun langsung bertanya "Ada apa?" tanyanya.


Raisor pun berjalan menghadap Silvy.


"Rai, ada apa?" tanya Silvy.


"Kenapa lo ikut campur?" kata Raisor.


"Ikut campur? Ikut campur apa?" tanya Silvy bingung.


"Masalah Sari dengan ASP." kata Raisor.


"Em.., lo tahu darimana?" tanya Silvy.


"Jawab saja pertanyaan gua Silvy. Kenapa lo ikut lo campur Silvy?" tanya Raisor.


"Gua tidak ingin ada korban lagi, atas ulahnya ASP." kata Silvy.

__ADS_1


"Korban? Oh, Yani. Sil, udahlah. Yani juga tidak akan senang melihat lo melakukan ini." kata Raisor.


"Tapi Rai, gua kasihan melihat Sari." kata Raisor.


"Kasihan? Kasihan yang bagaimana? Itu masalahnya dengan ASP. Udahlah Sil, jangan terobsesi untuk balas dendam dengan ASP lagi. Gua tahu lo kesel, cuman gak gini caranya." kata Raisor yang marah.


"Kenapa lo menilai gua seperti itu." kata Silvy.


"Emang seperti itu bukan?" kata Raisor.


Silvy pun menampar Raisor.


"Tampar gua lagi Silvy. Tampar gua lagi Silvy!" bentak Raisor.


"Tampar gua sepuas lo. Gua capek banget tau gak. Istri gua gak tahu kenapa, Para penyanyi R Entertaiment gak ada yang diundang, dan sekarang Elo, elo buat masalah dengan ASP." kata Raisor.


"Gua bisa aja bilang ke Aldi, terserah, R Entertaiment tidak bertanggung jawab atas apapun yang dilakukan oleh Silvy. Tapi gua gak bisa. Elo bukan hanya seorang karyawan bagi gua Sil, Elo adalah sahabat gua. Elo adalah keluarga gua. Gua gak bisa membiarkan lo dihajar sama anak-anak ASP. Gua mohon Silvy, tolong berhenti cari masalah." kata Raisor sambil menangis.


Melihat Raisor yang menangis, Silvy pun minta maaf dengan Raisor.


"Maafkan gua Rai. Gua membuat lo dalam masalah. Tapi, tapi gua mohon. Memang di awal gua niatnya untuk balas dendam. Tapi, setelah gua mendengar ceritanya Sari, gua beneran kasihan. Gua mohon Rai." kata Silvy.


"Elo benar-benar orang yang merepotkan ya Silvy." kata Raisor.


"Gua minta maaf Rai." kata Silvy.


"Ceritakan kondisinya Sari kepada gua, biar gua tahu cara menolongnya." kata Raisor.


"Serius?" kata Silvy.


"Ya. Tapi dengan syarat." kata Raisor.


"Apa?" tanya Silvy.


"Kita akan memakai cara yang lain, cara yang tanpa harus berkelahi dengan ASP, setuju?" tanya Raisor.


"Setuju." kata Silvy.


"Baiklah, ceritakan sama gua soal Sari." kata Raisor.


"Oke." kata Silvy. Silvy pun langsung berlari dan memeluk Raisor.


"Makasih ya Rai." kata Silvy.


"Sama-sama." kata Raisor.


Dibalik kegembiraan yang terjadi, ada seseorang yang sedang cemburu.


.......


.......


.......

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2