Kristal

Kristal
Episode 26


__ADS_3

Keesokan paginya, Raisor beserta sekretarisnya datang ke ASP Entertaiment untuk membicarakan masalah Sari.


Raisor juga membawa istri dan mertuanya, mereka berniat untuk jalan-jalan, namun sebelum itu mereka ingin menyelesaikan masalah Sari terlebih dahulu.


Raisor pun mendatangi resepsionis untuk bertanya "Permisi bu." kata Raisor.


"Iya pak, ada yang bisa saya bantu?" tanya bu resepsionis.


"Saya mau bertemu dengan Aldi, apakah dia ada?" tanya Raisor.


"Oh, bentar pak. Saya hubungi dulu mbak Ziya, soalnya Aldi nya belum datang pak." jelas bu resepsionis "silakan duduk dulu pak." sambungnya.


"Baik, terimakasih ya bu." kata Raisor.


"Sama-sama pak." kata bu resepsionis.


Raisor dan yang lainnya pun menunggu di ruang tunggu.


"Keren ya." puji papanya Karin.


"Namanya juga perusahaan terkaya om." kata Ghea.


"Iya juga ya, sekarang masih terkaya gak sih?" tanya papanya Karin.


"Masih lah om. Padahal beberapa bulan belakangan ini prestasi mereka menurun, tapi belum ada yang bisa mengalahkan mereka." jelas Ghea.


"Hebat ya." kata papanya Karin.


"Tsk, padahal aku mau belajar melupakan Aldi, malah diajak ke perusahaannya." kata Karin dalam hatinya.


"Tapu ini pertama kalinya aku masuk ke ASP Entertaiment loh, padahal biasanya cuman melihat dari luar aja, kalau enggak, dari foto. Keren banget sih..." kata Karin dalam hatinya.


"Gimana yank, keren gak perusahaannya Aldi?" tanya Raisor.


"Mm.. Keren kok." kata Karin.


Tidak beberapa lama Ziya pun datang menghampiri mereka.


"Permisi, maaf ya, lama nunggunya." kata Ziya.


"Enggak, gak papa." ucap semua orang.


"Em.. Rai, bentar ya, Aldi nya masih di rumah, elo sibuk gak?" tanya Ziya.


"Gua mau jalan-jalan dengan istri dan mertua gua sih." kata Raisor.


"Aduh, em.., boleh nunggu bentar gak?" tanya Ziya.


"Gimana yank?" tanya Raisor.


"Boleh kok, enggak papa." kata Karin.


"Kalau papi mami gimana?" tanya Raisor.


"Enggak, gak papa. Lagian papi juga pengen menihat-liaht ASP dulu, soalnya jarang-jarang kan, kita kesini." kata papanya Karin.


"Yaudah, oke." kata Raisor.


"Mau ke kantinya ASP atau di sini aja Rai?" tanya Ziya.


"Kami ke tamannya ASP aja boleh gak? Soalnya segan, pasti banyak talen-talennya ASP kan di kantin?" tanya Raisor.


"Gak papa, ke kantin aja atau gimana?" tanya Ziya.


"Gimana yank?" tanya Raisor.


"Kita ke taman aja." kata Karin.


"Yaudah, mari." kata Ziya. Ziya pun mengantar Raisor dan yang lainnya ke taman ASP Entertaiment.


Di perjalanan menuju taman, papanya Karin yang heran karena tidak melihat satu pun orang yang lewat, padahal ini sudah jam sepuluh pagi.


"Kok sunyi ya?" tanya papanya Karin.


"Lagi pada latihan om." kata Ziya.


"Oh.., gitu." kata papanya Karin.

__ADS_1


"Iya, ada yang mau konser bentar lagi, ada juga yang lagi latihan untuk tampil di AFE nanti om." kata Ziya.


Mereka pun sampai di tamannya ASP.


"Em.., mbak Karin, ini tulis kalian mau pesan apa." kata Ziya.


"Enggak, gak usah. Kami sudah makan kok." kata Karin.


"Gak papa mbak, pesan aja." kata Ziya.


"Udah makan kami dari rumah Ziya, gak papa." kata Karin menolak.


"Gak enak ya makanannya mbak?" tanya Ziya.


"Enggak, bukan begitu loh. Kami beneran udah makan." kata Karin.


"Gak papa Rin, pesan aja. Elo gak akan bisa menolak permintaannya anak-anak ASP. Udah, pesan aja." kata Ghea.


"Astaga, ada Ghea ternyata.." kata Ziya kaget.


"******." kata Ghea tertawa.


Mereka pun memesan makanan, dan sembari menunggu kedatangan Aldi.


Ziya pun menghubungi Aldi, untuk tahu dia sudah dimana.


"Halo.." kata Ziya.


"Mm.." kata Aldi.


"Dimana?" tanya Ziya.


"Di jalan." kata Aldi.


"Cepat ini yang lain udah pada nunggu." kata Ziya.


"Iya.." kata Aldi.


Telepon pun dimatikan.


"Dia baru bangun kayaknya ya?" kata papanya Karin.


Tiba-tiba teleponnya Ziya berdering.


"Venya?" kata Karin dalam hatinya, dia melihat kalau yang menelepon Ziya adalah Venya.


"Halo." kata Ziya.


"Halo Zi, elo dimana? jemput gua dong, mobil gua mogok." kata Venya.


"Lo dimana?" tanya Ziya.


"Ini, dekat pom bensin." kata Venya.


"Pom bensin banyak loh, pom bensin dimana?" tanya Ziya.


"Itu, dekat kantor polisi." kata Venya.


"Oh, bentar. Pak Nur (satpamnya ASP) yang menjemput ya? gua lagi ada kerjaan." kata Ziya.


"Oke." kata Venya.


"Ya, da.." kata Ziya.


"Dada.." kata Venya.


Ziya pun menelepon pak Nur.


"Halo pak." kata Ziya.


"Halo bu, ada apa?" tanya pak Nur.


"Pak, jemput Venya dong, dia ada di dekat pom bensin depan kantor polisi itu pak." kata Ziya.


"Oh baik bu, naik sepeda motor boleh gak bu, soalnya mobil lagi gak ada." kata pak Nur.


"Boleh kok pak." kata Ziya.

__ADS_1


"Baik bu, akan saya jemput." kata pak Nur.


"Terimakasih ya pak." kata Ziya.


"Sama-sama bu." kata pak Nur. Telepon pun dimatikan.


"Mamanya ASP." kata Ghea tersenyum.


"Yah, mau gimana lagi." kata Ziya.


"Mamanya ASP?" tanya mamanya Karin bingung.


"Iya tante, Ziya itu mamanya ASP Entertaiment, tante lihat aja sendiri, dia ngurus karyawan yang kendaraannya mogok, bangunin Aldi, dan masih banyak yang lain tante." kata Ghea tertawa.


Ziya pun tersenyum ke arah mamanya Karin.


"Mbak Karin kok diam-diam saja sih dari tadi, makanannya gak enak ya mbak?" tanya Ziya.


"Enak kok enak Ziya." kata Karin.


"Terus kenapa mbak diam-diam aja?" tanya Ziya.


"Saya gak tahu mau ngomong apa." kata Karin.


"Ya, apa gitu mbak, saya akan jawab kok mbak." kata Ziya "ini perusahaannya adik ipar kok mbak, santai aja." sambung Ziya.


"Em.., apa ya, ah.. Em.. Kalian kok enggak terlihat sibuk sih?" tanya Karin.


"Ha? maksudnya mbak?" tanya Ziya bingung.


"Tuh, mereka itu santai banget kan Rin, tapi tiap bulan pemasukan mereka itu loh.." kata Ghea kesal.


"Kalian pakai ilmu hitam ya?" tanya Raisor.


"Dih, apaan sih. Kami itu sibuk, cuman gak kelihatan aja." kata Ziya.


"Enggak, masuk mbak itu bukan itu Zi." kata Karin.


"Terus, apa dong mbak?" tanya Ziya.


"Itu, kan Aldi sama Venya bentar lagi nikah, kok kalian gak ada ngucapin sih? Atau kalian mau buat kejutan?" tanya Karin.


Semua orang pun kaget dengan pertanyaan Karin.


"Heh?" kata Karin bingung melihat semua reaksi orang-orang.


"Nikah yank?" tanya Raisor.


"Iya, jangan bilang masih lama?" tanya Karin.


"Venya udah tunangan loh mbak." kata Ziya.


"Iya, sama Aldi kan? Nikahnya kapan?" tanya Karin.


"Bukan, Venya tunangan sama itu, mbak kenal deh kayaknya, si em.. Alfred mbak, kenal gak?" kata Ziya.


"Yang pilot itu bukan?" kata Karin.


"Iya. Temannya mbak gak sih itu?" tanya Ziya.


"Enggak, dia itu abangnya teman mbak." jelas Karin.


"Oh.." kata Ziya.


"Jadi, Aldi.. Gak ada nikah sama siapa-siapa?" tanya Karin.


"Enggak ada. Lagian kalau Aldi nanti tunangan, pasti ada kami ngucapin dong mbak, lagian, tuh.. Itu abangnya Aldi loh mbak, mbak gak nanyak?" kata Ziya.


"Enggak sih." kata Karin.


"Berarti, Fitri bohong dong sama aku. Kenapa?" kata karin dalam hatinya.


.......


.......


.......

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2