Kristal

Kristal
Episode 29


__ADS_3

Keesokan paginya.


Ting-tong.. (suara bel)


Mendengar suara bel, Aldi pun bangkit dari tempat tidurnya, dan membuka pintu.


"Iya, ada a--" Dia pun berhenti bicara karena kaget melihat siapa yang datang.


"Selamat pagi." sapa Karin.


"Karin?" kata Aldi kaget.


"Iya, aku Karin. Baru satu minggu kamu hilang gak ada kabar kamu sudah lupa sama aku?' tanya Karin kesal.


"Enggak, aku cuman.." kata Aldi.


"Cuman apa?!" kata Karin.


"Kok, kok kamu ada di sini?" tanya Aldi.


"Oh, gak boleh? Yaudah, aku pulang ya." kata Karin berjalan pergi. Aldi pun menghentikannya.


"Masuk yuk, sayang." kata Aldi sambil tersenyum.


Karin pun masuk ke apartemennya Aldi.


"Em.., kamu udah sarapan?" tanya Aldi.


"Udah, kamu?" tanya Karin.


"Belum, aku aja baru bangun." jawab Aldi.


"Yaudah, aku masak ya." kata Karin menuju dapur.


"Bahan-bahannya gak ada sayang, lagi kosong." jelas Aldi.


"Lagi kosong atau memang gak ada?" tanya Karin.


"Lagi kosong.." kata Aldi tersenyum.


"Aku sudah beli bahan-bahannya pas menuju ke sini." kata Karin.


Karin pun mengikat rambutnya. Dia mulai mencuci bahan-bahan yang dia beli.


"Daripada kamu diam di situ, lebih baik kamu mandi." kata Karin.


"Nanti aja ya." kata Aldi.


"Sekarang.." kata Karin.


"Lagi malas sayang, lagian hari ini aku gak ada kerjaan, jadi nanti aja ya, aku mau lihat kamu masak dulu." kata Aldi.


"Pergi mandi sekarang, Aldi. Kamu ada salah sama aku, jadi jangan buat aku marah sayang." kata Karin sambil tersenyum.


"Em.." kata Aldi.


"Cepat!" kata Karin. Aldi pun pergi mengambil handuknya dan segera mandi.


Tuuuut.. Teleponnya Karin pun berbunyi, dia ditelepon oleh adiknya, Fitri.


"Halo." kata Karin.


"Kak, kakak di mana? Ini bang Raisor nyariin." kata Fitri.


"Ada perlu apa kamu menelepon kakak?" tanya Karin.


"Ha? Kan aku sudah bilang, ini bang Raisor nyariin kakak." kata Fitri.


"Kakak sudah bilang sama Raisor kalau kakak ada urusan, jangan asal bicara Fitri, bilang apa tujuan kamu menelepon kakak." kata Karin.


"Kakak di mana?" tanya Fitri.


"Kakak ada urusan, ada apa?" tanya Karin.


"Urusan apa? Ketemu dengan Aldi?" kata Fitri.


"Kalau iya emang kenapa?" tanya Karin.

__ADS_1


"Kak, kan aku su--"


"Apa? Nikah sama Venya? Kakak tidak tahu apa maksud kamu membohongi kakak, tapi jangan harap kakak percaya dengan apa yang kamu katakan." kata Karin menyela.


"Aku mengatakan seperti itu, agar kakak bisa melupakan Aldi, kakak sudah menikah kak. Bang Raisor sangat mencintai kakak, dia begitu sangat sayang menyayangi kakak. Masa kakak tega menyelingkuhi bang Raisor." kata Fitri.


"Itu bukan urusan kamu, jadi jangan ikut campur. Apa jangan-jangan kamu masih menyayangi Aldi?" tanya Karin.


"Kakak bicara apa sih! Kak, aku hanya--"


"Hanya apa? Cemburu? Maaf Fitri, tolong jangan ikut campur. Urus kisah cinta kamu sendiri, jangan urus urusan kisah cinta kakak, paham?" kata Karin.


"Kak, bang Raisor sudah baik sama kita, masa kakak tega sih.. Kak, kita bisa hidup enak sekarang karena bang Raisor. Kalau saja bang Raisor tidak membantu perusahaan papa, kita bisa hidup di jalan." jelas Fitri.


Perusahaan papanya Karin sempat mengalami kerugian yang sangat besar, namun, untung saja Raisor menolong perusahaan papanya Karin dan memberikan dana untuk membantu perusahaan papanya Karin.


Perusahaan papanya Karin pun selamat dari kebangkrutan.


"Kalau begitu, kamu saja yang menikahinya." kata Karin.


"Kak! Kakak kok bicara begitu sih. Kakak tahu kan, jika bang Raisor tidak menolong papa waktu itu, mungkin R Entertaiment sudah setara dengan ASP Entertaiment. Kakak tidak melupakan itu kan?" kata Fitri kesal.


"Kakak sudah bilang, jika kamu tahu bagaimana perjuangan Raisor, kamu saja yang menikahinya." kata Karin.


"Kak! Kak Karin!" telepon pun dimatikan oleh Karin.


"Apa yang dia pikirkan sih?!" kata Fitri kesal.


"Gua tidak bisa membiarkan kak Karin sampai cerai dengan bang Raisor." kata Fitri dalam hatinya.


Tuuuut.. tuut (bunyi dering telepon).


"Halo.." kata Sila.


"Halo kak Sila." kata Fitri.


"Fitri?" kata Sila.


"Iya kak, ini aku Fitri. Kak aku ma--"


"Aku minta maaf kak sebelumnya, aku melakukan itu karena aku tidak ingin kak Karin dan Bang Raisor cerai kak. Jika mereka cerai itu bisa membuat keluarga kami malu kak, bang Raisor juga sudah banyak membantu keluarga kami, makanya aku melakukannya kak. Sekali lagi aku minta maaf kak Sila." kata Fitri.


"Tidak, terimakasih." Sila pun langsung mematikan teleponnya.


"Kak, halo.. Berengsek!" kata Fitri kesal. Dia pun sampai melemparkan teleponnya.


"Bagaimana ini? kalau begini terus kak Karin bisa saja meninggalkan bang Raisor dan menikahi Aldi." kata Fitri dalam hatinya.


Di apartemen..


"Yank, cepat nanti makanannya keburu dingin." kata Karin.


"Iya yank bentar." kata Aldi.


Aldi pun keluar dari kamarnya.


"Uwah.." kata Aldi kagum.


"Em.., aku baru belajar masak yank. Gak baru-baru banget sih, cuman aku baru pertama kali masak kayak begini. Maaf ya kalau gak enak." kata Karin.


"Apaan sih, pasti enak lah.. Soalnya yang masak cantik." kata Aldi.


"Berarti kalau jelek, masakannya gak enak dong?" tanya Karin.


"Enggak lah, orangnya aja jelek, apalagi masakannya." kata Aldi.


"Astaga, jahatnya." kata Karin memukul pundaknya Aldi.


Aldi pun mulai mengambil nasi goreng ayam buatannya Karin. Lalu, memakannya. Wajahnya Aldi pun terlihat sangat tidak menikmati makanan tersebut.


"Gimana?" tanya Karin.


"Enak kok." kata Aldi.


"Gak enak ya?" tanya Karin.


"Enak sayang." kata Aldi.

__ADS_1


"Serius? Kalau gak enak bilang aja enggak, biar aku bisa belajar. Kalau kamu bilang enak, pasti masakan aku kayak gitu terus dong." kata Karin.


"Ya gak papa. Beneran enak kok." kata Aldi.


"Coba aku rasa." kata Karin. Aldi pun menyuapi Karin.


Ketika makanan itu masuk Karin langsung melepehkannya.


"Tuh kan, asin banget.. Kenapa gak jujur aja sih?" kata Karin.


"Lah, lidah kamu aja yang lain, menurut aku enak kok." kata Aldi.


"Kalau begitu habiskan ya.." kata Karin.


"Iya." kata Aldi.


"Udah ah, kita pesan aja makanannya." kata Karin mengambil makanan tersebut dari Aldi.


"Apaan sih, enak juga." kata Aldi kembali melahap makanan Karin.


"Terserah lah." kata Karin sambil tersenyum.


Beberapa menit kemudian, makanan tersebut habis dimakan oleh Aldi. Setelah itu, dia pun tiduran di pangkuannya Karin.


"Em.., Yank." kata Karin sambil mengusap rambutnya Aldi.


"Mmm.." kata Aldi.


"Kamu, kenapa gak jadi datang ke acara AFE?" tanya Karin.


"Em.., aku lagi ada kerjaan." kata Aldi.


"Terus kenapa kamu tidak bisa dihubungi?" tanya Karin.


"telepon aku lobet sayang." kata Aldi.


"Hampir satu minggu?" tanya Karin.


"Em.., ya.. aku lupa mengisi batrainya." kata Aldi.


"Yank.." kata Karin.


"Mm.. Apa?" tanya Aldi.


"Aku seburuk itu ya?" tanya Karin.


"Kamu cantik kok sayang, apaan sih." kata Aldi.


"Terus kenapa kamu tidak menceritakan sama aku apa yang terjadi? Apa aku tidak pantas?" tanya Karin.


"Yank kamu ngomong apaan sih.. Ha?" tanya Aldi.


"Yaudah bilang sama aku kamu kenapa?" kata Karin memaksa.


"Aku hanya tidak ingin memberikan beban sama kamu Karin." kata Aldi.


"Bagaimana aku mau menikah dengan kamu, sementara kamu tidak pernah terbuka sama aku. Sudah hampir satu bulan kita menjalin hubungan, dan kamu belum pernah menceritakan masalah kamu sama aku." kata Karin.


"Kalau aku cerita, apa kamu mau menikah dengan aku?" tanya Aldi.


"Dengan senang hati sayang." kata Karin.


Aldi pun langsung duduk dan memegang bahunya Karin.


"Kamu serius?" tanya Aldi.


"Ya." kata Karin sambil tersenyum.


Aldi pun langsung memeluk Karin dan menciumnya.


.......


.......


.......


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2