
Gerbang terbuka.
Ujian kali ini harus menghancurkan semua robot dan setiap robot ada nilai harus yang tertentu.
Roobot A. \= 20
Roobot F. \= 5
Roobot D. \= 15
Roobot S.\= 50
"aku harap kau tidak bertemu dengan roobot S. Jika kau bertemu kau harus berusah lari dari roobot S itu walau pun ia punya nilai lebih tinggi tapi kau harus pergi." ujar kepala sekolah serius.
Kristal yang mendengarkan itu hanya diam dan serius.
Kristal yang baru masuk di arena tengga sudah sambut langsung oleh roobot A dan kristal pun tidak sukan sukan untuk bertarung dengan roobot roobot itu.
Kristal menyerang menyadari bawah yang hadapi lebih koko dari sebuat batu bata.
"wah aku sudah lama tidak melakukan hal yang seperti ini "ujar kristal yang serius.
Kristal menajamkan dan memperkuat setiap serangan.
"aku bisa berefolusi dengan cepat jika lawan ku semua seperti ini" ujar kristal
"anak ini setiap gerakan dan seranggan seperti sudah ahli dalam bidangnya "ujar kenzo melihat dengan teliti
" apa yang kau katakan benar wajahnya santai dan sanggat mengerti setiap gerakan akan di lakukan oleh roobot lainnya " ujar Ze terlihat binggung.
"coba kita buat dirinya bertemu dengan roobot S. Ini jika ia bisa melewati" ujar kelapa sekolah.
Kristal yang sedang sanggat serius akirnya bertemu dengan roobot S. Dengan sendirinya
"jadi tapilan roobot S seperti wujut manusia yah" ujar kristal sedang mengamati.
__ADS_1
Roobot S menyerang secara tiba tiba. Kristal yang menyadari serangan tersebut langsung menghindar.
"jadi roobot S ini aku pikir ia besar apa ternyata hampir persis dengan tubuh manusia tapi daya hancur hampir persis dengan seorang pembunuh sunggu ujian yang mengerikan"ujar kristal tersenyum.
Roobot S dengan cepatnya ia melumpukan roobot itu dengan mudah tumbang tanpa butu usah yang besar.
"anak ini sunggu pandai mengunakan kekuatanya dan cepat mengerti setiap serangan roobot"ujar kenzo
"ia anak berbakat di antara anak berbakat."ujar ze
"bukan itu ia sanggat pandai dan mengerti semua cara tempur roobot"ujar kepala sekolah.
Esokan pagi.
"kristal di mana kau ? "ujar profesor jingga.
Kristal yang mendengar dan turun dari kamarnya ia sudah memakai baju seragamnya.
"wah cantiknya sini duduk dan makan"ujar jingga
"di sekolah kau harus berikap layaknya orang tidak mengerti semunya jika kau melakukan hal ini sama di ujian masuk kau akan curiga dengan dirimu kristal "ujar jingga
"baik profesor"ujar kristal
"ujah sana pergi sekolah "ujar jingga
Kristal yang santai masuk sekolah dan menujuh runang guru.
"kristal kau ikut aku kelas mu yang sudah di tentukan."ujar bpk kenzo
Krisral hanya mengikuti guru yang mengantarnya
(Seorang gadis seperti dirinya sanggat pandai dalam soal menghancur dan membunuh semuanya )pikirkan kenzo
"anak anak ada murid baru ia akan menjadi teman sekelas kita ayo masuk "ujar bpk kenzo
__ADS_1
Kirstal masuk seperti biasa dan semua menatap kristal dengan sanggat berbeda.
"hem.. Jadi ada yah seorang anak dengan rambut silfer dan bermata mereh darah "ujar ketua kelas.
"nak perkenalkan diri mu "ujar bpk kenzo
"nama saya krital Fres salam kenal semunya"ujar krital.
"apa kau anak profesor jingga ? "ujar meil terkejut.
"setau ku prosefor jingga tidak perna menika apa lgi punya anak "ujar Farli
"emang sorang anak harus umbarkan atau di pulikasikan ?"ujar krital menatap tajam
Farli langsung takut melihat sorot mata kristal.
Yang mengerikan itu
"jika kalian tidak tau apa lebih baik diam dan mendengarkan saja "ujar krital yang sanggat tajam itu
"sikan duduk kristal"ujar bpk kenzo.
Di tempat latihan di pusat fektor C.
"di sini kalian akan menjadi musu untuk mencari dua bolah ini jika anta kalian berasil menemukan bolah merah dan hijau kalian langsung ke tempat gerbang utama fektro C apa kalian semua mengerti "ujar bapak kenzo
"MENGERTI!!!"UJAR SEMUANYA
"sekarang kalian bubar"ujar bpk kenzo
Semua sudah bubar kecuali kristal yang hanya diam.
"ada apa kristal ?"ujar bpk kenzo binggung.
bersambung....
__ADS_1