
"Fit, kamu gak makan?" tanya Rido (pacarnya Fitri).
"Enggak." kata Fitri.
"Enak lo makanannya, kamu pasti suka deh." kata Rido sambil memberikan piring yang dia pegang ke Fitri.
"Enggak, aku udah makan tadi." kata Fitri.
"Kamu, kamu masih tidak terima dengan pernikahan ini ya?" kata Rido.
Fitri hanya diam, dia tidak menjawab pertanyaan dari Rido.
"Fit, maaf kalau kamu tersinggung, tapi kalian sudah putus udah lama, kamu juga tahu kalau Aldi mencintai Karin, harusnya ini tidak membuat kamu kaget, tapi kenapa, kenapa kamu masih saja memikirkannya..
..kenapa kamu tidak melupakannya saja, dan fokus mencari yang lain, masih banyak yang sayang dan bisa mencintai kamu dengan tulus, contohnya aku, aku sayang sama kamu Fit.. Walaupun aku tidak sekaya Aldi, tapi aku bisa kok, memberikan kamu kebahagiaan walaupun sederhana." kata Rido.
"Sebelum aku menjawabnya, aku ingin bertanya, kenapa kamu masih di sini, padahal kamu tahu kalau aku menerima kamu hanya untuk bisa melupakan Aldi, bukan karena aku sayang sama kamu, dan kamu tahu itu..." kata Fitri.
"Soalnya aku--"
"Sayang? Cinta? Kasihan? Apa?" kata Fitri.
"Aku sayang sama kamu Fit, kamu tahu itu bukan?" kata Rido.
"Tapi aku gak cinta sama kamu Rido. Kenapa kamu masih aja tetap kekeh untuk membuktikan kalau kamu mencintai aku? Aku sudah tahu, tapi maaf, aku mencintai seseorang yang bahkan aku rela di jadikannya selingkuhan." jelas Fitri sambil meneteskan air matanya.
"Tapi dia sudah mencampakkan kamu Fit." kata Rido.
"Aku pikir, karena kita berada dalam posisi yang sama, kamu akan mengerti, tapi ternyata tidak ya.. Kita udahan aja ya, selamat tinggal." kata Fitri pergi meninggalkan Rido.
"Fit, Fitri.. Fit!" kata Rido, namun Fitri tidak meperdulikannya dan masuk ke dalam rumah.
Rido pun berniat untuk mengejarnya, namun dia ditahan oleh seorang pria.
"Eh, apa-apaan lo lepasin gua." kata Rido.
Pria tersebut pun menggelengkan kepalanya, dan dia pun berkata "Cukup, sudah cukup. Berhentilah." kata pria tersebut.
"Elo siapa melarang gua, gua akan terus mempertahankan hubungan gua, lepas tangan gua!" kata Rido.
"Hubungan? Emangnya Fitri beneran mencintai lo?" tanya pria tersebut.
Rido pun terdiam.
"Cukup, perjuangan elo berhenti saja sampai sini. Lupakan dia, dan cari orang lain. Mengejarnya bukan keputusan yang baik, jadi berhentilah. Elo akan lebih tersakiti lagi jika lo lanjut, tidak akan ada yang berubah, percaya sama gua." kata Pria tersebut.
"Ini saran gua, jangan mengejar seseorang yang sudah disakiti berkali-kali, dan dia tetap saja mencintai orang tersebut. Berhenti, elo tidak akan mendapatkannya, percaya sama gua." kata pria tersebut sambil melepaskan tangan Rido.
"Elo siapa sih? Kok lo tahu kalau Fitri tidak mencintai gua?" tanya Rido.
"Gua abang sepupunya Fitri, nama gua Fajar. Gua adalah orang pertama dari keluarganya Fitri yang tahu kalau dia dengan Aldi punya hubungan." kata Fajar.
"Mungkin elo belum tahu, kalau Fitri sudah tahu dari awal kalau Aldi mencintai kakaknya, tapi dia diam dan tidak mau membahasnya dengan Aldi, karena dia ingin mempertahankan hubungannya dengan Aldi, karena dia begitu mencintai Aldi, jadi, berhentilah, ini demi kebaikan lo.." jelas Fajar.
Rido pun terduduk di kursi dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya, dia pun mulai meneteskan air matanya.
Di tempat lain, Raisor dan yang lainnya di kagetkan dengan kedatangan Safa.
Safa adalah anggota dari Bintang Star Nine9, dia juga adalah adik sepupu dari Raisor, dan Aldi.
"Kapan lo balik Saf?" tanya Riska.
__ADS_1
"Tadi pagi, sekitaran jam-jam tiga lah." kata Safa.
"Oh gitu, kok lo gak bilang-bilang sama kami kalau lo udah pulang?" kata Riska.
"Maaf, gua capek banget. Sampai di rumah, gua langsung tidur. Terus tadi nyokap gua nelpon, suruh ke sini." jelas Safa.
"Oh, berarti elo gak memang gak mau datang gitu?" kata Riska.
"Coy! Kita lagi di lingkungan ASP loh.." kata Safa.
"Kenapa? Takut?" kata Shopie.
"Menurut lo?" kata Safa sambil tertawa.
"Yah, mana gua tau." kata Shopie sambil tertawa.
"Em.., btw acaranya udah selesai?" tanya Safa.
"Udah sih kayanya, tinggal pemotretan aja sih mereka." jelas Shopie.
"Mereka nikahnya di mana sih?" tanya Riska.
"Di hotel Bee." jawab Chintya.
"Oh, terus ini? Ini cuman buat acara ini doang?" kata Riska kaget melihat teratak yang terpasang di depan rumahnya Aldi.
"Iya, kalau di sini, masa kayak gini doang. Pelaminannya aja gak ada." kata Chintya.
Riska pun hanya bisa geleng-geleng kepala sambil tersenyum melihat semua ini.
"Untung udah nikah." kata Canjan.
"Emang kalau belum kenapa Can (ken)? Berat ya?" kata Raisor.
"Apalagi di depan orang tuanya." kata Janjan.
"Selesai." kata Canjan.
"Untung gua udah cerai.." kata Jamster.
"Bangsat.." kata Raisor. Semuanya pun tertawa.
Di saat mereka lagi asik mengobrol, tiba-tiba banyak yang histeris. Raisor dan yang lainnya pun melihat yang datang.
Dan yang datang adalah.. Grup musik paling populer saat ini, yaitu Hearts. Hearts yang memiliki empat personil berhasil menjadi grup musik paling diminati semua kalangan di dunia.
Pihak keamanan dari komplek perumahan tersebut pun mengamankan orang-orang tersebut.
"Hai Chintya.." kata Riyu (salah satu personil Hearts)
"Hai bang.." jawab Chintya dengan tersenyum.
"Tambah cantik aja loh." kata Dika (salah satu personil Hearts.
"Bisa aja.." kata Chintya.
"Chin, sini deh, ada yang mau abang tanya." kata Riyu. Chintya pun berdiri dan menghapiri Riyu.
Chintya pun pergi dengan Riyu dan personil Hearts lainnya.
"Chintya akrab banget ya sama anak-anak ASP." kata Riska.
__ADS_1
"ASP Entertaiment kan sponsornya Greens, jadi wajar lah. Kan waktu itu, Chintya pernah ikut pertemuan dengan anak-anak ASP, dia juga orangnya gampang akrab, jadi gak kaget sih bisa melihat dia akrab dengan anak-anak ASP." jelas Safa.
Di tempat lain, saat para personil Hearts mengambil makanan, Riyu dan Chintya pun mengobrol.
"Raived (suaminya Chintya) mana?" tanya Riyu.
"Lagi ada pertandingan." kata Chintya.
"Oh, berarti dia gak datang dong ke acara ini?" tanya Riyu lagi.
"Enggak kayaknya." kata Chintya.
"Ah, bisa dong berarti.." kata Riyu sambil memegang tangannya Chintya.
"Bisa apa?" kata Chintya sambil melepaskan tangannya dari genggam Riyu.
"Bisa.. Apa ya.." kata Riyu sambil tersenyum ke arah Chintya.
"Apaan sih." kata Chintya.
Riyu pun berdiri dan menyalam mamanya Aldi yang lewat. Chintya pun juga ikut menyalam mamanya Aldi. Setelah itu, mereka pun kembali duduk.
"Eh, Riyu mana?" tanya Dika.
"Biasa, kita cari tempat lain aja deh." kata Ryan.
"Kesana aja kita, kita ganggu mereka." kata Bayu.
"Malas banget, kalian aja lah, gua kesana aja." kata Ryan pergi meninggalkan mereka berdua dan mencari tempat duduk.
"Dih, cemburu.." kata Bayu.
"Berisik." kata Ryan.
"Dia masih sakit hati aja ditolak sama Chintya?" tanya Dika.
"Masih lah, sama Riyu aja dia agak jaga jarak kan semenjak Riyu jadian sama Chintya." kata Bayu.
"Dia duluan kan yang mendekati Chintya?" tanya Bayu.
"Iya, tapi yang diterima malah Riyu." jawab Dika sambil tertawa.
"Jujur ya, mereka berdua itu goblok tau gak, Chintya sudah punya suami padahal." kata Bayu.
"E, eleh.. Elu juga naksir kan sama Chintya, tapi karena Chintya nya gak mau, makanya elo bilang kayak gitu." kata Dika.
"Sudahlah Dika, kita akui saja, kalau kita semuanya suka sama Chintya, dan yang diterima, Riyu." kata Bayu.
"Kita kasih tahu aja yuk sama Raived, biar putus mereka, biar semuanya gak ada yang dapat Chintya." kata Dika.
"Telat lu Dik, pas gua ditolak sama Chintya, terus gua tahu kalau dia jadian sama Riyu, gua udah mau kasih tahu ke Raived, bahkan gua udah di kantornya Greens, tapi tidak jadi.." kata Bayu.
"Karena?" tanya Dika.
"Karena gua sakit perut." kata Bayu.
"Maksudnya?" tanya Dika.
.......
.......
__ADS_1
.......
...Bersambung...