Kristal

Kristal
Episode 31


__ADS_3

Hujan deras yang membasahi kota Forhes, terlihat Raisor yang duduk sendirian di sebuah taman, didatangi oleh Silvy.


"Rai, lo ngapain di sini?" tanya Silvy.


"Eh, Sil. Hai.." kata Raisor.


"Apaan sih, ayo, kita berteduh.. Ayo.." tarik Silvy.


Mereka pun berteduh di sebuah pondok yang berada di dekat taman tersebut.


"Nih, gua bawa tisu, lap wajah lo." peritah Silvy.


Raisor pun melap wajahnya dengan memakai tisu.


"Elo ngapain sih? Kayak anak kecil aja." kata Silvy.


Raisor hanya diam.


"Rai.." kata Silvy.


"Sil, gua pulang dulu ya. Gua berharap semoga ini adalah mimpi." kata Raisor.


"Mimpi? Rai, apa yang terjadi?" tanya Silvy.


"Gua permisi. Terimakasih atas tisunya." kata Raisor dan pergi meninggalkan Silvy.


"Dia kenapa sih?" tanya Silvy.


Sesampainya di rumah, Orang tuanya Karin dan orang tuanya Raisor yang sudah duduk di ruang tamu.


"Eh, Raisor. Kamu sudah pulang sayang?" tanya mamanya Raisor.


Orang tuanya Raisor datang ke Forhes karena untuk menghadiri acara AFE, dan mereka berniat balik ke kampung halaman pada sore ini.


"Sudah, mama sudah siapkan semua koper kan? Aku pergi mandi dulu ya, habis itu aku akan antar mama ke--" Mamanya Raisor memeluknya dengan erat.


"Mama tidak tahu harus ngomong apa, mama hanya bisa bilang sabar.. Kamu pasti yang lebih baik." kata mamanya Raisor.


"Berarti Karin sudah memberitahukan semuanya ma?" tanya Raisor.


"Iya, tadi dia menelepon mamanya dan menjelaskan semuanya." kata mamanya Raisor.


"Begitu ya.." kata Raisor "mama gak usah nangis, aku gak papa kok." sambungnya.


Papa dan adiknya pun mendatangi dan memeluk Raisor.


"Dih, aku yang di selingkuhi kenapa kalian yang menangis sih." kata Raisor tertawa.


"Gak papa.. Aku sudah ikhlas kok.." kata Raisor dengan tersenyum.


Karena masalah tersebut, orang tuanya pun memutuskan untuk tetap berada di sini sampai masalah selesai. Raisor pun pergi ke kamarnya dan..


Dia menangis tanpa ada yang mendengarnya.


"Kami meminta maaf atas kelakuan dari anak kami." kata papanya Karin.


"Tidak apa-apa, saya juga bingung harus bereaksi seperti apa, soalnya Karin berselingkuh dengan anak saya juga." kata papanya Raisor.


"Sekarang, kita harus apa?" tanya papanya Karin.


"Saya tidak tahu, begini saja.. Kita kumpulkan dulu semuanya, Aldi, Karin, dan juga Raisor. Kita harus mencari jalan terbaik dari semua ini, agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan." kata papanya Raisor.


Pada malam harinya, Semuanya di kumpulkan untuk menemukan titik terang dari masalah yang terjadi.


Setelah beberapa menit menunggu, Akhirnya Aldi dan Karin pun datang.


Semua mata pun tertuju ke mereka.


"Karin.." kata Raisor. Mata Raisor pun tidak sengaja melihat tangannya Karin yang sudah tidak memakai cincin di jari manisnya.

__ADS_1


"Dia sudah mencabutnya." kata Raiasor dalam hatinya.


"Selamat ya Aldi, kamu berhasil mendapatkan apa yang kamu inginkan." kata Fitri.


"Fitri, jaga omongan kamu." kata Karin.


"Oh, kenapa? Kakak marah? Kakak gak su--"


Karin pun menampar Fitri.


"Kakak bilang jaga omongan kamu." kata Karin.


Fitri yang ingin membalas tamparan Karin di tahan oleh Aldi.


"Waw, kombinasi yang bagus ya? Saling menjaga satu sama lain." kata Fitri.


"Kita duduk yuk." kata Aldi.


"Ayok." kata Karin.


"Apa bagusnya Karin sih Aldi? Sampai-sampai kamu rela mengkhianati abang kamu sendiri." kata Fitri.


"Karena aku menginginkannya. Aku mencintai Karin, aku sayang banget dengan Karin.. Dan aku ingin memilikinya." kata Aldi.


"Tapi dia adalah istri dari abang kamu.. Dan apa kamu tidak takut?" tanya Fitri.


"Takut? Kenapa aku harus takut?" tanya Aldi.


"Karin bisa saja mengkhianati mu sama dengan apa yang dia lakukan dengan Raisor." kata Fitri.


"Takut sih." kata Aldi.


"Ha?" kata Karin.


Aldi pun tersenyum ke arah Karin dan memegang pipinya.


"Siapa sih yang tidak takut kehilangan seorang bidadari?" kata Aldi.


"Wah, bidadari ku sangat cantik ya." kata Raisor.


"Hei!" kata Karin sambil memukul pundaknya Karin.


Karin adalah orang yang tidak terbiasa menerima kata-kata yang romantis seperti itu, Itu membuatnya geli.


"Kalian sangat romantis ya?" kata Raisor.


"Raisor.." kata Karin.


"Semoga kalian bisa awet ya. Jangan lupa undangannya ya.. Karin." kata Raisor.


"Mm.. Jangan lupa bawa yang baru." kata Karin.


"Gua usahakan." kata Raisor tersenyum.


Karena Raisor yang sudah merelakan Karin, Mereka pun membicarakan soal hubungan Aldi dengan Karin.


"Aldi, apakah om boleh bertanya?" tanya papanya Karin.


"Boleh om.." kata Aldi.


"Kamu beneran mau menikah dengan putri saya?"tanya papanya Karin.


"Beneran om." kata Aldi.


"Kamu yakin tidak akan meninggalkan Karin seperti kamu meninggalkan putri saya yang lainnya?" tanya papanya Karin.


"Maaf om. Tapi saya beneran serius dengan Karin om, saya ingin menjadikannya istri dan ibu dari anak-anak saya om." kata Aldi.


"Bisa biasa aja gak jawabnya?" tanya Karin.

__ADS_1


"Ya, aku ingin kamu jadi istri dan ibu dari anak-anak aku sayang, emang gak boleh?" tanya Aldi.


"Beneran nih?" tanya Karin.


"Apa?" tanya Aldi.


"Oke, gitu main kamu kan. Oke, siapa takut." kata Karin.


"Bercanda sayang.. Maaf.." kata Aldi memeluk Karin.


"Uwah, bang Aldi beneran takut loh.." kata Aril.


Aril adalah adiknya Aldi. Aril adalah pemilik perusahaan Aril, perusahaan yang bekerja di bidang designer. Perusahaan Aril berada di puncak sebagai perusahaan designer terbaik di dunia.


"Berisik." kata Aldi.


"Ih, kamu ya. Gak boleh kayak gitu." kata Karin.


"Maaf.." kata Aldi sambil memeluk Karin.


"Uwah.." kata Aril benar-benar takjub. Karena Aldi adalah orang yang keras kepala, dia jarang mendengarkan orang lain. Tapi Karin bisa membuat Aldi mendengarkannya.


"Jadi, kapan kalian akan menikah?" tanya mamanya Aldi.


Aldi dan Karin pun saling lihat-lihatan..


"Kok kamu melihat aku?" tanya Aldi.


"Ya, terus aku lihat siapa?" kata Karin.


"Em.., ini.. Hari apa sayang?" tanya Aldi.


"Hari jumat." kata Karin.


"Berarti.. Minggu.. Senin, senin ma." kata Aldi.


"Senin? Senin kapan?" tanya mamanya Aldi.


"Senin ini." kata Aldi.


"Ha?" ucap semua orang. Semua orang kaget dengan perkataan Aldi.


"Senin ini Aldi?" tanya mamanya Karin.


"Iya tante." kata Aldi.


"Emang bisa? Tinggal tiga hari lagi loh?" tanya papanya Aldi.


"Bisa kok pa." kata Aldi.


"Beneran senin ini? Jangan bercanda dong sayang, ini lagi serius loh?" bisik Karin.


"Aku serius." bisik Aldi sambil mencium pipinya Karin.


Semua orang pun tersenyum melihat Aldi yang mencium pipinya Karin.


"Yank, kamu bisa gak sih, gak asal cium aja, ini lagi di depan orang loh?" bisik Karin


"Kan aku mencium kamu, bukan orang lain." kata Aldi.


"Ya.. Tapi.." kata Karin yang tidak bisa berkata apa-apa.


Setelah berunding cukup lama, Karin dan Aldi pun akan melangsungkan pernikahan pada hari Senin.


.......


.......


.......

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2