
Mereka bertiga kembali duduk dengan tenang tanpa luka dan merasa seperti tidak terjadi apa - apa, mereka mencoba melanjutkan pembicaraan mereka mengenai situasi kerajaan saat ini. Liam terlihat sedang berpikir tentang kemungkinan pergerakan kerajaan Sonne yang terjadi dalam waktu dekat.
“Ngomong - ngomong, apa ada pergerakan dari kerajaan Sonne, Robert?”
“Aku rasa tidak untuk saat ini. Dari informasi yang kuterima mereka sudah mulai mengumpulkan pasukan. Mereka mungkin akan bergerak musim gugur nanti dengan memanfaatkan hasil panen sebagai persediaan.”
“Entah ini karena stres atau mengetahui prajurit kita yang tertahan di barak yang membuatku sakit kepala.”
Liam merasa kepalanya begitu berat dengan tangannya yang membantu menopang beban kepalanya. Robert dan Albert menghela nafas merasa setuju mendengar apa yang dikatakan Liam, mereka yang mengetahui situasi kerajaan di saat ini pasti akan merasakan stres. Seperti mereka bertiga.
“Iya aku mengerti maksudmu Liam, hal ini terlewat menyedihkan.”
“Kita bertiga tahu bahwa Pangeran Edgar tengah diracun karena kita melihat kejadian itu di depan mata saat Pangeran berada di pesta kerajaan.
“Lalu dia kembali sadar saat ini dari komanya seolah tuhan mengabulkan doa Ratu Helena sebelum dia meninggal, hanya saja dia terbangun di situasi yang buruk.”
Jelas Albert pada mereka yang terlihat menunjukan ekspresi serius, Apa yang Albert katakan membuat mereka menjadi hening membayangkan rasa penyesalan karena mereka yang melihat kejadian itu tidak berhasil menangkap pelakunya.
Brakk!
“..., namun Aku tidak mengerti kenapa orang - orang menyebarkan rumor buruk dirinya yang membawa kutukan di keluarganya!”
Robert merasa geram memukul meja dihadapannya, memikirkan hal yang terjadi pada keluarga kerajaan saat mendengar Albert mengingatkan tentang kejadian itu.
“Tenanglah Robert pelankan suaramu, aku mengerti perasaanmu yang telah mengabdi sebagai pengawal keluarga kerajaan sejak lama, tapi saat ini kamu sedang menjadi orang buangan jangan membuat orang curiga dengan tempat ini.”
“Benar apa yang Albert katakan Robert, mata yang mereka miliki cukup banyak. Aku pikir bangsawan korup itu sudah merencanakan hal itu sejak awal untuk mendiskreditkan Pangeran Edgar.”
Albert mencoba menenangkan Robert yang nadanya terdengar begitu kesal dan keras, suaranya yang kencang membahas keluarga kerjaan akan membuat orang lain mungkin akan mendengar dan mengetahui persembunyian mereka.
Creek!
Suara kayu reot yang tiba - tiba mereka dengar, mereka bertiga terlihat terdiam sejenak memastikan suara disekitarnya, mereka melihat ke atas menyadari sumber suara itu berasal dari loteng. Mereka saling melirik satu sama lain terlihat tetap tenang dan melanjutkan pembicaran, sementara Liam berusaha mencari cara untuk naik.
“Bagaimana dengan suratnya Robert? Apa kamu sudah mengirimkan itu kepada adik Ratu Helena?”
Tanya Albert penasaran karena dia merasa belum mendapat kabar apapun dari Robert semenjak kemarin.
__ADS_1
Mereka memperhatikan Liam tampak menemukan sebuah lubang dari sebuah ruangan di bagian belakang, Liam memberikan isyarat kalau dia akan melompat naik dengan bantuan rak dinding di dekatnya. Mereka kembali melanjutkan perbincangan.
“Akan sedikit membutuhkan waktu, karena penjagaan perbatasan yang begitu ketat hanya pedagang dari kota bebas Markesh yang bisa keluar masuk dari perbatasan, kita hanya tinggal menunggu konvoi mereka untuk berangkat.”
“Dia harus mengetahui kesembuhan Pangeran Edgar, hanya itu satu - satunya jaminan yang bisa kita berikan untuk Pangeran jika keadaan mendesak.”
Robert menanggapi dengan santai. Mereka mendengar suara langkah kaki begitu cepat mereka tahu Liam telah memulai aksinya.
“Aaaah!”
Suara itu terdengar seperti anak laki - laki. Tidak lama dari itu terlihat Liam keluar dari ruangan kosong itu yang dia temukan lubang menuju loteng.
“Aku rasa bukan penyusup. Bocah ini tidak terlihat seperti seorang penyusup.”
“Apa dia pingsan…, Si bodoh ini apa kamu memukul anak kecil ini?”
“Hoi! Tentu saja tidak Robert. Saat aku menangkapnya, dia langsung pingsan.
Liam menemukan seorang anak laki - laki bertubuh kecil yang begitu kurus dengan pakaiannya yang begitu lusuh dan membawanya mendekat ke mereka berdua.
Robert terdiam saat membayangkan kenapa anak ini pingsan, dia memperhatikan Liam dengan wajah tua yang tampak galak serta janggut panjangnya di loteng yang gelap dan sempit itu.
Albert meminta Liam untuk membaringkan anak kecil itu di meja, Albert memperhatikan anak kecil itu dengan seksama.
“Sepertinya anak ini seorang budak yang melarikan diri.”
Asumsi Albert ketika melihat anak kecil ini memiliki luka di tangannya dan di pergelangan kakinya terdapat bekas luka yang bentuknya seperti bekas sehabis di belenggu.
“Oh … ini menarik, dia memiliki taring yang tampak berbeda … dan juga kukunya. Sepertinya bocah ini seorang manusia serigala.”
Albert semakin penasaran saat melihat kuku yang tidak terawat dari anak kecil itu tampak tidak normal karena terlihat panjang begitu rapi untuk seorang budak apalagi seorang anak kecil.
“Ha! Kamu bercanda Albert. Manusia serigala? Tapi dia tidak memiliki ekor ataupun telinga yang tampak seperti hewan.”
“Entahlah … mungkin karena dia masih anak - anak. Memangnya kamu pernah melihat manusia serigala saat mereka masih anak - anak, Liam?
Liam terlihat sedang berpikir mencoba mengingat, dia menggelengkan kepalanya merasa tidak pernah melihat walaupun populasi mereka tidak banyak di daratan blume tapi Liam merasa pernah pergi ke wilayah tempat tinggal manusia serigala saat dia berada di militer.
__ADS_1
Mereka bertiga pernah bertemu dengan manusia serigala ataupun ras dari setengah manusia lainnya, tapi mereka tidak pernah terpikirkan melihat ras dari setengah manusia saat masih dalam kanak - kanak, yang membuat itu jadi pengalaman pertama mereka melihatnya.
“Aku rasa kita harus merawatnya.”
“Iya itu benar, akan sulit jika anak ini melaporkanmu bersembunyi disini Robert.”
Mereka berdua tampak memperhatikan anak kecil misterius itu, mereka merasa tidak tega untuk menelantarkan anak kecil yang tampak kurus kering seperti itu, belum lagi akan beresiko jika nantinya anak ini kembali ditangkap pemiliknya, yang mungkin akan memeriksa tempat ini dan melaporkan bangunan ini.
“Sepertinya aku tidak bisa ikut merawat anak ini, walaupun aku penasaran kenapa dia bisa berada disana.”
“Aku permisi dulu tuan - tuan karena waktu yang aku gunakan sudah terlalu lama, aku tidak ingin mereka kembali mengawasiku begitu ketat, sisanya akan kuserahkan pada kalian.”
Albert merasa tidak mungkin berlama - lama bersama mereka karena Albert masih bekerja di kastil utama, yang membuatnya cukup rawan jika menarik perhatian mata - mata dari bangsawan lain jika mengetahui dia tidak berada di kastil cukup lama.
***
Di sore yang berbeda. Hari di awal musim gugur saat menjelang sore di kota ini terasa cukup panjang, dengan warna langit sore yang indah dilihat, ditambah dengan daun - daun yang gugur sebagian di tanah yang menunjukan musim telah jelas berganti membuat sebagian orang merasakan akan datang suatu perubahan yang terjadi.
Seperti Akhsan yang saat ini berada di halaman disaat langit sore terlihat cukup redup bersama burung merpati di tangannya, burung merpati itu memiliki bulu coklat tampak gelap yang membuatnya cukup sulit dilihat di waktu seperti ini.
Burung merpati itu memiliki tempat khusus di area kakinya, Akhsan menaruh secarik kertas berisikan pesan di dalam tempat itu dan melepaskan burung merpati itu terbang mengantarkan pesannya.
Seseorang dengan pakaian serba hitam keluar dari balik semak - semak, menghampiri Akhsan membisikan sesuatu padanya.
“Kami kehilangan jejaknya, tapi kami telah mengetahui tempat dia bekerja.”
“Bakar tempat itu, bisa jadi tempat itu sarang persembunyian mereka, ada yang lain?”
“kami menemukan tikus yang menyusup dalam rombongan konvoi pedagang Markesh, dia membawa surat dengan segel kerajaan.”
Akhsan terlihat tersenyum sambil memperhatikan burung merpati itu terbang menjauh darinya, tangan nya seolah meminta surat yang dimaksud orang misterius itu. Dia melihat isi dari surat yang tertuju untuk Marquis Theo tentang permintaan penyelamatan Edgar, Akhsan terdiam membacanya dan menyimpan pesan itu.
Marquis Theo merupakan seorang bangsawan Rosen yang menguasai daerah Lunden, sebuah daerah yang letaknya berada di selatan perbatasan kerajaan Rosen dan merupakan seorang adik dari Ratu Helana, yang artinya dia adalah paman Edgar.
“...oh, menarik. Jangan lupa sekap dia, mungkin dia akan berguna. Jika tidak ada yang lain cepat pergi sebelum ada yang melihat.”
Akhsan masih tersenyum, senyumnya saat ini begitu licik, dia seperti merencanakan sesuatu memanfaatkan pengirim pesan itu dan tanpa banyak tanya seseorang yang misterius itu kembali ke dalam semak - semak. Akhsan tidak melihat orang itu lagi. Dia seperti menghilang di dalam bayangan.
__ADS_1