
‘Ugh, bau alkohol, keringat, minyak hewan serta bau busuk ini. Bau ruangan ini benar - benar menjijikan.’
Pikir Ludi yang sontak langsung mencium bau ruangan itu disaat dia baru masuk kedalam ruangan.
Berada di dalam gudang penyimpanan itu. Ludi melihat lantai yang begitu kotor, di ruangan yang tidak terlalu luas itu terlihat banyak tumpukan tong dan kotak kayu yang bertumpuk di sekitar dinding tidak beraturan di dalam ruangan, melihatnya membuat tempat ini terlihat begitu sempit belum lagi dengan meja dan kursi di tengah ruangan yang terlihat berantakan.
Semakin masuk kedalam ruangan Ludi melihat meja itu penuh dengan tumpukan kartu yang berantakan, kartu itu terlihat basah dengan ada botol - botol minuman di sekitarnya yang terlihat menumpahkan itu..
‘Santai sekali hidup mereka, apa mereka sepintar itu bermain stra-karte, sayang sekali mereka terhenti di tengah permainan saat kami menyergap mereka.’
Pikir Ludi kembali saat melihat kartu - kartu itu tengah terbagi ke setiap bagian sisi meja, dan melihat berbagai gambar karakter yang berbeda pada kartu itu.
Itu sebuah permainan kartu yang cukup umum di benua Blume, sebuah permainan taktis yang mengandalkan strategi dan digabung dengan permainan peran seperti sebuah catur yang hanya saja permainan itu lebih ringan dari strategi catur karena permainan itu mengandalkan keberuntungan, semakin bagus peran yang di dapat semakin banyak jumlah kartu yang didapatkan.
Mengalihkan pandangannya dari itu, Ludi tampak mencoba membuka kotak kayu yang tertumpuk itu.
Disaat membuka kotak itu Ludi dengan cepat melangkah mundur selagi mendorong dirinya menjauh. Bau busuk itu semakin jelas tercium olehnya dan itu berasal dari sebuah guci yang berukuran sama seperti mangkuk makanan di kedai, dan di sekelilingnya terdapat jerami kering yang tampak melindungi guci kecil itu.
Bagian yang terbuka dari guci terlihat tengah tertutup rapat dengan menggunakan kulit hewan yang diikatkan sebagai penutupnya. Ludi mengambil guci itu dan perlahan membukanya, membuat bau itu semakin menyengat. Bau busuk itu seperti bau yang berasal dari gas alam dan bau yang amis seperti sebuah telur, yang tentunya Ludi tidak mengetahui hal itu.
Di dalam guci itu Ludi melihat cairan hitam yang tampak begitu kental, itu adalah cairan ter yang tampak tercampur dengan berbagai bahan yang Ludi tidak ketahui, tapi ada satu hal yang Ludi ketahui dari cairan hitam kental yang tampak familiar dia lihat saat berada di hutan. Cairan ini mudah terbakar.
‘Jangan bilang kotak - kotak kayu itu berisikan benda ini semua.’
__ADS_1
Dengan cepat Ludi menyingkirkan guci dan kotak yang telah dibukanya itu, ludi kemudian kembali membuka kotak yang lain, membuat Ludi tampak terkejut melihat kotak lain yang dia buka berisikan benda yang sama di dalamnya.
‘Untuk apa mereka menyimpan benda itu sebanyak ini disini?’
Pikir Ludi yang tampak melongo membuka matanya begitu lebar melihat kotak - kotak kayu di sekitarnya. Kemudian dia terlihat tertawa kecil menoleh ke arah meja yang berada di belakangnya.
“Menyerang tempat ini akan mudah jika salah satu dari mereka menjatuhkan obor di dekat tumpukan kotak kayu ini.”
Edgar bergumam sendiri selagi dia tertawa kecil membayangkan kejadian itu.
Braak!
Suara yang muncur dari pintu yang terbuka membuat Ludi mengangkat bahunya terkjut.
“Kamu benar Ludi! Kita harus melakukan sesuatu untuk membantu paman!”
“Bisakah kamu lebih pelan membuka pintu. Tidak ada siapapun disini, jangan mengejutkan seperti itu.”
“Apa itu salah? Memangnya kenapa?”
Tentara bayaran itu menatap Ludi dengan heran, yang kemudian membuat Ludi hanya menghela nafasnya.
“Tidak - tidak ada, kamu hanya sedikit merusak hiburanku. Aku telah menemukan sesuatu yang mungkin berguna menghangatkan kalian. Dibawah hujan es itu, ter lebih berfungsi dengan baik dibandingkan minyak hewan untuk membuat api.”
__ADS_1
Ludi mengambil guci dari kotak kayu yang barusan dia buka sebelumnya dan menunjukan guci yang masih tertutup rapat itu padanya.
“Itu bagus, lalu apa kamu menemukan sesuatu untuk menghentikan Marlo?”
“Aku masih mencarinya, aku berharap menemukan sesuatu yang bisa aku gunakan sebagai jebakan … oh, periksa ter ini aku belum mencoba menghidupkannya dengan api.”
Ludi tampak melihat sekitar ruangan dan di saat mengatakan itu Ludi melemparkan guci yang dia pegang pada orang itu secara tiba - tiba. Membuat dia yang menerima guci itu tampak tidak siap menangkap.
Guci yang tidak tertangkap dengan sempurna tiu berulang kali melambung terlepas dari tangan tentara bayaran itu, dia semakin melangkah mundur menyesuaikan posisinya mengikuti guci itu, hingga dia terjatuh melihat guci itu melambung menuju ke jalan dan pecah menumpahkan cairan di dalamnya.
Bffuw!
Suara api yang terdengar muncul dari guci itu ketika dia pecah di jalan, api itu menyala begitu cepat membakar tiap cairan ter yang tumpah. Mereka berdua tampak begitu terkejut melihatnya. Terlebih lagi Ludi yang terlihat menelan ludahnya dan mulai berkeringat begitu banyak, ruangan ini tampak semakin mengerikan baginya.
“Itu mengerikan! Bagaimana api itu bisa tiba - tiba menyala dengan cepat? Apa kamu ingin membakar habis semuanya Ludi?”
Dia menoleh ke arah Ludi tampak memastikan, dan dia melihat Ludi yang sedang menjauhkan dirinya dari kotak kayu di dekatnya. Ludi saat ini terlihat ketakutan.
“Hah? Aku juga tidak tahu itu, bahkan aku tidak melihat ada api yang menyulut cairan itu. Tapi aku rasa kita menemukan sesuatu yang mengerikan.”
Api itu tampak masih terbakar dengan sempurna di bawah hujan dan membuat Ludi mengalihkan pandanganya, dia melihat dengan seksama api itu yang tengah berulang kali tergoyang angin.
“Kita akan membawa benda ini, aku yakin ini bisa menghentikan Marlo.”
__ADS_1
“Apa kamu menemukan sebuah ide?”
“Aku tidak terlalu yakin, tapi aku harap itu akan bekerja. Bantu aku membawa benda ini!”