Land Of Thorns

Land Of Thorns
Kota Rosten bagian 3


__ADS_3

‘Seharusnya ... gang kecil ini kan?’


Edgar telah sampai di gang yang dimaksud Pedagang itu, gang kecil ini terlihat lebih redup lagi dibandingkan gang kecil yang sebelumnya dia lewati dan tampak lebih kumuh dan kotor, tidak menyangka kalau gang ini tampak seperti berada di distrik kumuh.


Dia mencoba memasuki tempat itu walaupun tidak begitu yakin tempat pandai besi yang dia cari berada di sana, dan dia sadar orang yang berada di belakangnya adalah orang - orang yang mengikutinya semenjak dia keluar dari area plaza.


‘Apa yang mereka inginkan dariku?’


Ada 3 orang yang mengikutinya, dengan wajah sangar berbadan besar walaupun ada 1 orang yang tubuhnya tampak lebih kecil dari mereka berdua.


Sepanjang gang ini tampak terlihat begitu sepi dengan banyak gang kecil yang mencabang setiap jalan seperti sebuah labirin, dan juga bangunan - bangunan disini tampak tertutup seperti tidak ada yang tinggal di tempat ini.


‘…, seperti tempat yang bagus untuk menjebak orang … hanya 2? Kemana yang satunya?’


Itu yang dipikirkan Edgar saat melihat gang kecil ini, Edgar menyadari seorang yang menghilang itu berada di depannya dan dia sedang berjalan ke arahnya. Serta dia terlihat begitu jelas sedang memperhatikan Edgar dengan seksama.


“Hoi a-anak mu-da! Se-pertinya, kamu tersesat … butuh bantuan?’


‘Aku rasa yang lebih butuh bantuan dirimu. Lebih baik aku abaikan saja mereka dan berjalan melewatinya.’


Pria garang yang bertubuh kecil dihadapannya tampak memanggil walaupun terlihat termegap - megap karena Edgar yakin kalau Pria bertubuh kecil ini berlari memutari gang kecil untuk menyergapnya.


“Hoi! Aku … bicara padamu! … Tangkap dia!


Namun karena Edgar hanya mengabaikannya membuat Pria bertubuh kecil itu tampak terlihat kesal memperhatikan sambil masih mengatur nafasnya.


“Jadi apa yang kalian inginkan?”


“...”


“Apa kalian berdua tidak ada yang membawa minuman, teman kalian tampaknya membutuhkan bantuan.”


Dua orang Pria besar yang memegangnya tampak terlihat diam menunggu Pria bertubuh kecil itu yang masih mengatur nafasnya, melihat itu Edgar tahu bahwa ketuanya adalah Pria bertubuh kecil itu, hanya saja Edgar sengaja mengejeknya.


Pria bertubuh kecil itu tampak kembali memasang wajah garang saat nafasnya kembali normal, Edgar merasa tidak ingin memulai perkelahian karena hanya akan menimbulkan kerusuhan yang mungkin akan didengar prajurit yang nantinya akan menyebabkan masalah baginya.

__ADS_1


‘Apa mereka perampok?’


Belum lagi Edgar belum tahu tujuan mereka apa jika mereka orang suruhan untuk menangkapnya Edgar rasa tidak mungkin kalau saat ini situasinya begitu diam tampak canggung, dan jika mereka perampok mungkin Edgar akan memberikan uang damai pada mereka. Edgar merasa saat ini tidak baik membuat suatu masalah jika ada cara yang lebih damai.


“Serahkan semua uangmu!”


“Jangan semua! Ambil saja beberapa dari kantong uang itu. Aku juga perlu makan.”


Edgar terlihat begitu tenang hingga membuat 2 orang bertubuh besar itu memperhatikannya cukup heran sedangkan Pria bertubuh kecil itu tampak sedang fokus mencari katong uang yang dimaksud yang dari tadi tidak dia temukan.


“..., mana uangnya?”


“Ya, dikantong uang itu.”


“Bukannya kamu memiliki kepingan koin emas? Dimana kamu sembunyikan?”


“Ya aku sembunyikan di dalam kantong itu, apa sejelas itu tidak bisa kamu li….”


Edgar yang dari tadi tidak memperhatikan saat Pria bertubuh kecil itu sedang mencari kantong uangnya begitu terkejut saat melihat sendiri kantong uang itu tidak ada di tempatnya yang biasanya dia ikat di sabuk dekat pedangnya.


“Cih, sepertinya Pedagang itu berbohong. Dia hanya orang gila!”


Edgar teramat terkejut yang membuatnya diam mematung karena hanya itu uang yang dia miliki saat ini tanpa sebuah pemasukan lain, karena dia selalu berada dirumah sedangkan dia tidak mendapat tunjangan apapun dari kastil belum lagi dia tidak bisa pergi keluar untuk memulai bisnis atau apapun untuk mencari sumber pendapatan lain. Hal itu membuat Edgar seperti sedang berpikir mengingat - ngingat dimana dia menjatuhkannya.


‘..., ah Gadis itu yang hanya menyentuhku setelah dari plaza.’


Edgar mengingat ketika sedang mendekap gadis itu yang terjatuh bersamanya belum lagi perasaan janggal yang dia rasakan saat menolongnya.


“Tapi pedang dia ini terlihat bagus, sepertinya harganya mahal jika dijual.”


“Hoi! Apa yang kamu … lakukan!”


Edgar reflek menendang Pria bertubuh kecil yang ada di hadapannya saat dia hendak mengambil pedang miliknya, yang membuat Pria bertubuh kecil itu terpental mundur.


Edgar menunjukan wajahnya yang sedang cemberut merasa begitu jengkel dengan Gadis yang ditolongnya malah mencuri darinya. Ditambah lagi dengan 3 orang bandit bodoh yang merusak pemandangan.

__ADS_1


Tack!


Dia menyundul kepala Pria besar disebelah kanannya yang membuatnya melepaskan Edgar karena menahan rasa sakit di hidungnya. Tangan kanannya yang bebas membuatnya dengan mudah memberikan jab menuju rahang Pria besar di sebelah kirinya yang membuat pria besar itu juga menahan sakit.


“Kalian ini perampok seperti apa yang tidak membawa senjata.”


“Kamu hanya beruntung karena kami lengah, tidak perlu pakai senjata hanya untuk menghabisimu!”


“Oh, maksudmu mau keroyokan? Bukannya itu malah trik murahan!”


Pria bertubuh kecil itu memberikan tanda kepada dua orang lainnya untuk menyerang, yang membuat dua orang Pria besar itu menyerang bersama.


Edgar berlari menghampiri Pria besar di sebelah kirinya kembali akan melakukan jab ke arah rahangnya, Pria itu tampak menduga kalau Edgar akan melakukan itu dan bersiap melindungi wajahnya dengan kedua tangan yang hanya menjadi kesempatan bagi Edgar untuk mengganti arah pukulannya menuju perut besar Pria itu.


“Arghhh!”


Pukulan itu membuatnya menunduk membuat Edgar mencekiknya dengan pergelangan tangannya dan disaat Pria besar lainnya menghampirinya, Edgar menendangnya dengan kedua memanfaatkan Pria besar yang di cekiknya sebagai sebuah tumpuan. Tendangan itu cukup kuat membuatnya hingga terpental menabrakan diri ke tembok bangunan.


“Pria besar ini seperti banteng ingin menyeruduk!’


Pria besar yang dicekiknya tampak melawan berusaha untuk melepaskan diri dan membuat Edgar bersusah payah menahan cekikannya dan mengeluarkan tenaganya hingga urat lengannya tampak kelihatan sampai Pria besar itu pingsan karena kesulitan bernafas.


“Sebelumnya aku dengar kalau kamu mendapat informasi dari Pedagang ya. Jadi kalian bersekongkol melakukan hal buruk seperti ini. Pantas saja kota ini tampak buruk!”


“Kalian tahu, kalian benar - benar membuat hariku tidak begitu baik!”


Pria bertubuh kecil itu tidak menjawab tapi melihat tingkahnya seperti sedang bersiap ingin menerjang, membuat Edgar bersiap jika dia sewaktu - waktu menerjangnya.


‘Ha! Itu dia … Gadis tuli itu!’


Edgar melihat Gadis itu muncul dari sebuah gang sedang berlari dan menabrak Pria bertubuh kecil itu hingga mereka berdua terpental. Gadis itu terlihat cepat - cepat membangunkan diri dan melanjutkan dirinya dengan sigap berlari pergi.


Edgar mengabaikan mereka bertiga yang masih tersungkur di tanah mengejar Gadis itu yang berlari begitu kencang menyusuri gang kecil ini.


‘Bukankah dia terlalu kencang larinya untuk seorang yang membawa tas besar!’

__ADS_1


__ADS_2