Land Of Thorns

Land Of Thorns
Malam panjang bagian 1


__ADS_3

Melintas di perbatasan distrik pendatang tidak ada satupun prajurit patroli yang sadar kalau segerombolan orang mengendap - ngendap berjalan menyusuri gang - gang kecil di kegelapan kota.


‘Dia pikir patroli hanya sekedar jalan malam.’


Melihat prajurit yang berpatroli hanya seorang saja di jalan utama timur ini sudah menunjukan kalau kualitas keamanan di kota Rosten begitu buruk, Edgar hanya bisa menggelengkan kepala saat menyebrang jalan sambil mengendap di balik prajurit yang melintas jalan utama.


Prajurit yang terlihat bosan tersebut tidak menyadari sama sekali kalau ramai orang melintas di dibelakangnya berjalan begitu santai tidak bersuara.


Mereka sampai di sebuah tempat di distrik kumuh berjalan di gang kecil yang gelap membawa peralatan mereka masing - masing, tidak ada satupun prajurit yang berpatroli di distrik kumuh ini sehingga menjadi sebuah hal yang wajar jika terjadi sebuah pertarungan di daerah ini.


Ludi beserta 2 orang pemburu lainnya menghampiri mereka yang bersembunyi di gang, Ludi sengaja bergegas pergi duluan sebelum mereka tiba untuk mengintai tempat yang dimaksudkan bandit kecil saat memberikan lokasi markas para bandit.


Tentu saja karena tidak ada yang bisa mengalahkan pemburu soal penglihatan di malam hari karena mereka terbiasa menginap di hutan dimana cahaya bulan banyak tertutup pohon rimbun.


“Apa yang kamu lihat disana Ludi?”


Tanya Edgar selagi menyapa Ludi berjalan menghampirinya.


“Dia berkata benar, tapi menurutku lebih terlihat seperti kastil karena ada dinding kayu yang melindungi tempat tersebut. Tapi sepertinya mereka menggunakan beberapa bangunan lain di dekat mereka sebagai tempat pengawasan.”


Ludi melihat bandit kecil tersebut menatap dengan curiga kalau dia tidak mengatakan sepenuhnya apa yang dia ketahui. Bandit itu hanya memalingkan wajah tampak takut tidak mau melihat Ludi.


Bandit tersebut sebelumnya memberikan informasi kalau markas mereka berada di bagian terdalam distrik kumuh di sebuah bangunan kayu yang terlihat lebih besar dari lainnya dengan jumlah mereka sekitar 50-an orang tapi dia tidak bilang apapun soal bangunan di dekatnya sebagai tempat pengawasan.


“Bangunan ini dan ini, aku tidak menyangka kalau tempat pengawasan mereka begitu banyak.”


“Kalau kamu sampai merahasiakan hal lain awas saja!”


Ludi mengatakannya sambil menggambar di lantai, dia membuat denah lokasi memberikan tanda bangunan yang dijadikan tempat pengawasan bandit setelah memaksa Bandit kecil tersebut untuk membuka mulut dan dia terlihat babak belur di pojokan gang hanya menggeleng kepalanya tidak ada lagi yang dia sembunyikan.


“Bagaimana menurutmu Edgar?”


Ucap Ludi kembali saat melihat Edgar yang melihat denah dengan seksama terlihat wajahnya begitu serius, seperti memikirkan rencana.


Edgar benar - benar mengerti sesuatu saat melihat denah ini, terlihat seperti sebuah strategi pertahanan yang digunakan militer saat menempatkan tempat pengawasan ini yang bisa saling mengawasi satu sama lain seperti.


“Area penyangga! Enam bangunan sepanjang sisi selatan dan utara jalan ini adalah area penyangga.”

__ADS_1


Tanpa sadar Edgar mengucapkan apa yang dia pikirkan.


“Apa maksudmu anak muda?”


Apa yang Edgar katakan membuat tentara bayaran yang berada didekatnya bertanya bingung tidak mengerti dengan area penyangga yang Edgar bilang.


“Pos pengawasan ini tidak hanya digunakan untuk memantau jika melihat kelompok lain yang menyerang mereka, tapi berguna juga untuk mengulur waktu ataupun memberikan serangan kejutan.”


“Kita berada di sisi utara jalan dan lihat 3 banguan di sisi utara ini bayangkan jika kita melenyapkan bandit yang mengawasi tempat pertama ini, pos pengawasan yang berada ditengah ini pasti akan sadar kalau yang berjaga di pos pertama tidak ada.”


“Sama halnya jika kita menyerang pos kedua ini, atau malah mungkin akan sudah ada pasukan yang menunggu dan mengulur waktu menahan kita hingga mereka membangunkan semua pasukan mereka dan jika kita hanya melewati mereka tanpa tahu pos ini pasti akan ada serangan kejutan.”


Jelas Edgar begitu serius saat mereka memperhatikannya dengan seksama gambar denah tersebut.


“Berarti maksudmu mereka memiliki pasukan yang sudah bersiap di luar dari markas mereka?”


Tanya Ludi menyimpulkan maksud dari ucapan Edgar karena mendengarnya selalu mengatakan ada pasukan bandit yang menahan mereka.


“Iya kamu benar Ludi, maka dari itu kita harus menemukan bangunan dimana pasukan tersebut bersembunyi.”


Edgar menganggukan kepalanya selagi dia masih berpikir melihat gambar denah memikirkan bangunan mana yang digunakan bandit untuk bersembunyi.


Ucap tentara bayaran melengkapi jawaban Edgar yang semakin membenarkan kesimpulan Ludi mengenai pasukan yang dimaksud, mendengarnya membuat mereka melirik bersama melihat ke arah Bandit kecil yang tampak ketakutan sudah menggelengkan kepalanya duluan sebelum ditanya apapun.


“Aku sungguh tidak tahu apapun tentang itu tuan!”


Dengan masih tampak ketakutan Bandit kecil tersebut menyanggah sesuatu yang belum mereka tanyakan padanya.


“Hoi! Mengaku saja. Katakan semuanya apa yang kamu ketahui!”


“Sungguh aku tidak tahu Tuan dimana pasukan yang kalian maksud bersembunyi.”


Terlihat Ludi mengancamnya dengan mengepalkan kedua tangannya seakan bersiap untuk memukul. Namun Edgar menghentikannya memotong pembicaraan.


“Tapi kamu tahu dimana gudang penyimpanan di sekitar jalan ini kan.”


“Oh, kalau itu ada di banguan seblah pos pengawasan ketiga.”

__ADS_1


“Itu dia tempatnya!”


Bandit kecil tersebut kaget mendengar Edgar berteriak dan menunjuk ke arahnya, namun setelah sekian detik dia baru sadar karena memberitahukan gudang penyimpanan sebagai tempat pasukan nya bersembunyi.


‘Wah, dia yang licik atau bandit ini yang memang bodoh.’


Apa yang ada dipikiran mereka saat melihat Edgar menipu bandit kecil yang tampak masih menyesali ucapannya dan menolak mengakui pasukannya bersembunyi disana.


“Bisa kamu periksa kembali tempat ini Ludi?”


Tanya Edgar kembali meminta Ludi untuk memeriksa bangunan yang dia tunjukan di denah gambar.


“Tentu saja, walaupun sebenarnya memanjat bangunan cukup sulit dibandingkan pohon di hutan.”


‘Benar juga, karena mereka melihat dari atap membuat Bandit di pos jadi tidak sadar.’


Edgar baru tersadar kalau Ludi bersama pemburu lainya mengawasi dari atas atap, dia sebelumnya hanya berpikir kalau mereka mengawasi di atas jalan, dengan hanya sedikit orang tidak mungkin membuat bandit curiga pikirnya, namun itu menjawab bagaimana Ludi sadar melihat ada seseorang yang selalu mengawasi ke arah jalan.


‘Kalau bukan karenanya kita sudah termakan jebakan itu.’


Itu yang Edgar katakan dalam benaknya, melihat Ludi bersama pemburu lainnya yang hendak kembali pergi mengintai.


“Satu lagi Ludi, tolong lihat bangunan markas mereka yang ada di sebelahnya ataupun bangunan yang di belakangnya, apakah tampak berbeda atau tidak.”


Panggil Edgar kembali membuat Ludi menghentikan langkahnya menoleh Edgar dengan menunjukan ekspresi yang tampak bingung padanya.


“Untuk apa aku memeriksanya?”


“Lakukan saja, tidak mungkin tikus hanya memiliki 1 lubang untuk masuk kerumahnya.”


Jelas Edgar dari pengalamannya yang dia tahu saat di kehidupan lainya memburu bandit kalau Ludi selalu mengingatkan padanya untuk selalu mencari rute lain karena bandit selalu punya rute melarikan diri jika mereka dalam keadaan yang terdesak.


“Oh, aku mengerti maksudmu Edgar. Baiklah kami akan melakukan pengintaian yang cepat, tampaknya mereka terlihat sudah tidak sabar!”


Ludi melihat mereka yang terlihat begitu geram memperhatikan bandit kecil tersebut karena sejak tadi merasa dipermainkan olehnya belum lagi mereka sadar kalau mereka hampir bernasib sama seperti tentara bayaran kota lain yang dikalahkan para bandit kota ini.


‘Sepertinya mereka juga sadar kalau mereka hampir terperangkap jebakan bandit.’

__ADS_1


Dalam benaknya Edgar memikirkan itu, melihat mereka yang tampak lebih rileks karena mungkin mereka sadar kalau bandit kota yang tampak tidak terkalahkan ini tidak sehebat yang mereka pikir setelah rumor itu terjawab, walaupun Edgar masih harus mencari tahu siapa bangsawan yang selalu menutupi perbuatan mereka.


__ADS_2