LORD WORLD : START

LORD WORLD : START
BAB 13 : SALAH PERHITUNGAN


__ADS_3

Sosok seorang pria berjubah hitam gelap yang menutupi seluruh tubuhnya muncul dari hutan, gerakan pria itu sangat gesit. Ia bergegas cepat menuju Kanson, lalu 2 belati dingin bersinar dari jubahnya, ia menebaskan belati miliknya menuju leher Kanson.


"Tang!".


Kanson tentunya menahan serangan belati memakai pedang miliknya, lalu ia berencana menyerang balik sang bandit. Tetapi bandit langsung menebas belati di tangan kirinya melalui sisi kiri yang terbuka, ia menargetkan leher Kanson secara langsung.


Dihadapan kelincahan bandit yang menyerangnya, Kanson kesulitan.


Walaupun Kanson yakin ia tidak akan kalah dari bandit rank 7 yang sama seperti dirinya, namun bandit ini berhasil mengunci gerakannya. Selama dia menurunkan penjagaan nya sedikit, Kanson yakin belati musuh pasti akan membunuhnya.


Menurut apa yang ia pikirkan, Kanson yakin dirinya mampu mengalahkan musuh di depannya paling tidak setelah 1 jam kecuali ia menggunakan kekuatan penuh miliknya.


"Aku tidak ada waktu untuk dihabiskan bersama bandit seperti kalian, jadi aku akan menyelesaikan pertarungan disini!", teriak Kanson dimana pedangnya langsung bersinar "Tebasan Cahaya Suci!".


Cahaya di pedang Kanson bergegas cepat menuju ke arah sang bandit, tekanan yang sangat kuat dapat dirasakan melalui tebasan cahaya ini, bahkan setiap tanah yang dilewati oleh tebasan cahaya berubah menjadi lubang yang besar.


Melihat serangan yang menakutkan, Bandit tersebut sama sekali tidak panik melainkan tersenyum senang. Ia berteriak "Sekarang waktunya!".


Bersamaan teriakan Kanson, 5 orang yang bergerak layaknya bayangan bergegas menuju Myro, masing-masing kekuatan mereka adalah rank 4.


Kanson sedikit tidak siap terhadap kemunculan 4 bandit yang bergerak cepat seperti pembunuh, apalagi ia baru menggunakan sebuah serangan besar yang membuat reaksinya melambat akibat kelelahan.


Bersiap menghentikan 5 orang yang mendekat, Kanson kembali dihentikan oleh bandit rank 7 yang menghentikan serangan Kanson tadi.


"Tang!".

__ADS_1


Pedang Kanson dan 2 belati musuh saling bertabrakan, bandit yang menyerang Kanson memiliki lapisan perisai berwarna perak di sekitar tubuhnya yang menjadi alasan kenapa ia berhasil menghindari serangan pembunuhan Kanson tadi.


Mengamati perisai perak pada tubuh bandit, Wajah Kanson semakin kaget "Artefak tingkat Perak?".


Artefak merupakan sesuatu yang langka, ksatria mereka memiliki perisai bumi yang merupakan hadiah dari raja. Bagaimana mungkin seorang bandit dapat mempunyai artefak tingkat perak? Apakah sebuah kebetulan ia menemukan artefak tersebut atau mendapatkan dari hadiah menyelesaikan sebuah labirin bawah tanah?


Menggelengkan kepalanya, Kanson berhenti memikirkan hal tersebut, ia bergegas menuju Myro untuk melindunginya. Namun bandit rank 7 menebas belati nya lagi yang membuat Kanson harus menghentikan langkahnya, bandit itu tersenyum dingin "Bukankah aku sudah bilang? Daripada mengkhawatirkan hidup tuanmu, lebih baik khawatirkan hidupmu sendiri".


Kanson yang marah karena gagal membantu Myro berteriak "Kalau begitu aku akan membunuhmu dulu!".


Lokof dan Charles tentunya berusaha membantu Myro juga, namun mereka dihentikan oleh lawan mereka masing-masing.


Sebagai orang yang setia kepada Myro, Lokof memutuskan memakai seluruh kekuatannya untuk membantu Myro.


Perlahan-lahan tubuh Lokof membesar menjadi 2 kali lipat, tubuhnya ditutupi oleh bulu harimau berwarna oranye serta cakar yang tumbuh dari 2 tangannya.


"Slash!".


Kepala bandit rank 4 langsung terbang lepas dari tubuhnya akibat tebasan Lokof, matanya masih terbuka lebar penuh rasa tidak percaya sebab setelah berubah menjadi harimau, baik dari segi kekuatan dan kecepatan Lokof bertambah menjadi 2 kali lipat yang terlalu menakutkan.


Melihat rekannya yang mati dengan 1 tebasan, bandit rank 4 yang lain membeku ketakutan. Tanpa ragu, ia berbalik melarikan diri dari Lokof. Bagaimanapun ketika mereka bekerja sama, mereka tetap kalah dari Lokof, apalagi ia sekarang tinggal sendirian.


Bagaimana mungkin Lokof membiarkan lawannya lari, ia menebas kepala bandit rank 4 lain dengan gerakan cepat. Karena musuh sibuk mencoba melarikan diri dibandingkan melawan, ia mati dengan mudah dibawah kapak Lokof.


Setelah membunuh 2 bandit rank 4, Lokof bergegas menuju ke arah Myro untuk membantunya. Tetapi Lokof menyadari 1 hal yaitu ia terlalu jauh dari Myro, 5 orang rank 4 tersebut telah mencapai Myro lebih dulu yang membuat ia berteriak khawatir "Tuan!".

__ADS_1


Dikepung oleh 5 orang rank 4, Myro tidak menunjukkan jejak kepanikan apapun, ia menarik pedangnya sambil berkata dingin "Nampaknya kalian berpikir aku adalah orang yang lemah disini sebab aku terus menerus dilindungi orang lain, kalian terlalu meremehkan ku".


"Slash!".


Di bawah tatapan terkejut semua orang, tubuh orang yang berada di depan Myro dan paling depan di antara 5 bandit yang berusaha membunuhnya terbagi menjadi 2.


Tubuh bagian atasnya terbang ke udara dan mendarat di tanah, lalu hujan darah meledak dari tubuhnya yang membuat Myro diwarnai oleh darah itu.


Bandit rank 7 merupakan orang yang sadar lebih dulu, ia berteriak "Bukankah pangeran ke 17 hanya mempunyai kekuatan rank 1? Jika begitu, kenapa ia sekarang memiliki aura rank 3?".


Myro bergegas menuju 4 orang lain yang masih terkejut, lagipula Myro tahu alasan kenapa ia berhasil membunuh bandit rank 4 tadi bukan karena Myro kuat, kekuatannya hanya rank 3 yang dibawah musuhnya. Selama 4 orang rank 4 ini bergabung, Myro pasti mati.


Alasan keberhasilan Myro tadi yaitu bandit belum mengetahui kekuatan Myro sehingga ia meremehkannya, karena hal tersebut Myro mampu membunuhnya dengan mudah yang merupakan efek dari serangan kejutan.


Sekarang apa yang perlu ia lakukan adalah membunuh sebanyak mungkin musuh sebelum mereka sadar. Selagi musuh sedang terkejut, ini adalah kesempatan terbaik Myro membunuh mereka.


Bandit rank 4 pertama yang didekati Myro berusaha menghentikan tebasan pedang Myro memakai perisai miliknya, tapi ia bergerak gesit dan melompat ke samping lalu menebas tangan kanan musuh.


"Slash!".


Tidak siap, musuh kehilangan tangan kanannya yang membuat ia menjatuhkan perisainya dan mundur beberapa langkah dengan teriakan kesakitan. Memanfaatkan kesempatan tersebut, Myro menusukkan pedangnya tanpa ragu menuju badan musuh.


"Stab!".


Musuh menatap ke arah tubuhnya dimana pedang Myro berhasil menusuk jantungnya, ia menatap ke arah Myro penuh rasa ketakutan sambil memuntahkan seteguk darah, setelah itu tubuhnya jatuh lemah ke tanah kehilangan hidupnya.

__ADS_1


Melihat ia berhasil mengalahkan 1 orang lain, Myro tersenyum "Teknik bertarung yang aku pelajari selama puluhan tahun berada di ibukota memang berguna. Seperti yang diharapkan dari ksatria kerajaan, teknik bertarung mereka memang efektif".


Bandit rank 7 berteriak keras yang menyadarkan 3 orang rank 4 lain "Apa yang kalian lakukan? Meskipun kita salah perhitungan terhadap kekuatan anak itu serta ia memiliki teknik bertarung yang bagus, tapi kalian ada 3 orang! Kekuatan kalian juga 1 rank di atasnya, selama kalian saling bekerja sama, kalian pasti membunuh anak tersebut!".


__ADS_2