LORD WORLD : START

LORD WORLD : START
BAB 31 : TAWARAN


__ADS_3

Selama hampir 2 minggu Myro pergi dari pegunungan bandit Provinsi Atrof, Anrateon mulai mengolah kelompok bandit baru miliknya. Ia mengumpulkan semua bandit dari kelompok bandit yang mereka kalahkan sebelumnya, kecuali bandit yang sudah tertangkap oleh kelompok besar lainnya seperti kelompok bandit Pedang Merah.


Kelompok Bandit Anrateon yang dulunya berjumlah 400 orang sekarang berubah menjadi 800 orang, naik sebanyak 2 kali lipat pada segi jumlah.


Meskipun begitu, ia sama sekali tidak terlihat senang. Jangan melihat jumlah kelompoknya yang meningkat sebanyak 2 kali lipat, Anrateon mengerti dengan jelas bahwa 400 bandit tambahan ini masih berupa bandit, bukan prajurit layaknya 400 bandit miliknya sejak awal yang sudah terlatih menjadi prajurit.


Pelatihan selama 2 minggu belum cukup mengubah 400 orang baru menjadi prajurit terlatih, Anrateon mengerti alasan utama mereka masih seperti bandit dan bukan prajurit, bukan karena kurangnya pelatihan tapi mereka belum melalui penempaan medan perang sebenarnya. Apa yang paling dibutuhkan pasukan baru miliknya ini adalah peluang, ia perlu menunggu sampai ada kesempatan berperang tanpa melawan musuh yang terlalu kuat. Jika Anrateon memilih melawan pasukan bandit Pedang Merah, 400 orang baru bukan berubah menjadi prajurit terlatih melainkan mereka akan menjadi mayat.


Oleh karena itu, ia membutuhkan musuh yang tidak terlalu kuat namun juga tidak terlalu lemah sehingga pasukannya akan berubah menjadi elit.


Anrateon sedang berada di kediaman utama markas miliknya yang terletak jauh di hutan pegunungan, selain itu sebagian besar bangunan milik markas Anrateon terbuat dari batu maupun bahan yang sulit terbakar lainnya. Bagaimanapun Anrateon menggunakan teknik membakar untuk mengalahkan kelompok bandit besar lainnya, ia tidak akan begitu bodoh untuk memberikan musuh kesempatan untuk menggunakan teknik membakar yang pernah ia pakai untuk mengalahkan Anrateon.


Mengamati laporan keuangan dan persediaan di tangannya, wajah Anrateon terlihat suram "Nampaknya tahun ini akan sulit, terutama masalah makanan! Sejak kelompok ku terus berkembang dengan cepat, pemimpin kelompok bandit tingkat tinggi lainnya mulai menjadi gelisah, mereka mengganggu setiap pembelian makanan yang kelompok milikku lakukan. Bahkan mereka berkali-kali mencoba menyerang anggota kami ataupun menghambat kami menyerang target yang telah ditentukan. Sedangkan mencoba menyerang balik mereka, kelompok milikku belum cukup kuat".


"Sepertinya aku hanya bisa menunggu serta mencari solusi lain menyelesaikan masalah ini, aku harap tahun depan perkembangan pasukan milikku dapat menyaingi kelompok bandit tingkat tinggi lainnya sehingga kami mampu lepas dari tekanan ini".

__ADS_1


Ketika Anrateon sibuk berpikir, seorang pria datang menuju kediamannya. Apabila Myro melihat pria yang datang ini, Myro pasti mengenalinya sebab pria itu adalah bandit rank 5 yang kehilangan 1 matanya di tangan Charles serta tertangkap saat pemimpinnya terbunuh.


Pria tersebut berlutut di samping Anrateon lalu berkata hormat "Kepala, aku mempunyai sebuah berita penting untuk dilaporkan".


Anrateon menatap pria tersebut, sekarang pria ini sudah menjadi salah satu kaki tangan setia Anrateon di kelompok miliknya. Meskipun pada awalnya pria ini mencoba menolak setia kepada Anrateon, tetapi memakai beberapa teknik miliknya serta hasutan, pria ini mulai menyerah dan terbujuk menjadi setia kepada dirinya.


"Yovan, ada apa? Apakah ada masalah lagi pada kelompok bandit kita? Belakangan ini, kelompok bandit tingkat tinggi lainnya semakin menunjukkan taring mereka kepada kita, sepertinya mereka mulai benar-benar khawatir terhadap perkembangan kita", kata Anrateon tersenyum mengejek, menurutnya tindakan kelompok bandit lain sangat bodoh sebab ia percaya pada akhirnya pemenang pertarungan ini bukanlah tuan mereka, melainkan tuannya yaitu Myro Aras.


Bandit rank 5 yang bernama Yovan menggelengkan kepalanya "Kepala, kali ini bukan masalah gangguan pada kelompok lagi, melainkan utusan dari kelompok bandit Pedang Merah datang membawa sebuah pesan kepada anda".


Mengambil surat tersebut, Anrateon menemukan bahwa penutup pada surat ini cukup mewah yang menunjukkan itikad baik dari bandit Pedang Merah.


Membuka penutup surat, Anrateon membaca semua yang tertulis pada kertas sebentar sebelum tertawa keras penuh kemarahan.


Yovan langsung kebingungan terhadap perubahan tiba-tiba Anrateon, namun ia tidak berani bertanya secara gegabah karena takut kemarahan Anrateon jatuh kepada dirinya, jadi Yovan tetap menundukkan kepalanya menunggu keputusan selanjutnya.

__ADS_1


Melihat sikap Yovan yang ketakutan, Anrateon berhenti tertawa dan melempar surat tersebut kepadanya "Bacalah! Mereka berani meremehkan kita sampai-sampai memberi ancaman langsung seperti itu, bagaimana menurutmu, Yovan? Apakah kita akan menerima ajakan mereka? katakan padaku, apa pendapatmu?".


Yovan membaca surat itu selama beberapa detik sebelum mengerti alasan kemarahan Anrateon barusan. Surat yang dikirimkan bandit Pedang Merah merupakan tawaran bagi Anrateon agar kelompok bandit miliknya bergabung bersama mereka. Masalahnya dibalik tawaran pada surat, terdapat sebuah ancaman yaitu mereka memberi Anrateon waktu seminggu. Jika tidak ada jawaban ataupun Anrateon menolak, bandit Pedang Merah akan membunuh mereka semua.


Ini benar-benar ancaman secara terbuka dimana terlihat bandit Pedang Merah meremehkan mereka.


Meletakkan surat tersebut di tanah, Yovan menjawab tanpa ada keraguan sedikitpun "Kepala, anda pasti mengetahuinya bahwa Bandit Pedang Merah adalah bandit terkuat disini. Kalau kita diberi setahun lagi, maka ada kemungkinan kelompok kita mampu melawan mereka. Sedangkan seminggu, jika Bandit Pedang Merah menyerang kita, kemungkinan besar-- Tidak, aku yakin seluruh orang di kelompok kita akan terbunuh. Karena alasan tersebut, memilih menyerah lalu bergabung bersama mereka mungkin pilihan paling tepat untuk melindungi hidup kita".


Anrateon sama sekali tidak marah terhadap perkataan Yovan, melainkan ia hanya duduk diam membiarkan Yovan menyelesaikan apa yang akan ia sampaikan.


Yovan menarik nafas lagi "Itu adalah apa yang aku katakan 2 minggu yang lalu, apabila pendapatku yang sekarang, kita harus menolak tawaran mereka. Alasan pertama yaitu mereka berani meremehkan kita, lalu alasan yang lain adalah walaupun mereka tidak meremehkan kita, aku yakin kepala tetap akan menolak ajakan mereka sebab kesetiaan yang kita miliki kepada Tuan Myro, bukan orang lain. Jadi, meskipun kematian menjadi resikonya, kita tetap menolak tawaran musuh, itu pendapat yang aku miliki".


Anrateon menatap ke arah mata Yovan yang terus melihat ke arah dirinya dengan tegas. Sebagai seorang bandit, Anrateon paling mengerti mengenai seorang pembohong ataupun bukan melalui mata mereka.


Kali ini, ia tidak menemukan jejak kebohongan pada mata Yovan, nampaknya hasutan yang selalu ia berikan kepada Yovan berhasil. Dengan ini ia mempunyai orang kepercayaan yang cukup kuat, di sisi lain keberadaan Yovan tentunya juga meningkatkan kekuatan di pihak Myro mengingat saat ini Myro masih kekurangan prajurit rank tinggi.

__ADS_1


"Jawaban yang bagus, sekalipun kita kalah dan terbunuh disini, tuan pasti membalaskan dendam kita", kata Anrateon yang berdiri sambil membuanb dokumen keuangan di tangannya "Beritahu seluruh pasukan untuk bersiap!".


__ADS_2