LORD WORLD : START

LORD WORLD : START
BAB 22 : KOTA AKHIR


__ADS_3

Tarven adalah orang yang berdiri pertama kali sewaktu mendengar perkataan Jirgnof, ia berteriak secara berlebihan "Apakah kau bercanda, Jirgnof? Kelompok bandit milik tuan kita yang telah dikembangkan selama bertahun-tahun, bahkan mereka menerima banyak dukungan dari kita, tapi mereka kalah dengan waktu kurang dari sehari? Kau pasti bercanda, ada banyak sekali petarung kuat di sana, walaupun hanya pemimpin bandit, ia tetap mempunyai kekuatan rank 7. Aku bisa mengerti kalau mereka gagal membunuh pangeran sebab masih ada pengawal kuat dari raja di sisi pangeran ke 17 sebagai hadiah perpisahan, masalahnya pangeran terbuang itu seharusnya tidak memiliki kekuatan untuk mengalahkan seluruh kelompok bandit kita bukan?".


Jirgnof menggelengkan kepalanya "Aku menerima berita ini secara langsung dari orang terpercaya yang tinggal di kota dekat hutan, ia mengirim surat memakai burung pembawa pesan dan tidak ada tanda-tanda pesan tersebut diubah sehingga kebenarannya dapat dipastikan. Sepertinya kita terlalu meremehkan pangeran terbuang ini, bagaimanapun tidak peduli seberapa lemahnya pangeran, mereka tetap pangeran! Aku yakin pangeran ke 17 juga mempunyai pasukan maupun senjata rahasianya sendiri yang menyebabkan kegagalan kita".


Seorang walikota mengangkat tangannya dan berkata penuh rasa ketakutan "Lalu, apa yang perlu kita perbuat sekarang? Selama pangeran ke 17 menemukan bukti bahwa kita ada hubungannya dengan penyerangan yang terjadi pada dirinya, kita pasti dijatuhi hukuman mati".


Melihat sifat rekan-rekannya, Jirgnof menghela nafas berat. Apabila bukan karena kesetiaan yang ia miliki pada tuannya, ia pasti menolak bekerja sama dengan orang-orang ini.


Kecuali dirinya, semua walikota yang lain merupakan penakut yang mementingkan keamanan mereka sendiri. Sedangkan Tarven, ia mungkin tidak penakut seperti yang lain, namun ia adalah orang bodoh yang belum pernah berperang sama sekali.


"Jangan panik, sekalipun para bandit itu menyimpan beberapa petunjuk tentang kerja sama mereka bersama kita, petunjuknya pasti tidak terlalu jelas yang membuat pangeran ke 17 belum mampu menangkap kita secara langsung, paling banyak ia menjadi curiga terhadap pemerintahan Provinsi Atrof", kata Jirgnof percaya diri supaya menghilangkan rasa takut semua orang. Bagaimanapun jika semua orang ini ketakutan lalu melarikan diri, rencana mereka membunuh Myro pasti gagal "Tetapi ia tentunya akan menargetkan kita sebagai orang-orang yang akan disingkirkan! Oleh karena itu, sebelum kekuatannya terus berkembang, kita akan menyingkirkan pangeran terbuang itu lebih dulu".


Tarven berkata keberatan "Apa yang dapat kita lakukan? Bahkan bandit rank 7 gagal membunuhnya, walaupun ada pasukan yang lebih kuat lagi di bawahku, tapi mereka semua adalah pasukan yang setia kepada kerajaan, bukan kepadaku. Sedangkan menunggu bantuan dari tuan atau keluargaku, kita tidak boleh melakukannya sebab hal tersebut akan membuat tuan kecewa pada kita. Kalian semua pasti berencana terus meningkatkan jabatan kalian bukan? Apabila tuan sampai kecewa serta menarik dukungannya kepada kita, maka kenaikan jabatan kita di masa depan akan berakhir".


"Aku tahu", kata Jirgnof dengan wajah suram "Apakah kalian lupa alasan kegagalan kelompok bandit kemungkinan besar akibat pengawal kuat di sisi sang pangeran terbuang? Selama tidak ada siapapun yang menjaga dirinya, apakah menurutmu kita masih tetap gagal membunuhnya?".


Mata semua orang bersinar mendengar perkataan Jirgnof, walaupun mereka sebagian besar adalah penakut dan orang bodoh, mereka masih mengerti maksud dari perkataan barusan.

__ADS_1


...----------------...


Myro bersama pasukannya tiba di Kota Akhir pada pagi hari sehari setelah mereka berangkat, sebelumnya mereka membangun kamp lagi pada malam hari untuk tidur sebab perjalanan masih jauh.


Melihat Kota Akhir di kejauhan, Myro menjadi diam sebab perbedaannya terlalu jauh dari ibukota Kerajaan Golden Guardian.


Ibukota memang seharusnya menjadi kota paling besar di seluruh kerajaan sehingga tidak aneh kalau Kota Akhir kalah jauh dibandingkan ibukota, masalahnya Kota Akhir sebagai kota perbatasan terlalu buruk.


Di sekeliling kota sama sekali tidak ada keberadaan tembok batu yang menjadi pelindung, melainkan hanya ada tembok kayu yang terlihat rapuh. Dapat dibayangkan selama pasukan barbar menyerang, tembok katu pasti langsung hancur tanpa ada gunanya menahan serangan musuh.


Menghitung jumlah bangunan di kota yang sebagian besar terbuat dari kayu maupun jerami, Myro yakin jumlah penduduk Kota Akhir paling banyak adalah 2000 orang.


Padahal Kota Akhir masih merupakan kota, namun Myro merasa dibandingkan menyebutnya sebagai kota, tempat ini lebih cocok disebut sebagai desa.


Setelah dipikirkan beberapa kali, sepertinya Kota Akhir memang cocok dijadikan sebagai pemakaman bagi pangeran terbuang seperti dirinya, ia sekarang mengerti kenapa raja memberikan sebuah kota baginya. Walaupun Kota Akhir berhasil direbut oleh pasukan barbar ataupun kerajaan lain, Kerajaan Golden Guardian tidak akan mengalami kerugian apapun.


Ketika Myro dan pasukannya tiba di pintu, ternyata tidak ada seorangpun prajurit yang berjaga di sana. Bukan hanya prajurit yang berjaga, bahkan tidak ada seorangpun yang terlihat di jalanan kota.

__ADS_1


Meskipun begitu, ada beberapa benda yang tergeletak di tanah seperti bola dan peralatan pertanian yang menunjukkan bahwa sebelumnya ada orang disini, tapi kedatangan Myro kemungkinan besar membuat mereka ketakutan hingga bergegas bersembunyi di. rumah masing-masing.


Menghela nafas, Myro tahu bahwa tugas mengembangkan Kota Akhir akan menjadi tugas yang sulit. Masalahnya ia tidak dapat meninggalkan kota ini, lagipula Kota Akhir merupakan satu-satunya wilayah miliknya serta akan menjadi kota paling awal Myro di masa depan.


"Ayo maju!", kata Myro yang memimpin para ksatria nya menuju pusat kota.


Di sepanjang jalan, Myro menemukan beberapa mata yang menatap mereka dari balik jendela kayu ataupun celah pada tembok rumah mereka.


Tetapi menyadari Myro maupun pasukannya menemukan keberadaan mereka, mata tersebut segera menghilang yang membuktikan mereka benar-benar takut terhadap kedatangan Myro.


Mengabaikan semua tatapan tajam di sekitarnya, Myro segera membawa pasukannya menuju pusat kota yaitu tempat tinggal sementara beserta kantor Myro sebagai penguasa Kota Akhir.


Myro bisa menemukan kantornya tanpa masalah sebab di antara semua bangunan pada Kota Akhir, hanya ada sebuah rumah yang pasti menjadi kantor miliknya. Myro tidak percaya ada orang di kota ini yang mampu membangun sebuah rumah besar dari batu mengingat kondisi penduduk di kota ini, kecuali penguasa kota yang mendapatkan dukungan dari pemerintah kerajaan.


Saat Myro telah dekat dari kantor miliknya, sosok seorang pria tua yang memakai baju zirah kulit berwarna coklat berlari mendekat.


Ia memiliki rambut berwarna perak pendek serta mata hitam yang terlihat tegas. Tanpa memperdulikan keringat di seluruh tubuhnya akibat berlari, ia membungkuk di depan Myro "Pangeran Myro, saya sudah mendengar kedatangan anda dari surat yang dikirmkan pemerintah pusat! Nama saya adalah Kanko, walikota sementara yang ditunjuk langsung kerajaan sampai anda tiba".

__ADS_1


__ADS_2