
Myro mengabaikan pertanyaan Hulard, ia hanya menatapnya dengan dingin seakan-akan sedang melihat ke arah mayat.
Mengetahui tanggapan Myro, Tifari mengangkat tombaknya lagi "Sebenarnya di antara para penyihir rank 7 sekalipun, aku pasti berada di kelompok penyihir rank 7 terkuat. Walaupun begitu, aku perlu mengakui kau terlalu lama, setidaknya di antara semua penyihir rank 7 yang pernah aku lawan, kau merupakan yang paling lemah. Apakah semua itu karena kau berasal dari suku barbar yang mengandalkan otot? Aku juga kurang tahu alasan pastinya, namun tuanku memutuskan kau akan mati, maka kau harus mati".
Ketika 2 penyihir sibuk saling bertarung, hujan panah kembali jatuh menuju pasukan barbar. Meskipun banyak pasukan yang mencoba melindungi Ranta, kali ini ia tidak beruntung sebab salah satu anak panah menusuk jantung nya.
"Tuan muda!", ratusan prajurit mendekati Ranta dengan panik, bahkan wajah Hulard ikut berubah karena kematian Ranta.
Hujan panah pasukan Myro sebenarnya paling banyak hanya membunuh 200 orang, sedangkan yang lainnya terluka, tapi sebagian besar pasukan tetap bisa bertarung.
Namun dengan kematian Ranta, pasukan ini pasti akan runtuh dengan cepat, Hulard tahu mereka telah kalah sehingga ia berencana mengambil alih pasukan lalu memerintahkan untuk mundur. Lagipula kalau melanjutkan pertarungan ini, mereka semua akan terbunuh sehingga lebih baik mundur serta mengurangi korban sebanyak mungkin.
Pasukan Myro tentunya menyadari gerakan musuh yang memiliki tanda-tanda untuk mundur, oleh karena itu mereka mengambil senjata jarak dekat mereka seperti pedang maupun tombak untuk mengejar apabila musuh melarikan diri.
Tetapi Myro mengangkat tangannya yang menghentikan gerakan setiap orang "Jangan ada yang bertindak gegabah, pasukan perisai berdiri di depan untuk bersiap menahan serangan utama musuh sedangkan pasukan tombak serta pedang menjaga dari belakang, apapun yang terjadi jangan biarkan formasi pasukan kita dihancurkan oleh musuh sebab itu sama dengan kematian".
Semua orang cukup bingung terhadap perintah Myro, tapi mereka tak banyak bertanya dan hanya mengikuti apa yang dia katakan.
Berbeda dari orang lain, Charles menatap ke arah pasukan barbar sebelum berkata "Begitu rupanya, aku mengerti kenapa pangeran belum mengizinkan kita untuk mundur, melawan pasukan barbar sama sekali tidak mudah".
__ADS_1
Di bawah tatapan semua orang, mereka menemukan Ranta yang berada dekat dari kematian berdiri lagi. Ada banyak sekali aura merah seperti darah di seluruh tubuhnya, selain itu seluruh matanya berwarna merah yang membuat banyak orang merasa kedinginan.
"Tidak boleh ada yang melarikan diri!", teriak Ranta dengan mata merah yang mengejutkan semua orang sebab suaranya yang keras "Ikuti aku, aku akan memimpin kalian membunuh semua musuh!".
Lokof yang melihat perubahan Ranta berdiri di depan Myro. Tanpa peduli pada lukanya, ia mengambil 2 kapak miliknya "Tuan, berhati-hati! Sebagai orang yang berasal dari suku barbar juga, aku tahu pemimpin musuh berada di mode kemarahan yang hanya bisa dilakukan sebagian barbar, aku sendiri tidak dapat melakukannya. Barbar yang berada di mode kemarahan akan meningkatkan kekuatannya sebanyak 2 kali lipat, kulitnya berubah menjadi besi serta ia tidak akan merasakan sakit apapun. Walaupun sangat kuat, ada kelemahan besar pada Kemarahan yaitu waktu bertahan, paling lama kekuatan tersebut bertahan sekitar 10 menit. Jadi selama kita berhasil menahan musuh sampai waktu Kemarahan habis, kita akan menang".
Myro mengangguk, ia mengambil pedang miliknya dan bersiap untuk bertarung, sebagai orang dari Lord World tentunya ia pernah mendengar kemampuan Kemarahan yang merupakan salah satu kemampuan paling langka di suku barbar. Efek peningkatan kekuatan dari kemampuan ini sendiri sangat besar, karena alasan tersebut Myro menolak meremehkan musuh lagi.
"Serang!", teriak Ranta yang memimpin berlari ke depan, teriakannya yang gila benar-benar menarik semangat pasukan barbar di bawahnya, mereka semua menarik senjata mereka sebelum ikut berteriak "Serang!".
Sekitar 1800 pasukan barbar bergegas menuju kamp pasukan Myro, mereka turun dari kuda mereka agar tidak terjatuh akibat parit lalu bergegas menuju pagar kayu yang melindungi seluruh kamp.
Beberapa pasukan Myro mencoba menembakkan panah lagi, namun Myro mengangkat tangannya yang menghentikan gerakan mereka semua "Cukup, panah kalian tidak bisa melukainya lagi, gunakan pedang serta tombak kalian sekarang! Jangan lengah, ia mempunyai kulit sekuat besi, pedang ataupun tombak kalian mungkin tidak dapat menembusnya".
Sekalipun tahu ia bukan lawan Tifari, namun Hurald mencoba mengulur waktu selama mungkin, paling tidak sampai Ranta membunuh Myro sebab di mata Hurald, Myro sama sekali bukan lawan Ranta yang berada di mode Kemarahan. Bukan hanya Myro, Hurald yakin siapapun di rank 3 bukan lagi lawan Ranta yang berada di mode kemarahan.
Ranta dengan aura merahnya berdiri di depan pagar kayu, ia mengayunkan pedang yang lebih tinggi dari tubuhnya sendiri ke pagar kayu tersebut.
"Brak!".
__ADS_1
Pagar kayu yang terlihat kuat, bahkan ada kemungkinan menahan serangan kavaleri selama beberapa menit, tapi langsung hancur di bawah tebasan pedang Ranta.
Sebagian pagar kayu yang ia tabrakan terbang sejauh puluhan meter sebelum menabrak salah satu tenda di kamp Myro.
Pasukan di kamp Myro mulai berkeringat, mereka kaget serta takut melihat kekuatan menakutkan yang ditunjukkan Ranta tadi.
"Jangan takut, pertahankan formasi kalian! Keuntungan kita dibandingkan para barbar bukanlah dari segi kekuatan maupun jumlah melainkan formasi! Selama kita mempertahankan formasi, maka kita bisa menang", teriak Charles yang menekan rasa khawatir pasukan Myro, ia bersiap mengambil pedangnya untuk melawan Ranta.
Myro mengangkat tangannya untuk menghentikan Charles "Kau fokus menahan 1800 pasukan musuh memakai pasukan yang kita miliki, aku yang akan melawan pemimpin musuh. Bagaimanapun dia adalah kekuatan rank 3, apabila kau yang rank 5 melawannya maka orang-orang mungkin akan menganggap ku sebagai penakut yang hanya bisa bergantung pada orang lain".
"Aku Myro Aras, orang yang akan melawan mu. Setidaknya apakah kau keberatan memberitahu namamu agar pedang ku tidak membunuh orang yang tidak dikenal?", kata Myro sambil melangkah maju, ia sudah menarik pedangnya dan bersiap untuk bertarung.
Myro sudah berhati-hati sejak awal sebelum pertarungan di mulai karena ia mengerti, kekuatan Ranta sekarang berada di atas semua rank 3 atau bahkan rank 4 yang pernah ia temui.
Ranta menatap ke arah Myro sebelum berteriak "Semua pasukan serang!".
Tiba-tiba Ranta bergegas maju menuju Myro dan menebas pedang raksasanya dari atas.
"Tang!".
__ADS_1
Myro menahan pedang Ranta tanpa masalah, ia berkata dengan dingin "Aku bodoh, kenapa aku repot-repot berbicara denganmu sejak awal sebab barbar tidak berbicara memakai mulut".
Myro menambah kekuatannya yang membuat Ranta mundur menjauh sebanyak 2 langkah "Bukankah barbar berbicara lewat kekuatan mereka? Kalau begitu aku akan mengikuti cara kalian!".