
Melihat Rylis yang berdiri sebagai pemenang akhir, walaupun ia yang sekarang di penuhi luka, tapi di mata para prajuritnya ia terlihat seperti dewa perang yang membawa kembali kemenangan tidak peduli seberapa berat peperangan yang dia hadapi.
Semua prajurit Rylis mengangkat senjata mereka lalu berteriak keras "Hidup Ketua Rylis! Anda memang tidak terkalahkan!".
"Ketua Rylis tak terkalahkan!".
"Panjang umur Ketua Rylis!".
Mendengar teriakan para prajuritnya, Rylis menjadi semakin bersemangat, ia berteriak layaknya harimau yang sedang mengaum "Dengan ini aku menyatakan diriku sendiri sebagai penguasa dari pegunungan Provinsi Atro--".
"Stab!".
Sebelum menyatakan dirinya sebagai pemenang, Rylis segera merasakan sakit dari perutnya. Tetapi rasa sakit ini bukan dari luka yang diberikan Tila, melainkan bagian tubuhnya yang lain merasakan sebuah rasa sakit baru yang berarti ini adalah sebuah luka baru.
Menundukkan kepalanya, Rylis menemukan sebuah pedang menusuk jantungnya dari belakang hingga tembus ke depan, ia memuntahkan seteguk darah akibat luka mematikan tersebut.
Sosok Anrateon perlahan-lahan muncul dari belakangnya, Anrateon berkata penuh rasa dingin "Bukankah terlalu cepat bagi dirimu untuk menyatakan diri sendiri sebagai pemenang, Ketua Rylis?".
__ADS_1
"Kau, bagaimana mungkin kau ada disini? Seharusnya kau sekarang sedang berhadapan dengan--", Rylis menatap ke arah 1 orang wakil rank 6 yang ia bawa kesini.
Bagaimanapun sejak awal Anrateon tidak berhadapan melawan Rylis melainkan wakilnya sebab mereka sama-sama rank 6.
Rylis memang mengakui kekuatan serta bakat Anrateon, namun wakilnya juga bukan orang yang lemah.
Masalahnya di bawah penglihatan Rylis sekarang, ia menemukan wakilnya telah berbaring di tanah dengan sebuah kolam darah di tubuhnya, ia sama sekali tidak bergerak yang membuat Rylis yakin wakilnya telah terbunuh.
Anrateon tersenyum mengejek "Maksudmu wakil yang kau bangga-banggakan itu? Aku telah mendengarnya, ia adalah salah satu junior terbaikmu di militer dulu bukan? Tetapi sejujurnya, orang yang kau banggakan itu bagiku sangat lemah, setidaknya ia tidak mampu menahan ku selama lebih dari 10 menit, itupun aku sudah menahan diri agar pertarungan kami tidak terlalu cepat selesai. Kalau kau bertanya tujuanku memperlambat pertarungan, tentunya agar kau bersama 2 ketua lainnya saling membunuh terlebih dulu, bagaimana? Apakah jawabanku sudah cukup bagimu?".
Rylis menatap Anrateon di belakangnya penuh kebencian "Kau adalah iblis licik! Suatu hari nanti, semua penipuan yang kau perbuat ini akan mendapatkan balasannya! Kau pasti akan merasakan sakit yang tidak dapat kau bayangkan--".
Di antara 3 pemimpin, hanya Tila yang masih hidup sekalipun ia terluka berat.
Walaupun telah mendengar percakapan antara Anrateon bersama Rylis tadi bahwa mereka semua telah ditipu, tapi Tila tahu orang yang dapat menghentikan kematiannya saat ini tinggal Anrateon. Oleh karena itu, ia perlu membuat Anrateon berubah pikirkan supaya membiarkannya hidup. Sedangkan masalah balas dendam, ia dapat memikirkannya setelah semua lukanya pulih.
"Anrateon, jangan bunuh aku! Aku berbeda dari Ravines dan Rylis, aku tidak mempunyai ambisi yang begitu besar untuk menguasai seluruh pegunungan ini! Paling banyak aku tertarik mengumpulkan uang. Benar, selama kau membiarkan aku hidup, aku akan mengumpulkan banyak uang bagimu. Selain itu, ada banyak sekali wanita cantik di kelompok bandit ku, kau boleh menggunakan mereka semua", kata Tila mencoba membujuk.
__ADS_1
Anrateon menatap wanita yang ia anggap sebagai rubah tua dengan dingin, ia sama sekali tidak tertarik terhadap tawaran yang Tila berikan "Kau salah paham, aku tidak akan membunuhmu, setidaknya sekarang sebab orang yang akan menentukan hidup ataupun mati kalian bukan aku melainkan tuanku".
Tiba-tiba di bawah tatapan semua bandit yang bingung, lagipula mereka tidak pernah berpikir bahwa pemenang pertarungan ini bukan 2 kelompok bandit besar yang saling bekerja sama ataupun Bandit Pedang Merah yang paling kuat, melainkan bandit baru milik Anrateon. Gerbang markas Anrateon mulai terbuka, seorang pria dengan jubah besi yang terlihat cukup mewah berjalan melewati gerbang dibawah pengawalan sekitar 40 Ksatria bersenjata lengkap.
Di antara semua Ksatria yang dibawa pria muda tersebut, terdapat seorang pria berbadan tinggi serta membawa 2 kapak raksasa yang terlihat seperti barbar menatap sekitarnya penuh rasa tertarik "Lihatlah ini, Tuan! Nampaknya ada pertarungan yang benar-benar gila disini, ada banyak sekali mayat di mana-mana, seandainya aku bisa mengikuti pertarungan menarik ini-- Tidak, perlindungan tuan adalah yang paling penting, maafkan aku atas hal bodoh yang aku pikirkan barusan tuan".
Pria muda yang merupakan tuan dari 40 Ksatria melambaikan tangannya "Lupakan, kau tak perlu merasa bersalah sebab aku juga mengetahui seberapa tertariknya kau dengan medan perang. Jangan khawatir, setelah ini masih ada banyak medan perang yang menunggu kita".
Orang yang datang tidak lain adalah Myro bersama para Ksatria miliknya, sedangkan pria yang bersemangat melihat medan perang dari tadi tidak lain merupakan Lokof.
Di bawah tatapan semua, Myro berdiri di tengah-tengah medan perang sedangkan Anrateon juga berjalan mendekatinya dengan hormat.
Myro menatap ke arah semua orang dengan bingung "Aku tahu apa yang kalian semua pikirkan, kalian pasti bertanya-tanya mengenai siapa aku dan apa hubungannya aku ada disini bukan? Biarkan aku memperkenalkan diri, namaku adalah Myro Aras, pangeran ke 17 dari Kerajaan Golden Guardian! Aku merupakan tuan dari Anrateon serta orang yang menggerakannya untuk melakukan peperangan ini".
Suasana di medan perang langsung menjadi ribut, mereka tidak pernah berpikir bahwa Anrateon ternyata bekerja untuk kerajaan, padahal ia selama ini terkenal sebagai orang yang mengembangkan pasukan bandit nya menggunakan kekuatan sendiri, nampaknya mereka salah memahami Anrateon.
Ketika semua orang masih ribut, Lokof memukul kapaknya dengan keras ke tanah yang menarik perhatian semua orang lagi "Tuanku sedang berbicara, tutup mulut kalian semua kecuali kalian siap mati".
__ADS_1
Semua orang menjadi diam lagi, mereka semua menatap Myro bertanya-tanya apa yang akan ia katakan.
"Kalian semua pasti tahu pemimpin kalian telah mati, kecuali Bandit Koin Emas namun ia juga sudah hampir mati. Karena alasan tersebut aku memberikan kalian semua tawaran, menyerah lalu setia kepadaku! Selama kalian melakukannya, aku akan membiarkan kalian semua tetap hidup sedangkan mereka yang menolak, jangan salahkan aku karena bersikap kejam", kata Myro tersenyum dingin yang membuat banyak orang merasa sangat khawatir.