LORD WORLD : START

LORD WORLD : START
BAB 43 : PENYIHIR YANG HANYA BISA MENGGUNAKAN CAHAYA?


__ADS_3

Hujan panah langsung membunuh sebagian pasukan barbar, terutama mereka yang jatuh ke parit benar-benar menjadi target utama dari tembakkan panah.


Ranta yang ada di parit tertusuk oleh 2 anak panah, tapi untungnya semua panah tersebut hanya mengenai tangan dan kakinya sehingga sama sekali tidak mengancam hidupnya.


Bukan hanya Ranta yang kaget dengan serangan kejutan dari musuh, melainkan Hulard juga terkejut. Ia tidak pernah berpikir ternyata musuh menyembunyikan diri memakai kamp milik mereka, lalu ketika Ranta bersama pasukannya jatuh ke jebakan parit yang telah disiapkan, mereka langsung menembaknya memakai panah.


Myro yang berada di barisan depan pasukan pemanah berteriak lagi sambil mengangkat pedangnya "Siapkan anak panah kalian! Bidik, tahan, tembak!".


Ratusan panah kembali terbang ke langit, Ranta yang berada di parit menjadi semakin panik sebab kali ini ia mungkin akan benar-benar mati. Bagaimanapun ia sebelumnya tetap hidup sebab pasukannya yang setia melindungi dirinya memakai hidup mereka sendiri, sekarang sudah tidak ada lagi pasukan setia di sekitar parit yang membuat Ranta merasakan krisis hidup dan mati.


Wajah Hulard menjadi dingin, lagipula ini bisa dianggap sebagai kegagalan dirinya yang merupakan orang bijak untuk membuat rencana.


Oleh karena itu ia mengangkat tongkat sihirnya, elemen api berkumpul di atas tongkatnya sehingga daerah di sekitarnya mulai menjadi panas "Jangan berpikir panah lemah seperti ini mampu melukai orang-orang ku lagi, Tembok Api!".


Api yang ada di sekitar tongkat sihir Hulard menyebar menutupi langit untuk membakar semua anak panah yang menyerang, bagaimanapun ia tidak boleh sampai membiarkan Ranta mati disini.


Meskipun Ranta hanya 1 dari begitu banyak anak kepala suku, hubungannya bersama kepala suku akan memburuk kalau ia membiarkan anaknya mati padahal kepala suku telah mengirimkan Hulard untuk membantu anaknya, jadi Hulard memutuskan untuk bergerak.


"Kau mungkin dapat mengatasi serangan panah itu dengan mudah, namun bukankah kau terlalu mengabaikan diriku?", kata Tifari yang terus memegang tongkat sihir bercahaya di tangannya.


Senyum mengejek muncul di wajah Hulard, ia menatap sihir cahaya yang merupakan sihir kelas rendah di tangan Tifari "Penyihir yang hanya bisa menggunakan sihir cahaya berpikir mampu mengalahkan ku? Sihir cahaya terang yang kau gunakan bahkan bisa digunakan oleh penyihir rank 1, apakah kau pikir dapat mengalahkan ku memakai sihir lemah itu?".


"Sejak kapan aku mengatakan bahwa aku adalah seorang penyihir yang hanya bisa menggunakan sihir cahaya terang?", kata Tifari menggelengkan kepalanya "Kau terlalu meremehkan ku, Pelindung Cahaya!".

__ADS_1


Sebagian cahaya dari tongkat Tifari menyebar menuju panah yang ada di langit, semua panah yang ada langsung ditutupi oleh cahaya yang berusaha melindunginya dari terbakar oleh tembok api.


Melihat tindakan Tifari, senyum mengejek belum hilang dari wajah Hulard "Aku mengakui sihir Pelindung Cahaya Rank 4 memang lebih baik dari sihir Cahaya Terang rank 1, namun aku adalah penyihir rank 7 dan sihir tembok api merupakan mantra sihir rank 7, sihir milikmu sama sekali bukan lawan--".


Sebelum bisa menyelesaikan perkataannya, Hulard terkejut menemukan panah-panah tersebut berhasil melewati tembok api yang ia buat dengan memakai perlindungan cahaya.


"Stab!".


Hujan panah kembali jatuh menuju pasukan barbar yang membuat mereka terluka berat ataupun mati.


Di sisi lain, Ranta benar-benar beruntung. Meskipun ada 4 panah baru yang menusuk dirinya, semuanya belum melukai bagian fatal dari dirinya yang membuat ia terhindar dari kematian.


Sekalipun belum mati, tubuhnya jatuh ke tanah akibat luka yang terlalu berat.


"Bagaimana mungkin?", teriak Hulard menolak percaya bahwa sihir rank 7 miliknya kalah dari sihir rank 4.


"Penyihir barbar, bukankah kau selalu berpikir seorang penyihir hebat adalah mereka yang mampu menggunakan sihir rank tinggi bukan?", kata Tifari penuh keyakinan "Apa yang kau pikirkan sama sekali tidak salah, tapi bagiku sendiri penyihir yang kuat bukan mereka yang memakai sihir rank tinggi melainkan mereka yang menggunakan sihir rank rendah namun bisa mengalahkan sihir rank tinggi, itu adalah penyihir yang kuat!".


Myro yang ada di sisi lain tetap berwajah dingin, ia merasakan Ranta hanya prajurit rank 3 sama seperti dirinya, selama terkena 1 gelombang panah lagi ia pasti mati yang merupakan kesempatan besar sebab barbar yang dapat membawa 2000 prajurit serta seorang penyihir rank 7 pasti memiliki latar belakang yang cukup hebat sehingga Myro langsung memberikan perintah "Siapkan anak panah--".


Sebelum Myro menyelesaikan perintahnya, Hulard melambaikan tongkat sihirnya "Kau pikir aku akan membiarkanmu, Bola Api!".


Puluhan bola api berukuran kepala manusia terbentuk di sekitar Hulard lalu terbang cepat menuju Myro, ia menolak percaya sihirnya kalah dari Tifari yang membuat ia berencana membunuh pemimpin di pihak musuh.

__ADS_1


Myro mengabaikan puluhan bola api yang bergegas ke arahnya sekalipun bola api tersebut terus membesar hingga seukuran manusia.


Mengangkat pedangnya, Myro berteriak "Tembak!".


Walaupun pasukan di belakang Myro takut ataupun khawatir terhadap serangan bola api yang mendekat, sebagian besar dari mereka merupakan pasukan elit dari raja maupun Anrateon sehingga mereka masih menembakkan panah mereka.


Ratusan panah terbang di langit sedangkan wajah Myro tetao dingin terhadap bola api yang mendekat. Bukannya Myro memiliki kekuatan yang cukup untuk menahan bola api dari penyihir rank 7, bagaimanapun tidak peduli seberapa kuat rank 3, kekuatan rank 7 bukanlah sesuatu yang bisa mereka lawan. Meskipun begitu Myro tak khawatir, ia percaya kepada seseorang yang akan melindunginya.


"Kau berani mencoba menyentuh tuanku? Aku sudah putuskan, siapapun yang berani mencoba menyentuh tuanku harus siap kehilangan hidup mereka", kata Tifari dingin, ia mengulurkan tombaknya ke depan "Perisai Dimensi!".


Bola api yang akan menabrak Myro langsung meledak tanpa menyentuhnya sedikitpun seakan-akan ada tembok tidak terlihat di sekitar Myro, lalu Tifari melambaikan tongkat sihirnya lagi "Pedang Cahaya, Maju!".


Puluhan pedang cahaya terbentuk di sekitar Tifari dengan aura menakutkan yang bergegas terbang menuju Hurald.


Sekarang Hurald benar-benar kaget, melawan penyihir rank 7 sudah sangat sulit, apalagi berdasarkan serangan tadi membuktikan bahwa Tifari mampu menggunakan 2 elemen sihir yaitu cahaya serta elemen langka dimensi.


Hurald yang terkejut kembali sadar, ia melompat ke samping untuk menghindari semua pedang cahaya yang terbang ke arah dirinya.


"Slash!".


Meskipun berhasil menghindar sehingga hidupnya tetap bertahan, Hurald kehilangan tangan kirinya sebab ia masih sedikit terlambat.


Menahan pendarahan yang tidak menunjukkan tanda-tanda berhenti di tangan kirinya, Hurald menatap ke arah Myro serta yang lainnya penuh rasa takut "Sebenarnya, siapa kalian semua?".

__ADS_1


__ADS_2