LORD WORLD : START

LORD WORLD : START
BAB 36 : PERTARUNGAN 4 KELOMPOK BESAR BANDIT


__ADS_3

Sewaktu pertemuan antara Anrateon bersama 2 pemimpin kelompok bandit lainnya, tepat setelah Ravines selesai menyampaikan rencananya untuk menipu Rylis "Bagaimana menurut kalian? Aku yakin rencanaku ini pasti berhasil selama 1 orang menyelesaikan perannya dengan baik, yaitu Anrateon! Kau adalah kunci keberhasilan kita mengalahkan Rylis. Selama kau berhasil menarik Rylis menuju markas mu di bawah pengepungan pasukan kita, aku yakin kita pasti menang".


"Masalah utamanya adalah Rylis merupakan orang yang sangat berhati-hati, aku yakin ia tidak akan jatuh menuju perangkap kita dengan mudah, bahkan ada kemungkinan ia akan curiga dan batal menuju markas mu. Jadi seperti yang aku katakan, berhasil atau gagalnya rencana kali ini, semuanya berada di tanganmu, Anrateon".


Sebuah senyum percaya diri muncul di Anrateon "Jangan khawatir, masalah menipu orang lain merupakan keahlianku! Selama kalian menepati apa yang kalian katakan untuk menggunakan kekuatan penuh kalian membantuku menghabisi Bandit Pedang Merah, aku pasti menipu Rylis tanpa masalah. Namun kalau kalian hanya membantu setengah-setengah, aku pasti menjual kalian kepada Rylis lalu bergabung bersamanya".


Tila yang dari tadi diam untuk mendengarkan berkata tegas "Aku tahu apa yang kau khawatirkan, bagaimanapun seperti yang sering dikatakan orang-orang, perkataan bandit merupakan perkataan yang paling tidak boleh dipercaya. Tetapi keadaannya berbeda sekarang, kita mempunyai musuh yang sama, selain itu kita berada di bawah tekanan yang sama, selama Bandit Pedang Merah tetap bertahan seperti sekarang maka tinggal masalah waktu sampai kita semua dihancurkan. Karena alasan tersebut, daripada duduk diam terus mengamati Bandit Pedang Merah yang berkembang, kami lebih memilih mengangkat pedang kami dan menghabisi mereka semua memakai 1 serangan".


...----------------...


Tidak peduli seberapa ditipunya Rylis, ia mengerti bahwa dirinya menjadi orang yang ditipu disini, bukan ia yang berhasil menipu Anrateon.


Mata merah Rylis menatap 2 bandit rank 7 yang ada di depannya "Tila, Ravines, hebat! Aku pikir kita merupakan rekan yang saling melindungi, terutama dari serangan kerajaan. Tapi pada akhirnya kalian mengkhianatiku hari ini, aku seharusnya tidak mempercayai perkataan bandit seperti kalian".


Ravines menggelengkan kepalanya " Rylis, jangan berbicara seakan-akan kau menjadi korbannya. Baik aku dan Tila sejak awal sudah merasakan keanehan yang kau lakukan, ambisimu semakin hari semakin besar, kau terus memperkuat pasukan milikmu untuk menguasai seluruh hutan. Oleh karena itu, sebelum kau mempunyai kekuatan yang cukup untuk membersihkan kami semua, bukankah lebih baik kami yang membersihkanmu lebih dulu?".


"Itu benar", kata Tila mengangguk setuju "Jangan bertindak seakan-akan kau menjadi orang yang dikhianati, padahal kau merupakan orang yang mengkhianati kami! Daripada menunggu kau membersihkan kami, sekarang kami lebih memilih membersihkanmu duluan".


Anrateon yang berada di atas gerbang markas miliknya tersenyum mengejek "Ketua Rylis, bagaimana rasanya ditipu oleh orang yang anda pikir sudah tertipu? Aku dengar di medan perang dulu kau terkenal dengan kelicikan milikmu yang berhasil menipu banyak musuh lalu membawa kemenangan bagi kerajaan, bagaimana rasanya saat kelicikan serta kecerdasan adalah hal yang paling kau banggakan, namun di perang kali ini kau kalah akibat kurangnya kelicikan dirimu sendiri?".


"Diam! Diam!", teriak Rylis seperti orang gila dengan matanya yang semerah darah "Aku sama sekali belum kalah, kalian semua yang akan kalah! Seluruh pasukan, jangan takut! Walaupun jumlah mereka jauh di atas kita, mereka semua hanya seorang bandit sedangkan kita telah dilatih melalui militer yang berat selama bertahun-tahun. Karena alasan tersebut, tunjukkan kepada mereka perbedaan seorang prajurit dibandingkan bandit-bandit seperti mereka!".

__ADS_1


"Serang!".


Meskipun mengetahui mereka sudah dijebak, tapi seperti apa yang dikatakan Rylis, mereka semua dulunya pernah berada di militer kerajaan yang membuat mereka berbeda dari para bandit.


Kalau itu para bandit, setelah jatuh ke situasi tidak menguntungkan seperti Bandit Pedang Merah, sebagian besar dari mereka pasti mulai menyerah maupun melarikan diri memikirkan hidup mereka sendiri.


Namun Bandit Pedang Merah dulunya berasal dari militer, karena alasan tersebut mereka semua masih mempunyai rasa kesetiaan serta perjuangan tertentu, apalagi pemimpin mereka bukan seorang penakut yang melarikan diri padahal mereka bertarung sampai mati.


Rylis berada di barisan paling depan, ia memimpin 1000 pasukannya yang terlihat seperti sekelompok serigala ganas menuju kumpulan bandit.


Para bandit dari Badai Darah dan Koin Emas juga sedikit ketakutan akibat aura menakutkan Bandit Pedang Merah, untungnya pasukan Anrateon lebih terlatih sehingga mereka hanya menunjukkan mata tegas terhadap keganasan pasukan musuh.


Menyadari pasukan di belakangnya merasa sedikit takut, Ravines berteriak "Jangan lihat sikap mereka yang ganas, pada akhirnya mereka hanya seekor kelinci yang sudah disudutkan! Dengan jumlah kita yang lebih banyak, musuh sama sekali bukan lawan kita! Hari ini, kita akan membersihkan seluruh Bandit Pedang Merah".


"Brak!".


2 pasukan saling bertabrakan yang mengakibatkan suara keras, tabrakan senjata dan teriakan kesakitan terus bergema di seluruh medan perang, bahkan darah dengan cepat mewarnai seluruh tanah.


Saat ini Rylis sedang menebas pedangnya melawan Tila yang memakai pedang kecil serta Ravines yang juga menggunakan pedang tapi ia memiliki tambahan yaitu sihir kegelapan.


Pertarungan para pemimpin itu berlangsung sengit. Walaupun sendirian, Rylis tidak menunjukkan kelemahan apapun melainkan pedangnya tetap berhasil melukai 2 musuh di depannya, namun luka pada tubuh Rylis sendiri jauh lebih banyak.

__ADS_1


Ketika Rylis sedang menahan tebasan pedang kegelapan milik Ravines, pedang Tila segera menusuk perutnya.


"Stab!".


Sebuah luka besar terbentuk di tubuh Rylis akibat serangan Tila, namun ia mengabaikan rasa sakit tersebut dan memukul pundak Tila.


"Krak!", suara tulang patah terdengar, Tila terbang sejauh beberapa meter akibat pukulan Rylis serta tangan kanannya patah.


Meskipun berhasil menjatuhkan Tila, Ravines memanfaatkan kesempatan tersebut. Ia menebaskan pedang kegelapan nya menuju leher Rylis.


"Slash".


Ravines yang berpikir pedangnya pasti berhasil menebas leher Rylis menemukan sesuatu yang mengejutkan, Rylis mengorbankan tangan kanannya supaya tetap hidup.


Tangan kanan Rylis lepas dari tubuhnya akibat tebasan pedang tersebut, pedang yang dipegang tangan kanannya ikut terbang.


Tetapi ia mengabaikan rasa sakit dari kehilangan tangan kanannya, seluruh energinya berkumpul di tangan kiri lalu ia memukul menuju leher Ravines tanpa ragu.


"Krak!".


Leher Ravines langsung patah akibat pukulan tersebut, tubuhnya terlempar sejauh puluhan meter sebelum jatuh ke tanah kehilangan hidupnya. Dengan 1 pukulan, Rylis membunuh 1 bandit rank 7 dan melukai 1 bandit rank 7 lain hingga tidak dapat bertarung lagi.

__ADS_1


Rylis yang kehilangan tangan kanannya dan ada sebuah luka fatal di perutnya mengangkat tinjunya tinggi-tinggi lalu berteriak keras yang menarik perhatian semua orang di sekitarnya "Aku adalah pemenangnya!".


__ADS_2