
Mendengar tawaran Myro, mereka yang berasal dari Bandit Badai Darah dan Bandit Koin Emas mulai terpengaruh. Beberapa dari mereka sudah menurunkan senjata mereka sambil mengangkat tangan yang menyatakan bahwa mereka sudah menyerah sedangkan ada beberapa orang lain yang keras kepala mencoba melarikan diri meskipun mereka akan mati di tangan pasukan Anrateon yang sudah mengepung daerah sekitar serta menutup jalan melarikan diri.
Berbeda dari 2 kelompok bandit tadi, orang-orang dari Bandit Pedang Merah sama sekali tidak menunjukkan keraguan, wajah mereka semua tegas sebab sejak awal mereka tidak terpengaruh bujukan Myro.
Bukan hanya itu, sebagian di antara mereka sepertinya mulai melangkah maju untuk membunuh Myro.
Melihat tindakan orang-orang ini, wajah Anrateon serta yang lainnya menjadi suram. Bagaimanapun Myro merupakan tuan mereka, mereka tidak akan duduk diam membiarkan sikap tidak sopan orang-orang ini.
Ketika 2 pihak akan saling bertarung, Myro berteriak keras yang sekali lagi menarik perhatian semua orang "Aku tahu apa yang kalian semua pikirkan! Kalian dulunya merupakan prajurit yang setia kepada kerajaan, tapi di bawah tipuan omong kosong Rylis, kalian semua dianggap sebagai bandit! Oleh karena itu, sebagai seorang pangeran Kerajaan Golden Guardian, aku tidak dapat duduk diam melihat ketidakadilan ini. Selama kalian mengikutiku, aku akan membersihkan nama kalian serta membiarkan kalian menjadi penduduk kerajaan lagi, bukan seorang bandit".
"Selain itu anak serta keluarga kalian tidak perlu hidup bersembunyi di pegunungan layaknya bandit karena dikejar pasukan kerajaan, bahkan aku akan membiarkan anak kalian mendapatkan pendidikan yang baik seperti apa yang seharusnya diterima sebagai anak-anak dari pasukan kerajaan. Para prajurit, buktikan kepadaku apakah kalian benar-benar pasukan setia kerajaan atau bandit".
Wajah ganas pasukan Bandit Pedang Merah segera berubah menjadi keraguan. Mereka adalah prajurit setia dan Rylis merupakan rekan sekaligus atasan mereka, jadi pada awalnya mereka berencana untuk balas dendam bagi Rylis.
Namun setelah perkataan Myro barusan, mereka langsung ragu. Alasannya yaitu seperti yang dikatakan Myro, mereka mungkin tidak takut mati tapi mereka khawatir terhadap keluarga mereka.
Sejak menjadi bandit, keluarga mereka tidak dapat tinggal di wilayah kerajaan lagi, semua anggota keluarga mereka perlu ikut bersembunyi di pegunungan ataupun hutan serta selalu dikejar-kejar pasukan kerajaan.
__ADS_1
Lagipula mereka bukan bandit normal melainkan mereka dianggap sebagai pengkhianat kerajaan, alasannya mereka dulu merupakan prajurit kerajaan yang berpindah menjadi bandit sehingga bisa dianggap sebagai pengkhianat.
Hukuman bagi pengkhianat maupun pemberontak tidak jatuh kepada diri mereka sendiri, melainkan seluruh keluarga mereka akan ikut terkena hukumannya.
Karena alasan tersebut, sebagian besar dari mereka menyesal mengikuti Rylis. Masalahnya mereka tidak mempunyai pilihan lain, sejak mereka memutuskan mengikuti Rylis maka tidak ada jalan kembali lagi.
Masalahnya Myro di depan mereka memberi kesempatan untuk membersihkan nama mereka serta melindungi keluarga mereka. Apabila itu orang lain, mereka mungkin menganggap perkataannya sebagai kebohongan, bagaimanapun para bangsawan sekalipun takut untuk melindungi mereka. Alasannya yaitu siapapun yang mencoba melindungi mereka, ada kemungkinan orang tersebut juga dianggap pengkhianatan.
Tetapi Myro berbeda, ia adalah seorang anak dari raja yang menguasai kerajaan ini, kemungkinan ia dianggap pengkhianat sangat kecil.
Ragu-ragu sebentar, beberapa orang mulai menurunkan senjata mereka dan mengangkat tangan yang menunjukkan bahwa mereka sudah menyerah.
Kata-kata terakhir Myro menjadi tombak terakhir yang menusuk tembok kesetiaan mereka, satu persatu pasukan Bandit Pedang Merah membuang senjata mereka. Sedangkan 2 kelompok bandit yang lain, mereka semua menyerah sejak awal.
Tetapi dibandingkan mendapatkan pasukan dari 2 kelompok bandit yang lain, Myro lebih senang menerima kesetiaan pasukan Bandit Pedang Merah.
Mereka semua merupakan pasukan yang pernah dilatih pada militer kerajaan, kesetiaan mereka juga di atas rata-rata dibandingkan para bandit yang mengkhianati pemimpin mereka dengan mudah. Setelah Rylis mati, mereka masih berusaha bertarung untuknya yang menunjukkan kesetiaan mereka.
__ADS_1
Ketika semua orang di tempat tersebut menyerah, Myro mengangguk "Aku, Myro Aras menerima kesetiaan kalian semua! Mulai hari ini, kalian akan berada di bawah kepemimpinan Anrateon dan menjaga pegunungan ini untukku. Saat Kota Akhir selesai sepenuhnya, aku akan memberikan kalian kesempatan menjadi prajurit kerajaan secara resmi selama kalian menunjukkan usaha yang baik. Lalu seperti yang aku katakan, keluarga kalian bebas. Kalian boleh membawa semua anggota keluarga kalian menuju Kota Akhir untuk tinggal di sana. Apabila keluarga kalian merasa tidak sesuai di masa depan, mereka boleh pindah".
"Paling tidak selama 2 tahun, mereka harus tetap menjadi penduduk Kota Akhir sebab semua orang tahu Kota Akhir merupakan wilayah ku, siapapun perlu berpikir 100 kali sebelum berani menyentuh penduduk di wilayah ku karena itu sama seperti menentang keluarga kerajaan".
Diam-diam Myro tersenyum licik dipikirannya, ia menerima kesetiaan 1000 pasukan terlatih, selain itu Kota Akhir yang seperti kota mati juga menerima banyak penduduk baru.
Disini ada 1000 prajurit, kalau masing-masing dari mereka mempunyai 1 istri dan 1 anak, berarti Kota Akhir akan menerima paling tidak 2000 penduduk tambahan. Setidaknya kota mati akan menjadi sedikit hidup.
"Baik, pangeran!", jawab semua orang tegas, mereka sudah memilih mengikuti Myro sehingga mereka tentunya mengakui dirinya.
Myro melambaikan tangannya "Tidak perlu memanggilku pangeran, kalian bisa memanggilku tuan".
Myro mempunyai alasan kenapa ia menolak dipanggil pangeran kecuali oleh bawahan ayahnya seperti Kanson. Jika dipanggil pangeran, orang-orang itu mengakui Myro sebab ia merupakan anak raja. Namun Myro menolak diakui karena hal tersebut, ia akan berusaha supaya diakui bukan sebagai anak raja melainkan sebagai dirinya sendiri yaitu Myro Aras.
Anrateon membungkuk hormat kepada Myro "Tuan memang hebat, dengan ini seluruh pegunungan Provinsi Atrof berada di tangan tuan".
"Masih belum, ada sebagian bandit tingkat menengah dan rendah yang belum menyerah kepada kita. Lalu sisa pasukan Bandit Pedang Merah, Badai Darah dan Koin Emas ada yang belum menyerah dan sedang menjaga markas mereka", kata Myro mengingatkan "Anrateon, aku harus pergi menuju wilayah barbar secepat mungkin karena sudah seminggu berubah dari jadwal yang seharusnya. Apakah kau mampu menguasai semua bandit disini tanpa bantuan ku?".
__ADS_1
Anrateon menjawab tegas "Tuan jangan khawatir, kali ini aku pasti tidak akan gagal!".