LORD WORLD : START

LORD WORLD : START
BAB 32 : KEDATANGAN MYRO


__ADS_3

Mendengar keputusan Anrateon, Yovan segera berteriak keras "Aku mengerti, kepala! Aku akan memberitahu pasukan yang lain agar bersiap".


Anrateon mengangguk "Pergilah! Kita akan menyerang mereka secepat mungkin! Kalau kita menunggu sampai minggu depan sebelum menyerang, musuh pasti siap terhadap serangan kita. Aku yakin orang-orang dari Bandit Pedang Merah pasti tidak pernah berpikir kita akan berani langsung menyerang mereka hari ini. Oleh karena itu, ayo kita kejutkan mereka dengan keberanian kita. Walaupun hal tersebut tidak cukup untuk mengalahkan mereka, setidaknya bisa memberi mereka lebih banyak kerugian dengan menggunakan serangan kejutan".


"Dimengerti!", teriak Yovan yang bergegas pergi dari sini secepat mungkin, ia mengerti seberapa penting masalah kali ini.


Setelah Yovan pergi, Anrateon mengambil pedang miliknya yang terletak di sudut ruangan lalu berjalan pergi dari kediamannya, ia bergerak menuju ke lapangan latihan dimana seharusnya para prajurit berkumpul.


Pada awalnya rencana Anrateon hari ini adalah memeriksa keuangan serta persediaan makanan kelompok, tapi karena kedatangan surat dari Kelompok Bandit Merah maka ia berubah pikiran. Lagipula melawan serangan Bandit Merah, kelompok bandit mereka kemungkinan besar akan hancur. Oleh karena itu, tidak ada gunanya lagi memikirkan masalah persediaan makanan ataupun keuangan kelompok.


"Selain itu, aku perlu mengirim surat kepada tuan! Walaupun kemungkinan besar surat baru sampai kepada tuan setelah aku mati, setidaknya tuan perlu mengetahui bahwa aku sudah tidak ada lagi", gumam Anrateon sambil berjalan "Aku penasaran, apakah tuan akan marah ketika mengetahui aku memutuskan untuk mati tanpa izin terlebih dulu?".


Anrateon menggelengkan kepalanya lalu membuang semua keraguan yang ia miliki, ia mengerti kalau dirinya melapor terlebih dulu kepada Myro dan menunggu keputusannya mengenai tindakan apa yang harus ia ambil, Myro pasti menolak membiarkan mereka mati melainkan memakai rencana lain seperti membuat mereka melarikan diri atau bersembunyi terlebih dulu. Bahkan ada kemungkinan Myro akan membuat mereka bersembunyi di Kota Akhir, meskipun hal tersebut mungkin akan membahayakan Myro sendiri sebab apabila Anrateon bersama kelompok bandit miliknya bersembunyi di kota akhir, kelompok Bandit Merah pasti memburu mereka sampai ke sana sekalipun.


Jadi Myro bersama pasukannya akan ikut serta di pertarungan berisiko melawan Bandit Pedang Merah, Anrateon tidak tertarik membuat Myro mengambil resiko kematian seperti itu.


Saat ia semakin dekat dari lapangan, seorang bandit yang seharusnya sedang berpatroli di bagian depan gerbang markas berjalan mendekati Anrateon.

__ADS_1


Ia memberi hormat kepada Anrateon sebelum berkata "Tuan, ada pasukan yang mendekat ke arah sini! Berdasarkan laporan yang kami terima dari pasukan pengintai, pasukan yang mendekat adalah milik Tuan Myro!".


Anrateon terkejut, ia tidak mengerti kenapa Myro tiba-tiba datang kesini, bahkan ia sempat berpikir prajurit yang melapor sedang berbohong sebab menurut yang diketahuinya, Kota Akhir akan dibangun ulang yang pastinya membutuhkan waktu berbulan-bulan. Karena alasan tersebut, Myro seharusnya tetap berada di sana juga sampai kota selesai dibangun. Tetapi Myro ternyata datang kesini, meninggalkan kota yang dibangun sehingga Anrateon sedikit tidak percaya.


Masalahnya prajurit yang melaporkan adalah 400 pasukan elit yang sudah mengikutinya sejak awal, mereka semua merupakan pasukan setia yang membuat Anrateon yakin ini bukan tipuan maupun jebakan. Selain itu, mereka juga pernah bertemu Myro sehingga tidak mungkin mereka salah mengenalinya.


Di bawah rasa penasaran, Anrateon berkata cepat "Ayo pergi ke depan untuk menyambut kedatangan tuan!".


Tanpa menunggu jawaban prajurit tersebut, Anrateon bergegas menuju gerbang depan markas lebih dulu, ia khawatir membuat Myro menunggu.


Sewaktu mendekati gerbang depan, Anrateon menemukan ada cukup banyak orang yang sedang berkumpul di sana.


Myro melambaikan tangannya "Bukan masalah, markas milikmu memang berada di lokasi yang cukup tersembunyi, namun kau sudah memberitahu lokasinya sebelum kami berangkat ke Kota Akhir sehingga kami tidak membutuhkanmu sebagai penunjuk arah".


"Tuan, kenapa anda tiba-tiba datang kesini? Bukankah anda seharusnya sibuk membangun ulang Kota Akhir? Jika ada masalah pada pembangunan kota, tuan bisa memberitahuku. Aku pasti melakukan yang terbaik untuk membantu", kata Anrateon tegas. Walaupun ia bersama kelompoknya berada di keadaan hidup dan mati akibat ancaman Bandit Pedang Merah, ia tetap mengutamakan kepentingan Myro dulu.


Menghadapi pertanyaan Anrateon, Myro melambaikan tangannya "Bukan itu, pembangunan Kota Akhir berjalan lancar tanpa masalah, kau tak perlu khawatir. Aku datang kesini sebab aku kebetulan harus melewati pegunungan ini, jadi aku memutuskan untuk datang kesini sebentar supaya pasukan ku dapat beristirahat selama 1 malam serta memeriksa keadaanmu disini. Bagaimana dengan keadaan kalian disini? Apakah ada kemajuan terhadap pelatihan para bandit baru serta memperluas kekuatan kelompok milikmu?".

__ADS_1


Mendengar pertanyaan Myro, Anrateon ragu-ragu sebentar sebelum akhirnya menghela nafas "Sebenarnya aku malu untuk melaporkan masalah ini kepada tuan, tapi aku juga tidak bisa berbohong kepada tuan. Anrateon siap menerima hukuman apapun sebab aku gagal melaksanakan tugas yang telah tuan berikan".


Myro sedikit terkejut terhadap jawaban Anrateon "Kenapa? Apakah waktu yang aku berikan terlalu singkat?".


"Waktu yang tuan berikan sudah cukup bagi anda, melainkan kelompok kami menghadapi masalah lain yaitu Bandit Pedang Merah", Anrateon mulai menceritakan masalah yang mereka temui kepada Myro mulai dari kelompok bandit lain yang sering menghalangi mereka serta surat ancaman yang ia terima barusan.


Perlahan-lahan wajah Myro berubah menjadi dingin, lagipula Anrateon serta yang lainnya merupakan orang-orang Myro, bagaimana mungkin ia merasa senang mendengar mereka diancam untuk dibunuh?


"Charles, menurut informasi yang kita terima, berapa lama lagi hingga musim dingin di wilayah barbar terjadi?", tanya Myro.


Charles berpikir sebentar lalu menjawab "Pangeran, berdasarkan informasi yang diberikan Kamar Dagang Welvaart kepada kita, 2 minggu lagi hingga musim dingin tiba. Masalahnya para barbar akan melakukan pengumpulan makanan sebelum musim dingin tiba, oleh karena itu waktu penyerangan mereka ke Provinsi Atrof kemungkinan besar adalah minggu depan".


"Berarti aku mempunyai waktu selama seminggu, aku rasa itu sudah cukup", kata Myro yang langsung membuat pasukan "Beritahu seluruh pasukan bahwa kita akan beristirahat disini selama beberapa hari, karena kelompok bandit Pedang Merah serta yang lainnya berani mencoba memakan kelompok bandit milikku, mereka harus siap menerima akibatnya".


"Baik!", jawab semua orang di sekitar dengan tegas.


Meskipun terjadi perubahan rencana secara tiba-tiba, tidak ada seorangpun yang keberatan atas keputusan mereka sebab mereka tahu seberapa pentingnya pasukan bandit Anrateon untuk menyerang pasukan barbar.

__ADS_1


Karena alasan tersebut, kali ini semua orang setuju terhadap keputusan Myro, bahkan Kanson yang sering keberatan sekalipun ikut setuju.


__ADS_2