LORD WORLD : START

LORD WORLD : START
BAB 9 : TAWARAN RAJA


__ADS_3

Ireras tersenyum aneh, cucunya merupakan kebanggaan miliknya. Oleh karena itu, Ireras cukup menolak memilihkan pasangan bagi cucunya, ia lebih setuju apabila cucunya memilih pasangan berdasarkan apa yang dia pilih sendiri.


Tetapi kali ini adalah tawaran dari raja, ia tidak boleh menolaknya secara sembarangan "Yang mulia, cucuku memang cukup baik, namun semua orang tahu sifatnya agak sombong karena ia berbakat sejak kecil, aku takut ia akan merepotkan pangeran yang menjadi pasangannya di masa depan. Bukan hanya itu, aku juga bingung pangeran mana yang akan yang mulia cocokkan dengan anakku? Apakah pangeran yang selalu anda perhatikan, yang mulia?".


Mendengar cara bicara Ireras yang terlihat seperti bercanda, Raja Aras IV menjawab tanpa ragu "Benar, aku berencana memasangkan anak kebanggaan ku bersama cucumu! Ireras, seperti yang kau ketahui, anak yang paling aku banggakan bukan yang paling berbakat, bukan juga calon pangeran yang paling kuat, bukan juga pangeran yang memiliki kemungkinan paling besar menjadi raja! Meskipun begitu, ia adalah anak yang paling aku pedulikan! Di dunia keluarga kerajaan yang kejam ini, aku tidak berharap ia menjadi raja, aku hanya berharap ia dapat menjalani hidup yang damai, seperti yang diharapkan oleh ibunya dulu. Jadi aku merasa cucumu merupakan calon pasangan terbaik".


"Cucumu orang yang cerdas serta berbakat, aku juga tahu ia setia kepada kerajaan dan cukup peduli terhadap kakeknya walaupun terlihat selalu memberontak, apalagi ia pernah kenal dekat bersama anakku, mereka dapat disebut sebagai teman masa kecil. Selain itu aku takut, apabila suatu hari nanti pangeran lain yang menjadi raja, ada kemungkinan raja yang baru akan membunuh semua pangeran sehingga aku perlu melakukan persiapan untuk melindungi anak ini".


"Kau adalah 1 dari 2 pemimpin tangan gelap yang aku miliki, semua pasukan yang kau miliki tersebar di seluruh kerajaan hingga mungkin mencapai ratusan ribu orang. Lalu anakmu merupakan salah satu Duke, bangsawan dengan gelar ke 2 tertinggi di kerajaan, hanya di bawah Grand Duke. Belum lagi bakat yang dimiliki cucumu, ia pasti dapat membantu anakku di masa depan. Karena alasan tersebut, aku menawarkan pernikahan ini".


"Tetapi kau merupakan teman yang sudah membantuku sebelum aku menjadi raja, kau hampir mengorbankan seluruh hidupmu bagi diriku. Jadi, aku tidak akan memaksamu, kau boleh menolak tawaran yang aku berikan. Lagipula, cucumu berhak memilih masa depannya sendiri, jangan terikat dengan takdir kerajaan yang dingin serta kejam".


Ireras kaget mendengar penjelasan tersebut, ia bertanya khawatir "Yang mulia, apakah menurutmu anda akan kalah? Anda adalah raja yang paling bijaksana--".


Raja Aras IV mengangkat tangannya "Pada akhirnya aku tetap harus bersiap untuk kemungkinan terburuk! Walaupun aku telah menyiapkan rencana yang sudah aku atur selama 5 tahun, para bangsawan dan pejabat itu sama sekali bukan lawan yang mudah untuk dikalahkan! Bagaimana jawabanmu, Ireras?".


Ireras yang sebelumnya ragu-ragu menjadi tegas, ia menundukkan kepalanya "Jika apa yang anda tawarkan adalah pangeran lain, aku mungkin akan menolak sebab aku merasa cucuku berhak memilih pasangan miliknya sendiri. Namun karena yang mulia menawarkan pangeran yang paling anda pedulikan, bagaimana mungkin saya menolak?".

__ADS_1


"Bagaimana dengan cucumu? Apakah menurutmu ia akan setuju terhadap tawaran ini mengingat sifatnya tersebut?", kata Raja Aras IV.


Ireras tersenyum percaya diri "Yang mulia tidak perlu khawatir, kalau itu pangeran yang lain, ia pasti menolak. Bahkan meskipun aku memaksa, ia akan mencoba melarikan diri dari rumah berdasarkan sifat memberontak miliknya. Tetapi selama yang anda pasangkan adalah pangeran itu, aku yakin ia akan senang dan bergegas pergi mengejar sang pangeran tanpa harus aku perintahkan".


Melihat senyuman Ireras, Raja Aras IV sedikit kaget lalu tersenyum penuh pengertian "Begitu, sejak dulu hingga sekarang, aku memang lebih cerdas daripada dirimu mengenai strategi serta pembangunan. Tapi jika itu masalah perasaan manusia, kau memang paling ahlinya. Baiklah, sudah diputuskan, nampaknya keluargamu akan semakin terikat ke keluarga Kerajaan Aras untuk ke depannya, Ireras!".


"Sebuah kehormatan bagi saya!", kata Ireras.


2 sosok itu saling tersenyum seakan-akan mereka hanya membahas masalah kecil, padahal apa yang mereka bahas barusan mampu mengubah seluruh kerajaan.


...----------------...


Myro sama sekali belum menyadari bahwa raja mulai mencurigai kemampuan miliknya, selain itu Myro juga tidak berencana menunjukkan kemampuannya terlalu sering agar menghindari perhatian orang-orang. Apabila ada banyak orang-orang kuat yang setia kepada Myro, banyak orang pasti curiga.


Bukan hanya itu, ia sendiri belum mengerti terlalu jelas bagaimana cara mendapatkan kesempatan memanggil pahlawan maupun artefak lagi. Prestasi seperti apa yang perlu ia dapatkan hingga Myro bisa menerima kesempatan memanggil lagi.


Selama 5 hari sebelum keberangkatan, Myro membeli semua persediaan yang ia butuhkan. Meskipun tidak mempunyai banyak uang, Myro masih memiliki cukup uang untuk membeli makanan bagi ia dan Lokof selama sebulan.

__ADS_1


Perjalanan dari sini menuju Kota Akhir memakan waktu sekitar 2 minggu sampai 1 bulan mengingat perjalanan Myro belum tentu lancar, ia yakin akan ada gangguan dari pangeran lainnya ataupun bandit.


Kerajaan Golden Guardian memang terkenal akan kekuatan serta prajurit mereka yang tangguh, tapi bukan berarti tidak ada bandit di kerajaan ini.


Apalagi kota yang Myro datangi merupakan wilayah perbatasan dengan 2 wilayah lain, oleh karena itu keamanan di sana cukup kacau, ada banyak bandit yang melakukan pencurian pada desa bahkan kota sekitar.


Pada hari ke 5, Myro bersama Lokof telah menyiapkan 2 kuda, mereka siap berangkat.


Myro menolak memakai kereta kuda sebab memakai kereta kuda jauh lebih lambat dibandingkan langsung naik ke atas kuda, belum lagi Myro berbeda dari pangeran lain.


Sejak kecil, ia telah belajar menggunakan kuda dari para prajurit yang membuat Myro percaya diri dengan kemampuan berkuda miliknya, Myro juga yakin dia dapat menembakkan panah dari atas kuda tanpa masalah.


Ketika semua persediaan makanan dan uang diletakkan pada punggung kuda, Lokof berjalan mendekat "Tuan, semua persiapan sudah selesai, kita bisa berangkat sekarang! Namun raja memang mengecewakan, ia tidak mengirimkan seorang pun prajuritnya untuk mengawal tuan menuju kota akhir, padahal tuan adalah anaknya sendiri!".


Myro menggelengkan kepalanya "Bukankah lebih baik seperti ini? Kalau raja mengirim prajuritnya mengikuti ku, maka aku akan kesulitan untuk bergerak sebab ada orang yang mengawasi ku. Dengan cara ini, tanpa adanya mata-mata raja di sisiku, aku mampu bergerak lebih bebas".


Sebenarnya Myro merasa cukup aneh, sejak kejadian kedatangan Lokof, kapten penjaga yang dikirim untuk menjaga rumah Myro selama bertahun-tahun tidak pernah datang lagi sehingga ia bertanya-tanya apakah kapten tersebut sudah dipindahkan ke tempat lain sebab Myro akan meninggalkan ibukota yang membuat dia tidak perlu diawasi sedikitpun lagi.

__ADS_1


__ADS_2