LORD WORLD : START

LORD WORLD : START
BAB 34 : PERTEMUAN KELOMPOK BANDIT


__ADS_3

Tanpa diketahui oleh banyak orang, di Pegunungan Provinsi Atrof, saat ini para pemimpin kelompok bandit tingkat tinggi sedang berkumpul di sebuah pondok kayu yang terletak di wilayah netral yaitu bukan wilayah bandit siapapun. Kecuali pemimpin Bandit Pedang Merah, semua pemimpin bandit tingkat tinggi lainnya ada di sana.


Di ruangan tersebut terdapat 6 orang yang sedang duduk saling berhadapan yaitu Anrateon bersama Yovan di 1 sisi, seorang pria tua berusia sekitar 50 tahun yang duduk di kursinya menunjukkan bahwa ia adalah pemimpin kelompok Bandit Badai Darah serta seorang pria setinggi 2 meter dengan tubuh yang dipenuhi otot berdiri di belakangnya, dia adalah pengawal pemimpin bandit Badai Darah.


Di sisi lain terdapat seorang wanita cantik berusia sekitar 25 tahun dengan rambut hitam panjang serta kulit seputih salju yang mampu menarik perhatian banyak pria, ia adalah pemimpin bandit Koin Emas.


Jangan lihat wajahnya yang terlihat sangat muda, Anrateon mempunyai keyakinan besar bahwa umur wanita ini pasti berada di atas 40 tahun. Wajahnya bisa tetap muda kemungkinan besar adalah bantuan dari sihir, karena alasan tersebut banyak orang yang memanggilnya sebagai rubah tua sebab kecantikannya hanya sebuah ilusi dari rubah.


Seorang pengawal wanita yang mempunyai aura kuat juga berdiri di belakang pemimpin Bandit Koin Emas. Selain itu di sekitar pondok kayu tersebut, masing-masing kelompok membawa 100 pasukan mereka sendiri untuk berjaga-jaga kalau situasi berubah.


"Ketua Anrateon, kenapa kau tiba-tiba memanggil kami kesini? Kau tahu, meskipun kelompok bandit kami bernama Kelompok Bandit Koin Emas, sebenarnya kami kekurangan uang sehingga setiap waktu sangat berharga. Oleh karena itu, aku harap apa yang anda bicarakan disini merupakan masalah penting agar waktu yang aku buang menjadi berguna", kata pemimpin Bandit Koin Emas dengan senyum menarik di wajahnya.


Anrateon mengabaikan daya tarik yang ditunjukkan rubah tua tersebut "Ketua Tila, aku mengumpulkan kalian kesini untuk mengajak kalian bekerja sama. Aku yakin kalian semua pasti merasakan tekanan di bawah Bandit Pedang Merah, jadi aku menawarkan sebuah kerja sama dengan kalian disini. Selama kelompok bandit kita bergabung, Bandit Pedang Merah sekalipun bukan menjadi lawan--".


"Nampaknya ada kesalahpahaman disini, Ketua Anrateon", kata pemimpin Bandit Badai Darah tersenyum mengejek "Hubungan kami dan Bandit Pedang Merah sangat baik, kami seperti rekan yang saling melindungi. Jadi, kami menolak kerja sama yang kau berikan".

__ADS_1


"Kami dari Bandit Koin Emas juga menolak, lagipula hubungan kami bersama Bandit Pedang Merah sangat baik", kata Tila yang ikut memberikan jawabannya.


Anrateon menatap 2 pemimpin bandit ini penuh rasa dingin, apa yang mereka katakan tadi, semuanya adalah kebohongan.


Tujuan mereka yang sebenarnya yaitu mereka menolak mengambil kerugian dari berperang melawan Bandit Pedang Merah, mereka lebih memilih menunggu pasukan Anrateon bertarung melawan pasukan Bandit Merah. Setelah 2 pihak terluka, mereka tinggal mengambil keuntungan terakhir yaitu mengalahkan mereka semua dengan sekali serangan.


Senyum dingin muncul di wajah Anrateon, sejak ia memanggil mereka kesini, ia juga telah menyiapkan senjata melawan mereka "Apakah begitu? Apabila hubungan kalian semua baik, maka aku akan menerima tawaran dari pemimpin bandit Pedang Merah tadi pagi. Kalian tidak keberatan bukan, Ketua Tila, Ketua Ravines?".


Ravines yang merupakan pemimpin Bandit Badai Darah langsung bertanya penasaran "Tawaran apa?".


Di sisi lain, Anrateon juga menunjukkan surat yang diberikan pemimpin Bandit Pedang Merah sebagai bukti bahwa apa yang ia katakan bukanlah sebuah kebohongan.


Wajah 2 pemimpin lain berubah menjadi suram, mereka tentunya mengerti selama Anrateon bergabung menjadi Bandit Pedang Merah, kelompok Bandit Pedang Merah akan memiliki kekuatan yang cukup untuk mengalahkan mereka sekalipun 2 kelompok bandit mereka bergabung.


Jangan lihat pemimpin bandit Pedang Merah adalah sosok rank 7 seperti mereka, berdasarkan kabar yang menyebar dari medan perang dia dulu, pemimpin Bandit Pedang Merah mampu melawan 2 orang rank 7 sendirian.

__ADS_1


Menarik nafas, Tila berusaha membujuk Anrateon "Jangan gegabah Ketua Anrateon, kami memang rekan yang saling melindungi, namun seperti yang kau katakan sebelumnya, akhir-akhir ini Bandit Pedang Merah terlalu menunjukkan ambisinya menguasai seluruh pegunungan yang membuat kami merasa terganggu. Oleh karena itu, kami dari Bandit Koin Emas setuju bekerja sama melemahkan kekuatan Bandit Pedang Merah".


Ravines ikut mengangguk "Ternyata Bandit Pedang Merah begitu berani untuk memperluas kekuatannya dengan merekrut kalian, mereka sepertinya memang berencana menguasai seluruh hutan, bagaimana mungkin kita membiarkan tindakan sembarangan mereka? Kami dari Bandit Badai Darah setuju untuk bekerja sama menghancurkan rencana jahat Bandit Pedang Merah".


Walaupun wajah Anrateon masih tersenyum ramah, sebenarnya ia tersenyum mengejek dipikirannya. Lagipula 2 orang ini awalnya bertindak seakan-akan mereka berhubungan baik, padahal apa yang mereka cari hanya sebuah keuntungan terbaik bagi kelompok mereka sendiri. Sedangkan hubungan pertemanan bersama Bandit Pedang Merah, sejak awal hal itu sama sekali tidak ada.


Anrateon mempertahankan senyum ramah miliknya "Lalu, apa rencana yang kalian pikirkan? Meskipun kita bergabung sehingga kekuatan kita berada di atas Bandit Pedang Merah, tapi kekuatan mereka bukan sesuatu yang boleh kita remehkan. Selama kita gegabah, ada kemungkinan Bandit Pedang Merah menyerang balik yang menyebabkan kekalahan pada kelompok kita. Oleh karena itu, kita perlu membuat sebuah rencana untuk mengurangi korban di pihak kita".


Sebuah senyuman percaya diri muncul di wajah Ravines, ia berkata penuh rasa bangga "Sebenarnya aku telah memikirkan sebuah rencana! Selama kita memakai rencana ini, aku yakin pasukan Bandit Merah akan mengalami kerugian besar sedangkan pasukan gabungan kita akan mengalami lebih sedikit kerugian".


...----------------...


Waktu seminggu berlalu, akhirnya Bandit Pedang Merah menerima surat dari Anrateon yang menyatakan bahwa dirinya menerima tawaran tersebut dan memutuskan menyerah.


Tetapi pemimpin Bandit Pedang Merah menolak percaya begitu mudah dari surat menyerah Anrateon, ia membawa 1000 pasukan miliknya serta 1 orang wakil menuju wilayah Anrateon sedangkan yang lain tetap tinggal di markas.

__ADS_1


Selama Anrateon menyerah maka tidak ada masalah, tapi kalau Anrateon menipu dirinya, maka pemimpin Bandit Pedang Merah siap langsung menggerakkan pasukannya membersihkan bandit di markas milik Anrateon.


__ADS_2