
Lokof dan prajurit lainnya berencana membantu Myro, begitu juga pasukan barbar yang bergegas ke arah Ranta.
Tapi Myro mengangkat tangannya sedangkan Ranta memukul tanah dengan keras memakai pedangnya yang membuat pasukan mereka sama-sama berhenti. 2 orang tersebut saling menatap dengan tajam, ada senyum tegas di wajah mereka "Kalian menjauh, tugas kalian adalah melawan yang lain, sedangkan dia merupakan mangsaku!".
Mendengar keputusan 2 pemimpin mereka, 2 pihak berhenti pada saat yang sama-sama lalu menjadi ragu. Bukan karena mereka tidak setia sehingga menolak perintah pemimpin mereka, melainkan mereka setia kepada pemimpin mereka sehingga khawatir terhadap pertarungan.
Tifari yang sedang melemparkan pedang cahaya ke arah Hulard berkata dingin "Dengarkan apa yang tuan katakan! Terkadang seseorang membutuhkan pertarungan yang sulit untuk berkembang menjadi kuat, bukan selalu dilindungi. Kecuali keadaan hidup dan mati, jangan ada yang ikut! Selain itu kalian tidak perlu khawatir, selama ada aku disini maka membunuh tuan hanya sebuah mimpi bagi musuh".
"Apa yang kau katakan benar-benar sombong, nona! Walaupun kau kuat, ketika sedang berhadapan melawan ku, apakah kau mampu tetap melindungi tuanmu?", kata Hulard kesal sebab ia merasa diremehkan "Namun aku setuju 1 hal dengan nona ini, pertarungan sengit dapat membuat seseorang berkembang. Kalian semua, dengarkan perkataan Tuan Muda Ranta, tugas kalian cukup melawan pasukan yang lain. Jangan lupa, kita barbar hanya mengakui mereka yang kuat, apabila Tuan Muda Ranta terbunuh akibat musuh, maka ia hanya bisa menyalahkan dirinya sendiri karena menjadi lemah".
Berbeda dari Tifari yang yakin dapat melindungi Myro sekalipun sedang bertarung melawan Hulard, di sisi lain Hulard tidak sekuat itu. Bahkan saat ini, ia telah hampir mati berkali-kali saat melawan Tifari. Kalau bukan reaksi cepatnya sebagai seorang barbar serta Tifari yang belum menggunakan kekuatan penuh, ia pasti mati sejak tadi.
Charles tak ragu lagi, ia mengambil pedangnya sebelum berlari ke pasukan musuh "Bunuh sebanyak mungkin para barbar ini dan tunjukkan kekuatan pasukan Kerajaan Golden Guardian kepada mereka!".
Pemimpin di pihak barbar menanggapi serangan Charles dan ikut berteriak "Jangan takut, jumlah kita lebih banyak dari musuh! Tunjukkan kepada para penjajah ini, harga yang perlu mereka bayar setelah berani datang mencoba menjajah wilayah kita".
2 pihak mulai saling bertarung sedangkan pemimpin mereka yaitu Myro dan Ranta mulai memegang senjata mereka masing-masing dengan baik lagi.
"Persiapkan dirimu!", sebagai seorang barbar, Ranta menolak menghabiskan waktu untuk berbicara omong kosong. Ia bergegas maju menuju Myro dengan pedang raksasa di tangannya.
"Brak!".
Myro menghindar ke samping kanan yang membuat pedang Ranta hanya menabrak tanah, meskipun begitu tanah yang dipukul oleh Pedang Ranta langsung hancur yang menunjukkan selama Myro terkena serangan pedang tadi maka ia pasti mati.
__ADS_1
Tanpa rasa takut setelah mengetahui kekuatan Ranta, Myro memanfaatkan celah dari Ranta yang melakukan serangan.
Ia bergegas maju dengan pedang nya lalu menusuk Ranta dari samping.
"Stab!".
Pedang Myro benar-benar menusuk Ranta, namun Myro kaget bahwa Ranta menggunakan tangan kirinya untuk menahan pedang Myro. Lebih tepatnya Ranta sengaja menggunakan tangan kirinya agar menghentikan gerakan Myro, lagipula ia tahu dari segi kekuatan Myro sama sekali bukan lawannya, tapi Myro memiliki kecepatan. Oleh karena itu, sekarang gerakan Myro pasti terganggu.
"Sekarang kau tidak bisa melarikan diri lagi!", teriak Ranta senang, ia mengangkat pedang raksasanya dengan tangan kanan. Jika itu orang lain, mengangkat pedang Ranta memakai 2 tangan sekalipun belum tentu bisa, namun Ranta mampu mengangkat pedang seberat itu memakai 1 tangan yang menunjukkan seberapa menakutkan kekuatan yang ia miliki.
Myro melepaskan pedangnya yang ditahan oleh tangan kiri Ranta, namun ia tidak melarikan diri melainkan mengambil 2 buah pisau yang ia simpan di celananya lalu melemparkan pedang tersebut ke Ranta.
"Tang!".
Myro memanfaatkan kesempatan tersebut, ia melompat mundur menjaga jarak dari Ranta sebelum berkata kepada pasukan di belakangnya "Berikan aku pedang lagi!".
Bagaimanapun pedang Myro bukan sesuatu yang unik, jadi ia tak keberatan kehilangan pedangnya, setidaknya pedang tersebut berhasil melukai Ranta yang akan menurunkan kekuatannya.
Seorang prajurit melemparkan pedang ke arah Myro yang ia tangkap tanpa masalah. Myro menarik pedang tersebut dari penutupnya lalu sebuah senyuman mengejek muncul di wajahnya "Bukankah kau mencoba mengambil pedang ku? Kalau begitu kau boleh mencoba mengambilnya lagi! Kita lihat, apakah tubuhmu kalah dari serangan pedang ku atau pedang bawahan ku yang habis duluan sehingga akun kalah akibat tidak mempunyai senjata untuk melawan dirimu".
"Cara penakut seperti itu--", kata Ranta menarik pedang Myro yang masih menusuk tangan kirinya "Kau pikir sudah menang dariku? Aku akan tunjukkan kepadamu, semua cara licik yang kau gunakan tidak akan menang di depan kekuatan!".
Ranta melempar pedang yang menusuk tangan kirinya ke arah Myro.
__ADS_1
"Tang!".
Myro menghentikan pedang yang dilemparkan tersebut memakai pedangnya sendiri lalu melemparkan pedang menjauh, namun sosok Ranta telah ada di depannya, ia berlari memanfaatkan pedang yang ia lempar sebagai pengalih perhatian bagi Myro.
Ranta menebas pedangnya dari samping sedangkan Myro mengangkat pedangnya untuk menghentikan serangan Ranta sebab tak ada cukup waktu lagi menghindar seperti sebelumnya.
"Brak!".
Myro yang belum pernah menerima serangan Ranta secara langsung menyadari bahwa ia melakukan kesalahan fatal, seharusnya ia tidak menerima serangan Ranta serta selalu mencoba menghindar sebab saat ini, saat pedangnya menahan tebasan Ranta maka Myro merasa seperti sedang di tabrakan oleh truk berkecepatan tinggi.
Tubuh Myro terlempar sejauh beberapa meter sebelum ia mendarat ke tanah kesulitan, ia hampir terjatuh akibat kehilangan keseimbangan. Kekuatan penuh Ranta yang memakai kemampuan kemarahan memang sangat menakutkan.
Sewaktu Myro mendapatkan keseimbangannya kembali, ia menemukan Ranta telah berlari sampai berdiri di depan Myro "Ayo kita lihat apakah kau masih bisa lari seperti sebelumnya".
Ranta menjatuhkan pedangnya ke arah Myro seperti seorang hakim yang menjatuhkan palu keadilannya untuk menghukum penjahat.
"Brak!".
Tanah di bawah kaki Myro hancur, saat ini Myro sedang menahan pedang Ranta yang menyerang dari atas.
"Krak!".
Myro yang berada di bawah tekanan kuat Ranta mengalami hal buruk lagi yaitu pedang di tangannya mulai menunjukkan tanda-tanda retak serta terlihat akan hancur. Apabila terus seperti ini, pedang Myro pasti hancur lalu pedang Ranta yang ada di atasnya akan menebas Myro dari atas membaginya menjadi 2 bagian.
__ADS_1
Ranta yang menemukan retak di pedang Myro menjadi semakin besar tersenyum senang, ia berteriak penuh kemenangan "Pertarungan berakhir, ini kemenangan ku!".