
Tak diketahui berapa lama waktu berlalu, Myro membuka matanya untuk menemukan bahwa ia sepertinya sedang tertidur di sebuah tenda.
Ketika ia berusaha berdiri, Myro merasakan seluruh tubuhnya sakit yang membuat ia jatuh berbaring lagi ke tempat tidurnya.
Sewaktu Myro sedang berbaring, sebuah suara lembut terdengar dari sampingnya "Tuan, luka di tubuh anda masih terlalu buruk, aku sarankan untuk beristirahat selama beberapa hari sebelum melakukan rencana berikutnya".
Myro menatap ke arah asal suara tersebut untuk menemukan Tifari yang sedang duduk di samping tempat tidurnya sambil membaca sebuah buku yang terletak di tangan kanannya.
"Apa yang terjadi selama aku tidak sadar?", tanya Myro untuk memastikan keadaan pasukannya.
Tifari menutup buku yang ada di tangannya, ia membuka penutup kepala pada tudungnya yang semakin menunjukkan kecantikan yang ia miliki, terutama rambut perak panjang miliknya yang sangat menarik perhatian "Setelah pemimpin mereka kalah, pasukan barbar kehilangan semangat mereka serta hancur. Bagaimanapun orang bijak di kelompok mereka, penyihir rank 7 serta pemimpin yang merupakan alasan semangat mereka sekalipun bukan ia yang paling kuat sudah terbunuh. Oleh karena itu, pasukan musuh hancur sangat cepat. Beberapa dari mereka mencoba melarikan diri sedangkan yang lain terbunuh maupun menyerah".
"Untuk masalah mereka yang menyerah, karena saya belum tahu rencana anda dan waktu itu tuan belum sadar, oleh karena itu aku memutuskan semua musuh yang menyerah untuk ditahan dulu sampai adanya keputusan dari anda. Apakah perlu membunuh mereka atau cukup menangkap mereka sebagai tahanan sebagai ganti uang dari suku mereka ataupun mencoba merekrut mereka menjadi pasukan kita, semua keputusan berada di tangan tuan".
Myro berpikir sebentar "Bagaimana menurutmu mengubah mereka menjadi pasukan kita, apakah mereka bisa digunakan untuk melawan suku barbar yang menjadi wilayah mereka sendiri?".
__ADS_1
"Cukup sulit namun bukan berarti tidak mungkin", kata Tifari "Lagipula barbar terbagi menjadi banyak suku, mereka bukan kerajaan sehingga pada umumnya barbar peduli pada suku mereka sendiri. Sedangkan apa yang terjadi pada suku lain, mereka sering mengabaikannya. Karena alasan tersebut, kita dapat menggunakan mereka sebagai pasukan sementara kita. Tetapi kalau tuan berharap mereka akan menjadi pasukan yang setia, aku sarankan tuan menyerah. Mereka pasukan barbar masih memiliki suku serta keluarga di suku mereka masing-masing, sulit membuat mereka benar-benar menyerah mengingat keluarga mereka berada di suku mereka sendiri".
Myro menjadi bingung akibat perkataan Tifari "Bukankah kau mengatakan mereka bisa digunakan sebagai pasukan sementara? Apabila mereka tidak setia, bagaimana kita menggunakan mereka? Selain itu, ada kemungkinan mereka akan menusuk kita pada perang penting selama mereka belum setia, aku rasa terlalu berisiko menggunakan mereka".
Tifari menggelengkan kepalanya "Tuan, terkadang anda tak membutuhkan kesetiaan orang lain untuk membuat mereka menjadi pasukan anda selama tuan mempunyai keuntungan lain yang membuat ia tertarik".
"Keuntungan?", tanya Myro tertarik.
"Benar, apakah tuan pernah mendengar Kerajaan Golden Guardian menggunakan tahanan sebagai prajurit? Selama mereka melakukan jasa militer tertentu maka jumlah hukuman mereka dari pengadilan akan dikurangi", kata Tifari percaya diri "Tuan dapat menggunakan cara yang sama, siapapun barbar yang membunuh 10 barbar lainnya akan dibebaskan, sedangkan mereka yang membunuh 20 akan diberi roti, aku dengar makanan disini lebih berharga daripada uang".
Myro kaget, ia perlu mengakui rencana Tifari memang bagus. Dengan cara yang ia sarankan, Myro mendapatkan pasukan barbar sementara yang akan ia gunakan untuk melawan pasukan barbar lain. Dengan cara ini, kerugian di pasukan asli Myro akan berkurang.
"Aku mengerti, aku akan menyampaikan pesan tuan kepada Lokof", jawab Tifari tegas.
"Selain itu beritahu pasukan kita akan beristirahat selama 2 hari sampai semua luka pulih", kata Myro tersenyum senang "Setelah semuanya kembali sehat, kita akan menunjukkan kepada para barbar bagaimana perubahan antara orang yang memburu serta mereka yang diburu, kita akan menjadi pemburu nya".
__ADS_1
...----------------...
Kabar kemenangan pasukan Myro tentunya menyebar dengan cepat ke seluruh suku barbar, terutama Suku Irvy beserta semua suku bawahannya yang menerima kerugian paling besar sebab semua pasukan yang menyerang Myro kali ini semuanya berasal dari pasukan mereka.
Kepala Suku Irvy sedang duduk di kursi miliknya sambil makan daging seperti normal, ada seorang prajurit yang berlutut di depannya dengan tubuh gemetar ketakutan "Suku Irvy kali ini mengirim Tuan Muda Ranta, Tuan Hulard yang bijak serta 1000 prajurit untuk menyerang Kerajaan Golden Guardian. Namun di tengah jalan mereka bertemu pasukan musuh serta langsung memulai peperangan dimana kita mengalami kekalahan yaitu Pangeran Ranta dikabarkan mati dari laporan prajurit yang berhasil kembali hidup-hidup. Tuan Bijak Hulard juga terbunuh, sedangkan dari 1000 pasukan yang berangkat, sekitar 500 orang prajurit yang kembali".
"Selain itu pasukan suku bawahan juga mengirim 1000 pasukan untuk membantu, masalahnya mereka kehilangan 800 pasukan yang membuat mereka mengirim pesan kepada kita, mempertanyakan kepemimpinan kita yang gagal mengusir penjajah".
"Brak!".
Kepala Suku Irvy melemparkan daging yang ia makan ke tanah, prajurit yang melaporkan gemetar ketakutan sebab di suku barbar, tidak aneh jika kepala suku memukul atau bahkan membunuh prajuritnya akibat terlalu marah.
Suara dingin Kepala Suku Irvy terdengar "Mereka mencari tanggung jawabku, beritahu mereka bahwa siapapun yang tidak setuju boleh mencoba melawan ku. Walaupun pasukan Suku Irvy mengalami kerugian kali ini, kekuatan kita lebih dari cukup untuk membersihkan beberapa suku yang melawan! Selain itu kita kehilangan seorang penyihir rank 7 beserta 500 pasukan elit, sedangkan kehilangan Ranta bukan sebuah hal yang besar, aku tidak kekurangan anak untuk menggantikannya. Kalau terus seperti ini, suku yang lain akan mulai meremehkan kita yang tak mampu menyingkirkan penjajah".
"Kali ini aku akan turun tangan langsung menyingkirkan penjajah, beritahu seluruh pasukan agar bersiap, cukup tinggalkan 1000 orang untuk menjaga markas sedangkan yang lainnya akan ikut bersamaku. Selain itu beritahu suku bawahan kita, siapapun yang menolak mengirim bantuan akan dianggap sebagai pengkhianat. Setelah kita membersihkan penjajah, maka berikutnya yang akan dibersihkan adalah suku yang menolak membantu! Sampaikan keputusanku, pastikan semua orang mengetahuinya".
__ADS_1
"Baik, kepala suku!", teriak prajurit tersebut yang bergegas pergi.
Kepala suku mengambil daging yang ia buang ke tanah sebelumnya, lalu berkata dingin "Bukankah penjajah ini begitu sombong hingga berani membunuh anak serta pasukan ku? Baiklah, biarkan aku tunjukkan kepada mereka semua apa yang akan terjadi pada mereka yang dengan berani mencoba untuk melawan Suku Irvy".