LORD WORLD : START

LORD WORLD : START
BAB 21 : KEPERCAYAAN DIRI ANRATEON


__ADS_3

Anrateon ragu-ragu sebentar sebelum menjadi tegas "Sedangkan membuat kelompok bandit tingkat tinggi dengan waktu sebulan, aku cukup yakin bisa melakukannya selama tidak ada gangguan dari kelompok lain! Masalahnya, aku tidak yakin kelompok lain akan duduk diam melihat kelompok ku terus berkembang menyaingi mereka. Oleh karena itu, waktu sebulan mungkin akan kurang".


Myro sama sekali tidak marah terhadap jawaban Anrateon melainkan ia mengangguk "Aku mengerti, kau cukup lakukan yang terbaik! Selama ada masalah serta kau membutuhkan bantuan ku, segera katakan! Aku akan mengirim bantuan tanpa ragu. Lagipula membuat kelompokmu menjadi bagian dari 4 kelompok bandit tingkat tinggi adalah bagian paling penting dari rencanaku untuk mengalahkan kelompok bandit lainnya".


"Aku pasti tidak akan mengecewakan tuan dan melaksanakan tugas sebaik mungkin", kata Anrateon penuh tekad, Myro telah memberikan kesempatan serta kepercayaan yang besar kepada dirinya sehingga ia tidak akan membuat Myro kecewa.


"Lokof, bagaimana keadaanmu? Aku berencana bergegas menuju Kota Akhir, sedangkan untuk membersihkan seluruh bandit di Provinsi Atrof, kita akan menghentikan rencana itu dulu untuk sekarang sampai kelompok Anrateon berkembang", kata Myro mengamati luka tebasan pada tubuh Lokof yang sedang diperban "Apakah kau mampu melakukan perjalanan yang cukup jauh menuju Kota Akhir? Jika lukamu terlalu berat, kau boleh istirahat disini dulu lalu bergegas menuju Kota Akhir setelah seluruh lukamu mulai pulih".


Lokof berdiri dan berkata dengan wajah tegas "Jangan khawatir tuan, jangankan melewati perjalan, aku yang sekarang tetap dapat bertarung tanpa masalah. Namun masalahnya, aku belum bisa menggunakan kekuatan penuh milikku akibat luka yang aku terima".


Myro belum memberi jawaban apapun terhadap kepercayaan diri Lokof, bagaimanapun mereka tidak mempunyai dokter ataupun ahli sihir penyembuhan di pasukan mereka sehingga Myro ragu apakah Lokof benar-benar cukup sehat atau hanya sedang bersikap sehat.


Nampaknya Charles mengerti apa yang dipikirkan oleh Myro sehingga ia berkata "Pangeran, seorang prajurit tidak selemah itu, walaupun mereka terluka berat, mereka masih mampu berjalan tanpa masalah maupun menggunakan kuda. Aku juga mendengar tubuh Lokof lebih kuat daripada orang pada umumnya-- Tidak, bukti ia berhasil menahan serangan prajurit rank 7 adalah fakta terbaik yang menunjukkan seberapa menakutkan kekuatan tubuh yang ia miliki. Karena alasan itu, aku rasa tidak ada salahnya membiarkan Lokof ikut ke Kota Akhir".


Myro merasa apa yang dikatakan Charles tepat sehingga ia mengangguk "Aku mengerti, Lokof, kau boleh ikut. Namun ingat baik-baik, jangan memaksakan dirimu! Selama luka milikmu memburuk, aku pasti mengirim mu kembali, apakah kau mengerti?".


"Terima kasih atas kepercayaannya anda, tuan!", kata Lokof senang.

__ADS_1


Myro berkata lagi "Masalah disini telah selesai, kita akan berangkat menuju Kota Akhir bersama para Ksatria. Sedangkan Antreon dan 400 pasukannya, kalian tetap disini supaya membangun sebuah benteng bagiku untuk mengalahkan semua kelompok bandit yang ada. Anrateon, apakah kau mempunyai kepercayaan diri untuk menyelesaikan tugas yang aku berikan?".


Anrateon berkata keras tanpa ada jejak keraguan "Aku akan melaksanakan tugas yang anda berikan sebaik mungkin".


Saat semua masalah sudah selesai dibicarakan, Myro membiarkan semua orang beristirahat. Bahkan pada malam hari, ia memberitahu agar membuat lebih banyak makanan bagi para prajurit sebagai hadiah atas kemenangan mereka, ide Myro tentunya mendapatkan teriakan senang dari para prajurit.


Mereka berperang selama seharian, sekalipun mereka adalah Ksatria elit kerajaan serta 400 bandit terlatih di bawah pelatihan Anrateon, mereka pasti lelah dari pertarungan besar tadi sehingga Myro membiarkan mereka beristirahat hari ini lalu berangkat besok.


...----------------...


Tanpa disadari oleh Myro dan yang lainnya, beberapa kekuatan di Provinsi Atrof khawatir terhadap kedatangannya.


Saat ini di kediaman Walikota dari Kota Teranz yang merupakan salah satu kota paling makmur di Provinsi Atrof, ada 4 walikota serta seorang jendral perbatasan yang memimpin 10.000 pasukan perbatasan berkumpul di kediaman tersebut.


Walikota Kota Teranz adalah Jirgnof, seorang pensiunan militer yang pernah memberi kemenangan besar kepada Kerajaan Golden Guardian melawan pasukan barbar.


Tetapi di tengah peperangan, ia kehilangan kaki kirinya yang menjadi luka fatal hingga ia perlu pensiun dari militer.

__ADS_1


Ketika Jirgnof berpikir karirnya di militer kerajaan berakhir serta berencana kembali menuju desa asalnya sebagai petani, seorang pangeran mengulurkan tangan membantunya mendapatkan posisi dimana ia berada sekarang yaitu Walikota Kota Teranz.


Walaupun ia menjadi Walikota ada juga alasan jasanya sebagai prajurit di masa lalu, tapi dukungan sang pangeran adalah alasan utama yang membuatnya berhasil bertahan sebagai walikota, karena alasan tersebut ia menjadi setia bagi pangeran yang membantunya.


Jirgnof menatap ke arah orang-orang yang berkumpul di kediamannya hari ini, mereka semua merupakan pejabat politik dan militer di Provinsi Atrof yang setia kepada pangeran yang ia ikuti juga.


"Kalian semua pasti mengerti alasan kenapa aku mengumpulkan kalian semua disini, pangeran ke 17 telah tiba di wilayah kita! Meskipun tuan kita belum memberikan perintah apapun untuk membersihkannya sebab pangeran ke 17 tidak mempunyai ancaman apapun terhadap tahta, sebagai sosok yang setia kepada tuan kita, tentunya kita perlu menyingkirkan semua musuh tuan kita tanpa perlu menunggu perintah", kata Jirgnof menjelaskan.


Satu-satunya sosok jendral di kediaman tersebut yaitu Tarven, ia merupakan seorang jendral yang berasal dari sebuah keluarga bangsawan tertentu di Kerajaan Golden Guardian.


Berbeda dari Jirgnof yang berhasil duduk di posisi walikota akibat jasanya di masa lalu serta dukungan pangerang, Tarven menjadi jendral hanya karena dukungan keluarganya serta pangeran yang ia ikuti. Bahkan ia menjadi jendral tanpa pernah pergi berperang secara langsung sebelumnya, paling banyak ia hanya ikut membuat rencana lalu bersembunyi di belakang pasukannya padahal seluruh pasukannya sedang berperang memakai hidup mereka.


Walaupun ada banyak prajurit yang tidak senang terhadap sikap Tarven layaknya seorang penakut, mereka tidak melakukan perlawanan apapun sebab latar belakangnya yang menakutkan.


Tarven berkata dengan senyum bercanda "Ada apa? Apakah ada masalah mengenai pangeran terbuang itu? Jangan bilang ia sudah terbunuh oleh bandit yang kita kirim? Jangan khawatir, sekalipun ia terbunuh, raja pasti tetap diam. Bagaimanapun raja mempunyai banyak sekali pangeran, kenapa ia perlu peduli terhadap matinya 1 pangeran tidak jelas? Sekalipun kematian pangeran 17 akan diangkat ke pengadilan, kita tinggal menyalahkan para bandit itu. Seberapa keras pun pengadilan mencoba memeriksa hubungan kita bersama kelompok bandit, mereka tentunya tidak akan menemukan bukti apapun tentang kita adalah orang-orang yang menggerakkan para bandit dari belakang untuk membunuh pangeran".


Jirgnof menggelengkan kepalanya "Apabila pangeran ke 17 benar-benar terbunuh, aku pastinya tidak akan khawatir. Masalahnya aku mendapatkan berita tadi pagi, semua kelompok bandit milik kita telah terbunuh kemarin!".

__ADS_1


__ADS_2