LORD WORLD : START

LORD WORLD : START
BAB 46 : SIHIR RANK 7 YANG SEBENARNYA


__ADS_3

Selama melawan Hulard, Tifari tidak pernah terlihat panik ataupun khawatir melainkan ia selalu berdiri diam di tempat, selain itu tidak ada luka sedikitpun di tubuhnya. Bukan hanya itu, pakaiannya juga masih bagus tanpa ada kerusakan sedikitpun akibat pertarungan.


Di sisi lain, Hulard berdiri sambil menatap ke arah langit, ada keringat di seluruh tubuhnya.


Hulard yang menatap langit terus bernafas dengan berat, seluruh tubuhnya ditutupi oleh luka bagi luka tebasan ataupun luka bakar akibat elemen cahaya. Seluruh tubuhnya juga diwarnai oleh merah yang merupakan darah dirinya sendiri, ia terlihat dapat terjatuh kapanpun.


"Sebenarnya kau siapa? Padahal kita sama-sama penyihir rank 7, selain itu kau hanya menggunakan 1 elemen juga yaitu elemen cahaya tanpa menggunakan elemen dimensi milikmu, namun kenapa aku tidak bisa melukaimu sedikitpun?", kata Hulard yang tak dapat menerima kenyataan kenapa Tifari begitu kuat.


Meskipun ia bukan penyihir rank 7 terkuat serta ada banyak rank 7 lain yang berada jauh di atasnya dari segi kekuatan sihir, terutama penyihir Kerajaan Golden Guardian yang lahir mengendalikan elemen, tapi paling tidak ia mampu melukai mereka ataupun membuat mereka kesulitan.


Sedangkan Tifari terlihat sama sekali tak berubah dari tadi, ia tidak terlihat kelelahan maupun mengalami luka-luka.


"Kau bertanya kenapa? Mungkin alasannya mudah, meskipun kita sama-sama penyihir, serta mempunyai kekuatan rank 7 yang sama, masih ada sebuah perbedaan besar. Kau terlalu fokus mencoba menguasai sihir rank tinggi, padahal yang paling penting adalah menguasai sihir dasar", kata Tifari menjelaskan "Pertama sebelum mencoba belajar sihir rank tinggi, kau perlu menguasai sihir dasar hingga benar-benar mahir. Alasannya supaya saat kau belajar sihir rank tinggi, pengetahuan yang kau dapatkan dari menguasai sihir dasar mampu membuat sihir rank tinggi yang kau miliki menunjukkan kekuatan penuhnya".


Hulard terlihat kaget, ia bergumam pahit "Begitu rupanya, ternyata mempelajari sihir rank tinggi bukan cara terbaik menjadi kuat melainkan seseorang perlu memperkuat dasar mereka dulu! Jika aku mengetahui hal ini lebih cepat, aku mungkin cukup kuat sampai-sampai penyihir dari Kerajaan Golden Guardian itu tidak akan meremehkan ku yang membuat aku memutuskan kembali ke wilayah barbar. Namun semuanya menjadi sia-sia sekarang, walaupun aku telah mengetahui alasan menjadi kuat, aku perlu membayarnya menggunakan hidup ku sendiri".


Tifari mulai merapal selama 5 detik, energi sihir cahaya yang sangat kuat muncul di tingkat sihirnya "Bagaimanapun kau tetap penyihir rank 7, sebagai sesama penyihir maka aku tidak akan mempermalukan mu sewaktu mati, aku akan membunuhmu memakai sihir rank 7 juga. Oleh karena itu, orang lain tak akan menertawakan mu sebab terbunuh oleh sihir rank rendah".


Mendengarkan pernyataan Tifari yang percaya diri bahwa ia akan menang, Hulard tidak marah lagi sebab ia telah menerima kenyataan "Terima kasih atas pengertian anda nona, anda benar-benar penyihir paling hebat yang pernah saya temui walaupun ada penyihir lain yang rank nya lebih tinggi dibandingkan anda".


Tifari sedikit mengangguk, ia mengarahkan tongkat sihirnya ke arah Hulard "Api Penyucian!".


Api berwarna putih layaknya cahaya berkumpul di sekitar tongkat sihir Tifari sebelum bergegas menuju Hulard.

__ADS_1


Api putih tersebut mengelilingi Hulard tanpa adanya celah melarikan diri. Ketika api Hulard menyentuh api putih, maka apinya segera berubah menjadi putih serta Hulard kehilangan kendali atas apinya.


Hulard melihat api putih yang mengepung dirinya dengan kagum, ia berkata penuh rasa hormat "Jadi ini adalah sihir rank 7 yang sebenarnya! Benar-benar hebat, sihir rank 7 yang selama ini aku gunakan bahkan tidak mendekati kekuatan sihir ini! Jika terbunuh dengan sihir sehebat ini, setidaknya aku Hulard tidak merasa malu!".


"Tutup!", kata Tifari yang melambaikan tongkatnya sedikit.


Api yang mengepung Hulard mendekatinya dengan cepat sebelum membakar Hulard.


Suara teriakan rasa sakit sama sekali tidak terdengar dari Hulard yang terbakar. Bukan karena serangan api Tifari tidak panas, melainkan apinya terlalu panas sehingga Hulard langsung terbakar sampai mati sebelum mengatakan apapun.


Mengetahui pertarungannya sudah berakhir, Tifari mulai mengalihkan perhatiannya pada pertarungan Myro.


Ia menemukan Myro sedang ditekan oleh Ranta dan terlihat akan kalah. Walaupun begitu, Tifari tetap berwajah datar tanpa ada sedikitpun rasa panik yang terlihat.


Tetapi apa yang mengejutkan Lokof, Tifari menghentikan gerakannya dengan berdiri di depan Lokof.


Melihat tindakan Tifari, Lokof berkata suram "Apa yang kau lakukan?".


"Bukankah sudah jelas? Aku sedang menghentikan apa yang sedang kau lakukan", kata Tifari terus menatap pertarungan Myro tanpa memperhatikan Lokof yang ada di dekatnya.


Lokof akan meledak marah, namun Tifari yang sudah mengetahui apa yang ia pikirkan berkata lagi "Aku tahu apa yang kau khawatirkan, tapi tuan kita bukan orang yang selemah itu. Buka matamu dan lihat baik-baik, siapa pemenang serta yang kalah di antara mereka sama sekali belum ditentukan".


Melihat kepercayaan diri di mata Tifari, Lokof yang akan marah menarik kembali kata-katanya.

__ADS_1


Ia menghela nafas sambil berkata dingin "Aku akan mengikuti apa yang kau katakan, tapi apabila sesuatu terjadi kepada tuan, aku harap kau bergerak untuk membantunya".


"Jangan khawatir", kata Tifari tegas "Tanpa kau beritahu sekalipun, aku pasti bergerak membantu tuan selama keadaannya memburuk".


...----------------...


Myro yang sedang berada di keadaan buruk akibat pedangnya yang terus rusak menahan tekanan pedang Ranta sama sekali tidak putus asa, bahkan semangat untuk menyerang balik serta memenangkan pertarungan selalu terlihat di mata Myro.


Myro sekarang sedang berpikir apakah ia bisa melompat ke samping untuk menghindar, namun melihat Ranta di depannya yang terus menekan pedangnya supaya senjata Myro hancur, maka Myro mengerti Ranta tidak akan memberikannya kesempatan menghindar.


"Nampaknya tak ada pilihan lain, aku hanya bisa mengambil resiko", gumam Myro.


Kalau terus seperti ini, maka ia akan mati. Karena alasan tersebut, Myro memutuskan mengambil resiko agar ada kemungkinan menang.


Tanpa ragu Myro memakai seluruh kekuatan penuhnya yang mendorong Ranta menjauh sebanyak 2 langkah ke belakang.


"Brak!".


Sebagai ganti penambahan kekuatan yang tiba-tiba, pedang Myro yang telah retak daritadi akhirnya hancur.


Sekarang pedang Myro hanya sebuah gagang pedang serta sebagian kecil pedang yang patah lebih dari setengahnya.


Ranta pada awalnya terkejut sebab Myro mampu mendorong mundur dirinya yang menggunakan kekuatan penuh.

__ADS_1


Tetapi sewaktu mengetahui pedang Myro patah, rasa khawatir Ranta menghilang melainkan diganti senyuman mengejek "Apa yang dapat kau lakukan terhadap ku dengan menggunakan sebuah pedang yang patah? Pada akhirnya aku yang tetap memenangkan pertarungan ini".


__ADS_2