
Salah satu suku tingkat menengah yang berada di bawah Suku Irvy adalah Suku Rask, mereka mempunyai kepala suku dengan kekuatan rank 7 serta penduduk mencapai 2000 orang yang 1000 di antara mereka merupakan prajurit.
Suku Rask saat ini tentunya juga mengalami masalah, mereka ikut serta mengirim 100 pasukan untuk membantu Ranta kemarin, tapi dari 100 orang yang berangkat, sekitar setengahnya terbunuh ataupun menghilang di medan perang tanpa kabar sehingga menimbulkan kerugian besar bagi mereka. Lagipula 100 pasukan yang mereka kirim semuanya adalah elit, oleh karena itu seluruh suku menjadi khawatir sepanjang hari.
Terutama kepala suku sebab Suku Irvy memberikan perintah bahwa kali ini mereka harus mengirim seluruh pasukan mereka untuk membantu. Masalahnya jika seluruh prajurit di suku pergi, siapa yang akan menjaga suku? Musuh mereka pasti akan memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerang.
Namun mereka juga kesulitan menolak karena Suku Irvy memberikan perintah lain yaitu siapapun yang menolak akan dianggap sebagai pemberontak lalu dijatuhi hukuman mati, hal ini membuat kepala suku kerepotan membuat keputusan yang tepat bagi suku.
Kepala Suku Rask telah mengumpulkan semua petingginya beberapa kali untuk membahas masalah ini, tapi semua hasil diskusi mereka tak membuahkan hasil apapun kecuali kegagalan.
Karena belum menentukan keputusan yang tepat, mereka membatalkan pertemuan lalu memutuskan untuk melanjutkan pertemuan besok.
Keesokan harinya, pada pagi hari tepat sebelum matahari terbit, kepala Suku Rask muncul dari rumah miliknya.
Ia pergi ke sumur untuk mengambil air serta membersihkan wajahnya.
Meskipun telah membersihkan wajahnya, dapat dilihat wajah Kepala Suku Rask terlihat sangat berat serta kurang tidur, ia benar-benar berada di bawah tekanan akibat keputusan Suku Irvy yang mengharuskan mereka mengirim semua pasukan mereka.
Menghela nafas, kepala suku memutuskan untuk melupakan masalah ini dulu dan berlatih, nampaknya ia perlu menawar kepada perwakilan Suki Irvy supaya mengizinkan mereka hanya mengirim setengah dari pasukan dengan alasan untuk keamanan Suku Rask, sebagai gantinya ia yang akan berangkat memimpin pasukan secara langsung.
__ADS_1
Saat Kepala Suku Rask sedang berjalan menuju ke lapangan latihan, ia kaget sebab langit yang tadi masih gelap berubah menjadi terang, padahal seharusnya matahari belum terbit.
Kepala Suku Rask mengangkat kepalanya sambil bergumam "Apa yang terjadi disini? Padahal seharusnya matahari belum terbit".
Ketika mengangkat kepalanya, ia terkejut sebab menemukan sebuah bola cahaya yang sangat terang mulai jatuh secara perlahan-lahan dari langit.
Sebagai orang yang selalu tinggal di wilayah barbar dari lahir, ia belum pernah mengetahui tentang bola cahaya besar seperti itu, terutama kurangnya pengetahuan serta buku yang ada di wilayah barbar sehingga menyebabkan sebagian besar orang di suku barbar kekurangan informasi.
Menatap bola cahaya yang jatuh, ia berkata bingung "Apa itu? Apakah ada keajaiban yang datang ke Suku Rask sewaktu kami sedang mengalami keadaan sulit seperti ini".
Kepala Suku Rask menatap bola cahaya yang jatuh ke wilayahnya dengan wajah bodoh, bukan hanya dirinya melainkan semua penduduk suku juga terganggu oleh cahaya tersebut yang membuat mereka semua muncul dari rumah lalu menatap bola cahaya penuh rasa bingung.
"Booooom!".
Sebuah ledakan yang sangat besar terjadi di Suku Rask yang langsung menyebabkan setengah dari bangunan di suku hancur, tidak diketahui berapa banyak orang yang menjadi korban akibat ledakan tersebut.
Di sisi lain sekitar 50 meter dari Suku Rask, Myro bersama Tifari serta 100 pasukan lainnya sedang berdiri mengamati semua yang terjadi.
Myro tidak bisa untuk tidak berkata kagum "Benar-benar serangan yang kuat! Tifari, bukankah mudah bagi kita untuk menghancurkan semua desa memakai sihir ini?".
__ADS_1
Tifari menggelengkan kepalanya sebagai jawaban terhadap pertanyaan Myro "Tuan, sihir ledakan yang aku gunakan memang mempunyai efek ledakan yang kuat, tapi ada juga sebuah kelemahan besar yaitu gerakan sihir yang terlalu lambat. Bukankah tuan tadi melihatnya sendiri bahwa bola cahaya tadi membutuhkan waktu hampir 2 menit sebelum jatuh ke tanah? Kalau ada penyihir lain yang cukup berpengetahuan dipihak musuh maka mereka pasti mampu membatalkan sihir ini tanpa masalah selama mereka penyihir rank 7 ataupun prajurit dengan kekuatan sama, sekalipun mereka tak mampu menghilangkan nya, dengan waktu 2 menit maka mereka mempunyai kesempatan untuk melarikan diri. Oleh karena itu sebenarnya sihir ini kurang efektif kecuali untuk melawan pasukan barbar yang tak mengetahui efek dari sihir ini".
Mendengar penjelasan Tifari, Myro mengangguk mengerti, ia menatap ke arah Desa Suku Rask sebelum merasakan ledakan energi dari sana "Kekuatan rank 7? Nampaknya kepala suku mereka berhasil bertahan hidup, padahal ia merupakan orang yang paling dekat dari ledakan tadi".
"Kekuatan rank 7 bukan sesuatu yang mudah dibunuh, apalagi ledakan tadi juga tidak terlalu kuat, namun tuan jangan khawatir, mereka pasti sedang berada di tengah kepanikan sekarang sehingga kita dapat menang tanpa masalah", kata Tifari percaya diri.
Myro paham terhadap apa yang Tifari katakan dan mengingat kekuatan Mili, ia mengerti alasannya bersikap sangat percaya diri.
Oleh karena itu, Myro mengingat tangannya sebelum berteriak keras "Seluruh pasukan serang! Bunuh mereka semua yang memilih melawan serta tangkap mereka yang menyerah, untuk Kerajaan Golden Guardian!".
"Serang!", teriak 100 pasukan yang bergegas mengikuti Myro maju menuju ke arah Suku Rask.
.....
Tanpa diketahui semua orang, sekarang Kepala Suku Irvy sedang berlutut di depan seorang wanita berusia sekitar 27 tahun dengan rambut hitam pendek serta jubah penyihir berwarna hitam gelap.
Wanita itu menatap Kepala Suku Irvy yang berkeringat khawatir di depannya "Maksudmu Hulard kalah serta terbunuh di medan perang? Walaupun ia memang tak mempunyai bakat sebagai seorang penyihir serta berhasil mencapai rank 7 dengan bantuan obat milikku serta pengetahuan yang aku ajarkan, seharusnya ia tidak kalah semudah itu, kau mengatakan bahkan musuh sama sekali tidak terluka bukan? Berarti paling tidak musuh sama sepertiku, penyihir rank 7 yang berada di atas rank 7 lainnya. Apakah kau memiliki informasi lain mengenai penyihir ini?".
Kepala Suku Irvy ragu-ragu sebentar sebelum menjawab "Aku kurang tahu sebab mereka muncul secara tiba-tiba, tapi berdasarkan apa yang aku ketahui, musuh seharusnya merupakan pangeran dari Kerajaan Golden Guardian sedangkan penyihir di pihak musuh bernama Tifari, ini adalah informasi dari pasukan kita yang berhasil melarikan diri serta bertahan hidup".
__ADS_1
"Tifari?", kata wanita tersebut terkejut "Tunggu dulu, apakah wanita yang kau maksud mempunyai rambut berwarna perak serta mata perak? Seorang penyihir yang mampu menggunakan 4 elemen sihir?".