LORD WORLD : START

LORD WORLD : START
BAB 8 : OGERAS DAN IRERAS


__ADS_3

Di istana, kapten yang bertugas sebagai mata-mata di sisi Myro sedang duduk di ruang tamu istana dengan puluhan pengawal kuat yang berdiri di sekitar ruang tamu. Meskipun kapten adalah kaki tangannya, raja tidak akan begitu gegabah untuk bertemu dengannya tanpa pengawalan apapun.


Setelah menunggu selama 1 jam, pintu ruang tamu akhirnya terbuka, sosok Raja Aras IV yang memakai jubah raja muncul.


Sebagai raja, bukan berarti ia bisa tidur kapanpun melainkan karena ia seorang raja, Raja Aras IV tetap perlu mengurus banyak dokumen kerajaan hingga malam hari yang membuatnya belum memiliki waktu tidur sedikitpun.


Duduk di depan sang kapten, Raja Aras IV berkata "Ada apa kau sampai datang kesini? Apakah ada masalah dengan Myro?".


Kapten buru-buru berlutut, ia tidak berani duduk dihadapan raja "Yang mulia, malam ini ada seorang pria aneh yang mempunyai kekuatan rank 3 namun mampu bersaing melawan rank 4! Pangeran ke 17 mengatakan pria tersebut adalah temannya, tapi aku merasakan ada sesuatu yang mencurigakan disini! Seperti yang diketahui oleh yang mulia bahwa pangeran ke 17 tidak punya pendukung apapun, aku khawatir prajurit yang datang ke sisi pangeran ini adalah mata-mata dari kerajaan lain--".


Sebelum kapten menyelesaikan perkataannya, Raja Aras IV berkata dingin "Maksudmu pangeran ke 17 bekerja sama dengan kerajaan lain karena putus asa mencapai posisi raja milikku, apakah begitu?".


Kapten berkeringat dingin terhadap tekanan milik raja, ia menggertakkan giginya dan memutuskan berkata penuh keberanian "Saya mungkin belum memiliki bukti yang memadai, meskipun begitu mengingat semua pangeran tertarik menjadi raja, bahkan pangeran ke 17 yang tidak mempunyai dukungan sekalipun pasti berusaha yang terbaik supaya menjadi raja. Saya takut karena menyadari seberapa pentingnya dukungan kekuatan besar untuk menjadi raja, pangeran ke 17 mungkin dibodohi oleh kerajaan lain! Dengan menawarkan membantu pangeran ke 17 menjadi raja, kerajaan lain berusaha menyusupkan pasukan mereka ke wilayah kita sebagai orang-orang pangeran agar tidak ada kecurigaan dari--".


Raja Aras IV mengangkat tangannya yang menghentikan ucapan sang kapten, ia berkata dingin "Apakah kau sadar posisimu? Walaupun semua yang kau katakan adalah kebenaran, tanpa bukti maka semuanya adalah tuduhan palsu. Nampaknya keluarga kerajaan Aras kau anggap remeh sampai-sampai kau berani memberikan tuduhan palsu pada pangeran?".


Kapten langsung berlutut tanpa berani mengangkat kepalanya, ia berkata dengan seluruh tubuh gemetar "Yang mulia, maafkan tindakan bodoh saya yang terlalu banyak bicara tanpa adanya bukti! Saya harap yang mulia akan berbaik hari memaafkan kehidupan kecil milikku".

__ADS_1


Raja Aras IV melambaikan tangannya "Cukup, aku akan melupakan kesalahanmu kali ini, tidak ada kesempatan berikutnya, kau boleh pergi! Jika kau tetap berada disini terlalu lama, aku mungkin berubah pikiran".


"Terima kasih yang mulia! Terima kasih yang mulia!", jawab kapten yang bergegas lari meninggalkan ruangan.


Raja Aras IV menatap kepergian kapten dengan dingin "Ogeras, apakah kau ada di sana?".


Tiba-tiba sosok seorang pria tua berambut putih pendek serta mata berwarna perak yang tajam dan penuh tekad membunuh berlutut di belakang Raja Aras IV, padahal ia dari tadi sama sekali tidak terlihat di ruangan tersebut seakan-akan muncul dari bayangan "Yang mulia, perintah anda".


"Bunuh pria tadi", kata Raja Aras IV.


Pria tua bernama Ogeras sama sekali tidak terkejut atas perintah Raja Aras IV, lebih tepatnya setiap kali raja memanggilnya maka itu berarti ia perlu membunuh maupun melakukan beberapa tindakan kejam lainnya "Yang mulia, apakah anda yakin? Bagaimanapun dia tetap kaki dan tangan milik anda?".


"Dimengerti yang mulia, aku akan membiarkan beberapa orang membersihkannya tanpa jejak", kata Ogeras yang tubuhnya perlahan-lahan berubah menjadi asap hitam.


Sebelum Ogeras menghilang sepenuhnya, Raja Aras IV berkata lagi "Periksa tekan yang muncul di samping Myro, selama ia memang berasal dari kerajaan lain serta mempunyai maksud jahat, jangan ragu membunuhnya".


"Bagaimana dengan Myro apabila ia terbukti berkhianat?", kata Ogeras menatap tajam ke arah Raja Aras IV.

__ADS_1


Menutup matanya, Raja Aras IV berkata "Urusan pangeran bukan urusan kalian, kau cukup lakukan apa yang aku perintahkan. Sedangkan masalah pangeran, aku sendiri yang akan menyelesaikannya".


Ogeras menatap ke arah Raja Aras IV lalu sosoknya menghilang tanpa jejak menjadi asap hitam "Aku mengerti yang mulia! Nampaknya sampai hari ini, anda masih berat melepaskan anak itu".


"Kau terlalu banyak bicara, Ogeras", kata Raja Aras IV yang mengetuk meja di depannya beberapa kali lalu berkata "Ireras, apakah kau disana?".


Sosok seorang pria tua berambut putih yang mempunyai wajah mirip seperti Ogeras muncul di belakang Raja Aras IV sambil berlutut. Meskipun wajahnya mirip dengan Ogeras, Ireras mempunyai mata berwarna emas serta matanya lebih lembut dibandingkan Ogeras yang dingin "Yang mulia, perintah anda!".


"Ireras, apakah ada kemungkinan rekan baru di samping Myro ada hubungannya dengan kemampuan baru yang ia miliki? Bagaimanapun ia mempunyai kemampuan hari ini, pada waktu yang sama ada rekan baru yang kuat juga di sampingnya, apakah semua itu hanya sebuah kebetulan atau ada kaitannya?", kata Raja Aras IV tersenyum seakan-akan menemukan sesuatu yang menarik.


Ireras berpikir sebentar sebelum menjawab "Yang mulia, apakah berarti anda meragukan jawaban perdana menteri?".


"Apakah kau pikir aku sebodoh itu? Apabila perdana menteri mampu menipuku semudah itu, aku tidak akan dijuluki Raja Kebijaksanaan oleh orang-orang", kata Raja Aras IV menggelengkan kepalanya "Bukankah anak ke 2 adalah cucunya? Ia berusaha memperburuk penilaianku tehadap pangeran lain agar cucunya terlihat baik, kau pikir sebagai Raja Bijaksana aku sama sekali tidak menyadari hal yang begitu jelas?".


Ireras tersenyum "Seperti yang diharapkan, yang mulia memang cerdas! Saya belum bisa menjawab apakah kemampuan Tuan Myro dan rekan yang tiba-tiba muncul saling berhubungan atau tidak selama hasil pengamatan Ogeras belum ada".


Raja Aras IV mengangguk "Kau selalu sulit memberikan pendapatmu tanpa adanya bukti jelas, Ireras! Aku dengar kau memiliki seorang cucu perempuan yang berusia 17 tahun juga tahun ini, apakah itu benar?".

__ADS_1


Ireras mengangguk tanpa menyembunyikan apapun "Untungnya ia cukup berbakat, pada usia 17 tahun ia berhasil mencapai rank 3. Selain itu, ia sudah mempelajari teknik pembunuhan, penyamaran dan penipuan yang aku ajarkan! Aku yakin di masa depan nanti, ia akan melampaui diriku".


"Bagaimana kalau mencocokkan cucumu bersama anakku? Apakah kau keberatan, Ireras?", kata Raja Aras IV tersenyum lebar.


__ADS_2