
Mendengar perkataan Myro, Anrateon yang berdiri di sampingnya tersenyum tidak peduli "Apa yang perlu kami takutkan? Bukankah sejak awal tujuan tuan adalah menghancurkan semua bandit yang ada di pegunungan ini? Lagipula selama tuan berhasil menghancurkan semua bandit yang bahkan gagal dihancurkan pasukan kerajaan, itu pasti akan menjadi prestasi besar bagi tuan. Bahkan ada kemungkinan tuan akan menerima kenaikan kekuasaan maupun lebih dipercaya raja, oleh karena itu kenapa perlu ragu untuk memulai permusuhan melawan semua bandit yang ada di pegunungan ini?".
"Selain itu, setelah kita menghancurkan kelompok bandit ini, aku akan menyerap kekuatan kelompok mereka yang runtuh lalu mengubahnya menjadi kekuatan kelompok ku. Dengan cara itu, kelompok ku juga akan menjadi kelompok bandit tingkat tinggi yang tidak kalah dari semua kelompok bandit lain, mereka akan berpikir berkali-kali sebelum berani menyerang ku".
Myro menatap Anrateon sedikit kagum "Nampaknya kau telah mempersiapkan segalanya, kau benar-benar hebat".
"Rencanaku bukanlah sesuatu yang hebat", kata Anrateon menggelengkan kepalanya "Dibandingkan orang-orang cerdas yang berdiri di sekitar tuan, aku adalah bagian kecil mereka".
Charles yang ada di samping tiba-tiba bertanya "Walaupun begitu, kenapa kau memakai rencana membakar markas musuh? Rencana ini terlalu berisiko dan bisa membakar seluruh hutan, ada banyak orang yang akan dirugikan kalau seluruh hutan terbakar".
"Jangan khawatir, meskipun sekarang sedang musim panas sehingga hutan menjadi kering yang membuat mudah terbakar, namun aku bersama kelompok ku telah mengatur agar api tidak menyebar terlalu berlebihan", kata Anrateon percaya diri "Sedangkan kenapa aku memilih rencana ini dibandingkan rencana lain karena rencana pembakaran hutan merupakan rencana paling efektif serta memiliki jumlah korban paling sedikit daripada rencana lainnya. Markas yang terbakar membuat kelompok bandit musuh menjadi terpisah-pisah, selama mereka terpecah, kita dapat membunuh mereka lebih mudah".
"Meskipun mereka pernah dikalahkan pada pertarungan melawan tuan dan mengalami kerugian berat, pada akhirnya kelompok bandit mereka masih tetap kuat dengan lebih dari 500 anggota serta seorang pemimpin rank 7. Kerugian berhadapan secara langsung terlalu besar, bahkan ada kemungkinan kita akan menjadi pihak yang kalah. Karena alasan tersebut, kita perlu memecah pasukan musuh dan membunuh mereka satu persatu, terutama pemimpin mereka. Dari semua rencana yang ada, membakar markas mereka merupakan rencana terbaik dengan kemungkinan keberhasilan paling besar. Namun seperti yang kau katakan tadi, resikonya juga besar sebab ada kemungkinan api membakar seluruh hutan. Aku tetap membakar markas musuh sebab 1 alasan, untuk mendapatkan keuntungan besar, sering kali ada resiko besar juga dibalik semua itu. Kalau kau tidak berani mengambil resiko, sulit mencapai kemenangan di medan perang".
Charles mendengarkan apa yang Anrateon katakan penuh rasa hati-hati. Walaupun ia adalah Ksatria sedangkan Anrateon merupakan bandit, Charles sama sekali tidak meremehkan apa yang dikatakan Anrateon, seperti yang orang katakan yaitu jangan melihat siapa yang berbicara melainkan dengarkan apa yang orang tersebut katakan.
Tanpa menunggu Charles mengatakan apapun, Lokof yang berdiri di samping sambil terus menatap sekitar markas musuh, lebih tepatnya ia mengalami semua bandit yang melarikan diri ke semua arah sebelum ia tiba-tiba berteriak "Tuan, target kita terlihat! Ia memang melarikan diri bersama beberapa pengikutnya, namun jumlah mereka kurang dari 10 yang berarti sekarang menjadi waktu terbaik bagi kita untuk membunuhnya!".
Semua orang menatap ke arah dimana Lokof menunjuk, mereka menemukan pemimpin bandit rank 7 yang melarikan diri dari markas bersama para bawahannya dengan panik.
__ADS_1
"Ada 1 orang rank 5, 2 orang rank 4 dan yang lainnya hanya ikan kecil, nampaknya cukup merepotkan karena hampir semua petarung terbaik dari kelompoknya ada di sana", gumam Anrateon menilai situasi "Walaupun bukan keadaan paling menguntungkan yang kita rencanakan, tapi setidaknya ini masih peluang emas! Tuan, keputusan anda!".
Semua orang menatap ke arah Myro, menunggu keputusannya. Walaupun Myro bukan yang paling kuat di antara mereka, tapi semua orang tidak akan bergerak tanpa ada keputusan darinya.
Myro memastikan bahwa ini memang kesempatan terbaik membunuh pemimpin musuh. Apabila mereka melewatkan kesempatan kali ini, maka mungkin tidak akan ada kesempatan kedua.
Oleh karena itu, Myro menarik pedangnya dan menunjukkan ke arah musuh "Semua pasukan serang! Bunuh para bandit ini dan tunjukkan kekuatan Ksatria Kerajaan Golden Guardian beserta prajurit milik Anrateon! ".
"Serang!", teriak para Ksatria dan bandit secara bersamaan.
Meskipun mereka jauh berbeda, bisa dikatakan bermusuhan sebab Ksatria dan bandit selalu saling bertarung. Namun kali ini bandit Anrateon dan Ksatria Kerajaan Golden Guardian saling bekerja sama, bukan karena mereka saling percaya, melainkan mereka setia kepada tuan yang sama yang membuat mereka bisa saling bekerja sama.
Pemimpin bandit yang sibuk memikirkan siapa yang berani membakar markasnya kaget mendengar banyak suara langkah kaki yang mendekat, ia mengangkat kepalanya dan menatap ke arah asal suara.
Setelah melihat asal suara langkah kaki itu, wajah pemimpin bandit menjadi seputih kertas sebab ia menemukan ratusan orang mengepung mereka. Walaupun ia tidak merasakan kekuatan rank 7 di antara pasukan musuh, tapi di bawah pengepungan ratusan orang seperti ini, ia kemungkinan besar akan terluka berat atau mati.
Belum lagi di antara pasukan musuh ia merasakan aura yang cukup menakutkan serta memberikan ia ancaman yaitu aura rank 6.
Menarik pedangnya, pemimpin bandit rank 7 berencana menebas seorang musuh rank 2.
__ADS_1
Tetapi sebelum ia bergerak, sebuah panah terbang dengan cepat menuju ke arah dirinya.
"Tang!".
Di bawah tabrakan panah, pemimpin bandit yang sibuk melarikan diri di pukul mundur sebanyak 2 langkah.
Ia menatap ke arah orang yang menembakkan panah sebelum berteriak marah "Anrateon, ternyata kau adalah orang yang berada di balik penyerangan ini? Siapa yang memberimu perintah? Apakah bandit Pedang Darah? Atau ada kekuatan laun di belakangmu?".
Sosok Anrateon melompat dari sebuah pohon yang terbakar oleh api, ia mendarat di tanah dan berkata dengan senyum dingin "Aku menyerang mu bukan karena Bandit Pedang Darah, bagaimanapun aku bukan bawahan mereka! Semua ini adalah keputusan tuanku! Sejak kau berani melawan tuanku, kau harus bersiap mati".
"Tuan?", kata pemimpin bandit musuh penuh kebingungan.
Sekalipun ia dan Anrateon bukan teman, sebagai sosok yang memimpin salah satu kelompok bandit terbesar di Provinsi Atrof, ia tentunya sudah pernah mengawasi Anrateon serta semua kekuatan yang berhubung dibelakangnya.
Lagipula Anrateon merupakan salah satu pemimpin bandit terkuat di antara kelompok bandit tingkat menengah lain, karena alasan tersebut ia selalu mengawasinya agar berhasil merekrut Anrateon atau hanya untuk berhati-hati terhadap pengembangannya.
Jadi selama pengawasan yang ia lakukan, ia mengetahui Anrateon membuat kelompok bandit nya sendiri tanpa ada kekuatan lain yang membantu, ia sama seperti pemimpin Bandit Pedang Darah yang membangun kekuatan mereka sendiri tanpa dukungan siapapun.
Oleh karena itu, ia kaget mengetahui Anrateon selama ini memiliki tuan yang tersembunyi, bahkan ia sekarang merasa sedikit belum bisa percaya.
__ADS_1