LORD WORLD : START

LORD WORLD : START
BAB 51 : KEKUATAN PENYIHIR SEBENARNYA


__ADS_3

"Pangeran, apakah anda yakin akan membiarkan mereka saling bertarung sekarang?", tanya Charles sedikit khawatir.


Saat ini Myro dan yang lainnya sudah tidak berada di tenda lagi membahas strategi melainkan mereka semua berkumpul di sekitar lapangan, mengamati 2 orang yang sedang berdiri di tengah-tengah lapangan.


2 orang tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah Tifari yang berhadapan melawan Kanson.


Pada awalnya mereka hanya saling bersaing memakai perkataan, namun setelah 2 pihak menolak untuk saling berkata maaf, Myro mengizinkan mereka untuk saling bertarung.


"Nona Tifari, apakah anda yakin untuk tidak menjaga jarak lagi? Apabila anda berencana menjauh lebih banyak lagi, aku akan mengizinkannya. Bagaimanapun kau adalah penyihir, bertarung jarak dekat akan sangat merugikan kalian. Oleh karena itu supaya tidak dianggap pertarungan yang berat sebelah, kau boleh menjauh sekarang agar memberimu kesempatan merapal", kata Kanson percaya diri.


Lebih tepatnya sebagai seorang Ksatria kerajaan, belum lagi mereka masih merupakan sekutu yang sedikit berselisih paham, karena alasan tersebut Kanson mengutamakan pertarungan yang adil layaknya seorang Ksatria pada umumnya.


"Menjaga jarak? Tidak peduli, jarak kita sekarang adalah 20 meter yang sudah lebih dari cukup bagiku untuk mengalahkan mu", kata Tifari dingin, sejak awal ia terlihat menganggap pertarungan ini hanya sebagai permainan "Jika kau merupakan orang setia tuanku, aku pasti menolak melawan mu. Tetapi karena kau hanya pengikut setia raja yang dikirimkan untuk melindungi tuanku, aku sarankan kau persiapkan dirimu sebab aku akan mengalahkan mu dengan cepat".


Myro berjalan lalu berdiri di tengah-tengah 2 orang yang saling berhadapan tersebut, ia mengangkat tangannya ke atas sebelum "Tifari, Kanson, apakah kalian yakin akan memulai pertarungan ini?".


"Kecuali ia menarik kata-katanya kembali tentang yang mulia, aku tidak akan mundur", kata Kanson yang menarik pedangnya "Jangan menyesal atas sikap sombong mu sendiri yang menolak mengambil jarak yang aku tawarkan".


"Tuan, aku juga tak akan mundur kecuali anda memberikan aku perintah untuk mundur. Bagaimanapun sebagai seorang penyihir, aku merasa kemampuanku diremehkan sebab ia menolak percaya aku yang mampu mengalahkan rank 8", kata Tifari yang terlihat tegas juga.


Myro menghela nafas, ia tidak mungkin memberitahu Tifari untuk mundur, apalagi ia juga bukan pihak yang salah disini meskipun mengejek raja pihak lain mungkin cukup berlebihan.


Myro juga mengangguk tegas terhadap tekad mereka "Aku mengerti, masalah kalian bukanlah sesuatu yang bisa diselesaikan dengan pembicaraan lagi sehingga hal seperti ini perlu terjadi, aku tidak akan menghentikan kalian lagi. Tetapi biarkan aku memberi kalian sebuah peringatan, siapapun yang memenangkan pertarungan ini maupun kalah, kalian harus melupakan permusuhan kalian lalu bertindak sebagai rekan lagi, apakah kalian mengerti?".

__ADS_1


"Kami mengerti", jawab 2 orang tersebut yang mulai mempersiapkan senjata mereka masing-masing.


melihat bahwa 2 pihak sudah siap, Myro mengayunkan tangannya ke bawah lalu berteriak keras "Pertarungan di mulai!".


Kanson sama sekali tidak berani meremehkan Tifari, bagaimanapun sekali penyihir rank 7 berhasil menyelesaikan mantra miliknya, ia sendiri pasti akan kalah.


Namun keuntungan ksatria seperti dirinya adalah jarak, karena alasan tersebut tepat saat pertarungan di mulai, Kanson bergegas secepat mungkin menuju Tifari.


Dengan waktu sekitar 1 detik, Kanson sudah menutup jarak 20 meter antara dirinya dan Tifari.


Ia berdiri di depan Tifari lalu menegaskan pedangnya tanpa ragu. Sejak pertandingan di mulai sampai sekarang, Tifari sama sekali tidak bergerak sedikitpun.


"Tang!".


Bahkan serangan tebasan pedang rank 7 miliknya terlempar balik oleh tembok tersebut.


Tangan Kanson terlempar tinggi ke udara, untungnya ia tetap memegang pedangnya dengan kuat sehingga pedang tersebut masih berada di tangannya.


Tetapi selama tangannya berada di atas akibat lemparan tembok tak terlihat tersebut, Tifari mengarahkan tombaknya tepat di perut Kanson "Jangan khawatir, aku tidak akan membunuhmu sebab kau masih berguna bagi tuanku walaupun kesetiaanmu cukup diragukan, Peluru Dimensi!".


"Brak!".


Tubuh Kanson terlempar sejauh puluhan meter sebelum menabrak sebuah tenda hingga hancur, baju zirah yang merupakan hadiah raja kepada dirinya juga mempunyai lubang besar akibat serangan Tifari, ia memuntahkan seteguk darah akibat tabrakan itu.

__ADS_1


Kanson mencoba berdiri untuk bertarung lagi, kesetiaannya kepada Raja Kerajaan Golden Guardian membuatnya menolak menerima kekalahan dengan mudah.


Walaupun begitu, saat ia mencoba berdiri, Kanson langsung jatuh duduk ke tanah lagi.


Myro yang melihat semua itu berdiri di tengah-tengah mereka agar Tifari berhenti menyerang lagi "Tifari, bukankah kau terlalu berlebihan?".


Sejak menjatuhkan Kanson memakai sihir Peluru Dimensi, Tifari sama sekali tak bergerak dari posisinya, ia tersenyum ringan "Tuan, aku sudah menahan diriku, sihir yang aku pakai tadi adalah sihir Peluru Angin Ringan sehingga ia hanya akan sulit bergerak paling lama sejam, setelah itu Kanson pasti mampu bergerak seperti normal lagi. Selain itu biarkan aku memberimu sebuah nasihat, bukankah menurut kalian terlalu meremehkan para penyihir. penyihir lemah di pertarungan jarak dekat? Itu hanya berlaku bagi penyihir yang lemah, sedangkan mereka yang kuat mampu bertarung dengan jarak apapun".


"Begitu juga para ksatria ataupun prajurit, bukan berarti mereka tidak bisa menang melawan para penyihir dari jarak jauh melainkan kalian tidak cukup kuat hanya itu".


Sebelum Myro mengatakan apapun, Kanson menolak percaya "Apa yang kau katakan tak lebih dari omong kosong! Apakah kau pernah melihat seorang ksatria yang bisa mengalahkan penyihir dari jarak jauh dengan rank yang sama?".


"Pernah", kata Tifari seperti mengingat masa lalu "Bahkan ada banyak orang kuat seperti itu di samping tuan, jika dikatakan maka aku sama sekali bukan bagian dari 500 besar orang terkuat di bawah tuan".


Kanson kaget, bagaimana mungkin Myro mempunyai orang sebanyak itu. Meskipun Kerajaan Golden Guardian juga banyak orang kuat, tapi ada kesempatan bagi Tifari untuk berada di peringkat 500 besar orang terkuat di kerajaan. Apalagi mereka yang kuat belum tentu semuanya di bawah raja, bagaimana mungkin kekuatan 1 orang seperti Myro mempunyai banyak orang kuat melebihi raja.


Melihat Kanson merasa aneh, Myro tahu ia perlu mengakhiri pembicaraan ini sehingga ia bertepuk tangan yang menarik perhatian semua orang "Pertarungan telah selesai, sesuai persetujuan di awal, siapapun yang menang maupun kalah maka permusuhan ini akan berakhir, pemenangnya Tifari. Sekarang kita perlu kembali ke masalah utama dulu, yaitu apakah terus menyerang musuh atau mundur menuju Kerajaan Golden Guardian lagi".


"Tuan, tunggu dulu", kata Tifari yang berjalan menuju Kanson lalu mengulurkan tangannya "Aku tahu apa yang aku katakan sedikit kelewatan sebab sampai mengejek raja yang kau ikuti, jika suatu hari nanti ada orang yang mengejutkan tuanku, aku pasti akan marah sepertimu. Jadi, maaf sudah mengatakan sesuatu yang buruk terhadap rajamu".


Kanson yang masih duduk juga merasa malu, ia menjabat tangan Tifari penuh kesulitan sebelum berkata "Aku juga salah sebab telah meremehkan kemampuan milikmu, maaf".


Myro yang memperhatikan semua ini dari samping tersenyum, bukan hanya Myro melainkan semua orang yang ada ikut tersenyum.

__ADS_1


Bagaimanapun Tifari dan Kanson merupakan 2 orang terkuat di bawah Myro saat ini, kalau mereka berdamai maka ke depannya semua rencana yang mereka lakukan akan mempunyai kemungkinan berhasil yang lebih besar lagi.


__ADS_2