
Di bawah api yang membakar hutan serta markas bandit, ratusan bandit mencoba melarikan diri sedangkan puluhan bandit lainnya dihentikan oleh ratusan musuh.
Walaupun ratusan orang mempunyai kekuatan yang lebih lemah daripada puluhan petinggi bandit, namun mereka menang dengan jumlah. Oleh karena itu, puluhan petinggi bandit mulai mengalami kesulitan dibawah pengepungan.
Pemimpin bandit ke arah sekitarnya untuk menemukan bahwa semua bawahannya sedang sibuk, bandit rank 5 yang merupakan orang terkuat di bawahnya sekalipun sedang sibuk menghadapi Ksatria rank 5 yang melukai mata kanannya yaitu Charles.
"Tunggu Ksatria itu-- Tidak mungkin! Anrateon, apakah tuan yang kau maksudkan adalah pangeran ke 17?", tanya pemimpin bandit kebingungan "Aku pikir kau merupakan orang yang cerdas, bagaimanapun dibutuhkan kemampuan serta kecerdasan yang cukup untuk membuat kelompok bandit berjumlah ratusan orang tanpa dukungan dari kekuatan lain. Tapi aku tidak pernah menyangka orang cerdas sepertimu bisa tertipu oleh Pangeran ke 17! Aku tidak tahu apa yang ditawarkan oleh Pangeran itu sampai-sampai kau memberikan kesetiaanmu kepadanya, namun biarkan aku memberitahumu 1 hal yaitu jangan percaya terhadap tawaran Pangeran ke 17".
"Ia mungkin menawarkan mu menjadi bangsawan maupun pejabat setelah ia berhasil naik tahta menjadi raja. Tetapi biarkan aku memberitahumu 1 hal, semua itu tidak akan pernah terjadi sebab Pangeran ke 17 hanya seorang pangeran terbuang tanpa kekuatan apapun. Sebaliknya, jika kau bekerja sama denganku, sewaktu tuanku menjadi raja maka aku akan memberikan--".
Anrateon yang sudah kesal langsung menghentikan omong kosong tersebut "Cukup, aku tidak tertarik mendengarkan banyak hal bodoh dari orang yang akan mati! Biarkan aku memberitahumu 1 hal, aku mengikuti tuanku bukan karena kekayaan yang ia tawarkan, bukan juga kekuasaan, semua itu tidak akan menarik perhatian ku! Alasan kenapa aku mengikuti tuanku yaitu sebab ia adalah Myro Aras, orang yang paling aku hormati, sosok yang paling layak menjadi raja dari seluruh orang yang aku kenal. Sejak awal, aku pasti menolak tawaran apapun yang kau berikan, jadi kau bisa mati sekarang!".
Menyimpan busur miliknya, Anrateon melangkah maju dengan sebuah pedang di tangan kanannya.
"Kau terlalu percaya diri! Aku menawarkan mu bergabung denganku bukan karena aku takut melawan mu, melainkan aku menghargai bakat serta kemampuan yang kau miliki, siapa yang berpikir ternyata kau adalah orang yang tidak dapat melihat kesempatan terbaik dari tawaran yang aku berikan", kata pemimpin bandit menolak menyerah "Sekalipun jumlah kalian ada banyak dan kami belum siap melawan serangan tiba-tiba kalian, namun aku adalah prajurit rank 7. Selama aku bergerak memakai kekuatan penuh, mudah untuk menghancurkan pengepungan kalian".
Setelah itu kekuatan menakutkan berkumpul di pedang pemimpin bandit seakan-akan ia mencoba menunjukkan kepada Anrateon perbedaan kekuatan mereka, pemimpin bandit menebas ke arahnya menggunakan kekuatan penuh secara langsung.
Menghadapi tekanan menakutkan dari tebasan pemimpin bandit, Anrateon berkata percaya diri "Aku mengakui bahwa dari segi kekuatan, kau berada di atasku sebab kau mempunyai kekuatan 1 rank di bawahku! Walaupun begitu, pada pertarungan hidup dan mati, kekuatan bukan segalanya! Ada banyak hal lain yang menentukan menang maupun kalah. Hari ini aku akan tunjukkan kepadamu, rank bukanlah segalanya untuk menentukan kemenangan serta kekalahan".
Ketika tebasan pemimpin bandit hampir mengenai Anrateon, sesuatu yang mengejutkan terjadi.
Sosok Anrateon perlahan-lahan menghilang seakan-akan hancur menjadi debu.
__ADS_1
Bersamaan dengan Anrateon yang menghilang, tebasan pemimpin bandit hanya mengenai udara sebelum menebas puluhan pohon sampai hancur sebelum menghilang.
Pemimpin bandit yang bingung merasakan krisis hidup dan mati mendekati dirinya, oleh karena itu ia tanpa ragu menggerakkan kepalanya kek kiri.
"Slash!".
Sebuah luka goresan pedang muncul di wajah pemimpin bandit yang membuat ia berkeringat dingin. Bagaimanapun jika ia terlambat menghindar barusan meskipun hanya sedetik, kepalanya akan terbagi menjadi 2.
"Kau pikir tipuan kecil ini mampu membuatmu mengalahkan ku", teriak pemimpin bandit penuh kemarahan.
Sebagai rank 7, ia terluka akibat serangan rank 6 yang pasti membuatnya diejek oleh orang lain.
Di bawah kemarahan, pemimpin bandit menebas ke arah sekitar yang membuat banyak pohon hancur. Bahkan orang-orang yang bertarung di sekitarnya mulai melarikan diri sebab serangan pemimpin bandit terlalu sembarang, tidak membedakan antara rekan serta musuh.
"Di sana!", teriak pemimpin bandit senang, ia menebas ke arah dimana asal suara tembakkan panah terdengar.
Tebasan pemimpin bandit memotong anak panah yang menuju ke arah dirinya dengan mudah, lalu tebasan tersebut terus bergegas ke arah orang yang menembaknya.
Setelah melihat siapa orang yang menembak, pemimpin bandit kaget sebab busur yang menembak barusan memang milik Anrateon, namun orang yang menembak bukanlah dirinya melainkan Myro yang tersenyum percaya diri.
Tepat sebelum tebasan itu mengenai Myro, Kanson melangkah maju dan menghentikan tebasan memakai pedangnya juga "Aku bukannya sedang membantu rencana kalian, tapi seperti yang aku katakan, perlindungan pangeran merupakan tanggung jawabku. Selama sesuatu yang buruk akan terjadi pada pangeran, aku pasti menghentikannya".
Myro yang ada di belakang Kanson tersenyum, sejak awal ia telah menduga Kanson akan melindungi dirinya.
__ADS_1
Bagaimanapun Kanson memang tidak akan membantu rencana Myro, melainkan ia bekerja seperti sebuah tameng yang kuat bagi Myro. Karena alasan tersebut, Myro memanfaatkan dirinya untuk menipu serta membuat pemimpin bandit lengah yang akan menjadi peluang bagi Anrateon.
"Kena kau!", sebuah teriakan datang dari belakang pemimpin bandit.
Pemimpin bandit yang terkejut akibat kesalahan menebaknya antara serangan Myro dan Anrateon merasakan krisis dari belakangnya, jadi ia berbalik sambil menebas ke arah belakang "Rencana rendahan kalian tidak akan mengalahkan ku! Kau pikir serangan kejutan seperti ini akan berhasil? Kalau begitu, biarkan aku tunjukkan kepada kalian bahwa perbedaan kekuatan bukanlah sesuatu yang bisa diatasi oleh rencana rendahan seperti ini".
"Slash!".
Darah berterbangan akibat tebasan pemimpin bandit, sosok yang mencoba menyerangnya menerima serangan pemimpin bandit secara langsung di tubuhnya yang membuat ia menerima sebuah luka yang besar.
Tetapi apa yang mengejutkan pemimpin bandit lagi adalah orang yang ia tebas bukanlah Anrateon, melainkan Lokof yang sudah berubah menjadi seperti harimau.
Sekalipun menerima luka berat, Lokof menahan luka ditubuhnya yang terus berdarah sambil tersenyum bangga "Kena kau! Anrateon, sekarang!".
"Stab!".
Sebuah pedang menusuk tepat di jantung pemimpin bandit dari belakang.
Pemimpin bandit segera merasakan sakit dari tubuhnya sehingga ia menundukkan kepalanya untuk memuntahkan seteguk darah, ia menemukan sebuah pedang menusuk jantung nya.
Ia menatap ke arah Anrateon yang menusuknya dari belakang "Tidak adil, ini bukan pertarungan 1 lawan 1--".
Tubuh pemimpin bandit jatuh lemah ke tanah, ia kehilangan hidupnya akibat serangan mematikan Anrateon.
__ADS_1
Anrateon menarik pedangnya dari tubuh pemimpin bandit, ia menatap dingin ke arah mayat yang diam di tanah "Sejak kapan aku mengatakan kita akan bertarung 1 lawan 1? Apa yang aku maksudkan yaitu ada banyak hal yang menentukan kemenangan pertarungan, bukan hanya kekuatan. Di antara faktor tersebut, kerja sama merupakan salah satunya".