
🔞AREA 21+🔞
JIKA SUKA SILAHKAN BACA
JIKA TIDAK JANGAN BULLY SAYA
Sebelumnya saya tidak kasih peringatan karena masih awalan, atau hanya pengenalan alur biasa.
Tapi eps ini, akan banyak adegan dewasa.
Seperti kekerasan fisik, pemerkosaan, bahkan kata-kata yang kasar.
Harap bijak memilih bacaan, dan hargai author nya. Jika suka silahkan baca, jika tidak mohon tetap menjaga perkataan.
Saran dan kritik masih berlaku, dengan kata-kata yang sopan ya.
Silahkan membaca👇👇👇
______________________________________
_____________________________
"A... Apa yang kau pikirkan" ujar Darrel sambil membawaku masuk ke dalam ruangan.
"Ini apa?" tanyaku sambil terkagum-kagum dengan ruangan ini.
"Bukan apa-apa... Bukankah kamu harus mandi sekarang?" tanya Darrel kembali, sambil membawaku ke sebuah pintu di ruangan tersebut.
__ADS_1
Saat Darrel membukanya aku lebih terheran dengan isinya. Seperti satu set kamar mandi mewah dengan bathub di dalamnya.
'Ini bukan tempat yang sama saat Darrel memandikanku bukan?' tanyaku batin setelah melihat bathub.
Sesaat kemudian Darrel melepaskan ikatan yang melilitku. Dia melepaskan ikatannya, kemudian menyuruh ku untuk masuk dan mandi.
Entah kenapa aku sedikit merasa curiga, mengapa Darrel membiarkan aku untuk mandi sendiri. Tapi setelah melihat keadaan sekitar kamar mandi yang tidak ada celah sama sekali, aku baru sadar bahwa ini memang ruangan yang sangat tertutup.
Beberapa saat kemudian saat aku selesai mandi. Aku menggunakan jaket serupa yang aku pakai hingga menutupi pahaku, tanpa menggunakan bra atau pakaian dalam. Ya karena memang tidak disediakan baju ganti.
Setelah itu aku keluar, langsung dikejutkan dengan Darrel yang sudah menunggu ku sambil bersandar di dinding sebelah pintu. Saat itu Darrel hanya melipat tangannya, tak lama kemudian dia mulai mengambil sebuah bingkisan yang di letakan di sebelahnya.
"Dea... Pakai ini" kata Darrel sambil menunjukkan bingkisan tersebut.
Aku langsung menerimanya, dan membuka bingkisan tersebut. Betapa terkejutnya aku saat melihat isi dari bingkisan tersebut. Terdapat gaun cantik berwarna putih, juga baju santai, ada juga lingerie berwarna navy yabg terlihat sangat sexy, tidak lupa jiga ada beberapa set pakaian dalam serta bra berendra.
"Pakailah yang putih terlebih dahulu, aku ingin mengajakmu pergi" ucap Darrel sambil malu-malu.
'Jika dia mengajakku pergi, ada kemungkinan aku bisa melarikan diri' kataku batin.
Dengan senang aku mulai membalikan badanku untuk kembali ke kamar mandi untuk berganti pakaian. Hanya saja tangan Darrel langsung mencegat diriku untuk masuk.
"Ganti disini saja" kata Darrel sambil memegangi kuat tanganku.
"Apa! kenapa aku-"
"Ganti pakaian disini, atau tidak sama sekali" sergah Darrel tak membiarkanku untuk mengelak.
__ADS_1
Aku hanya bisa menghembuskan nafas kecewa. Mungkin memang aku harus menuruti Darrel untuk sekarang, jika ingin pergi dengannya.
Dengan perlahan aku mulai membuka resleting jaket ku. Aku sedikit malu karena benar-benar aku membuka jaket, tanpa pakaian lagi maupun pakaian dalam.
Saat aku membuka semua resletingnya, langsung terlihat jelas gunungan milikku yang keluar dari jaket. Saat aku melihat Darrel saja, aku sudah paham apa yang Darrel pikirkan dengan pikiran mesumnya.
...BRAK......
Suara tubuhku yang tiba-tiba Darrel pojokan ke arah dinding. Aku tau ini pasti akan terjadi, apalgi saat Darrel merupakan orang gila seks, itu hanya menurutku saja. Tapi melihat apa yang di lakukan oleh Darrel kepada diriku selama ini, aku bisa menyimpulkan begitu.
Kini dengan nafas berat Darrel mendekatkan wajahnya ke telingaku. Aku bisa merasakan nafas derunya, dan itu yang justru membuat diriku sedikit aneh.
Tak lama kemudian Darrel mengangkat tubuhku dengan salah satu kakinya. Kaki Darrel tepat mengangkat bagian tegah milikku, sehingga aku bisa terangkat dengan bagian dadaku tepat di kepalanya. Salah satu kaki Darrel sebagai penyangga juga mendekat ke dinding agar tubuh kami semakin dekat.
Aku mulai terangsang, dengan tanda pipiku memerah, suhu tubuhku naik, Serta nafasku yang mulai kencang.
Tak lama kemudian Darrel membenamkan wajahnya ke dadaku. Kemudian dia menghirupnya, setelah itu menjilati salah satu gundukan milikku. Saat sampai di niple milikmu Darrel mulai menghisapnya, kemudian menjilatinya, tak lama kemudian menggigitnya sampai menariknya dengan mulut milik Darrel.
Itu merupakan sensasi yang berbeda, aku merasakan sakit tapi itu tambah membuatku terangsang. Refleks tanganku langsung memeluk Darrel, dengan kepalaku menadah ke atas hingga membentur tembok.
Darrel melakukan dengan sangat baik, hingga aku tak menahannya.
"AAHHSSS....." desahku tiba-tiba keluar saat Darrel terus mempermainkan salah satu niple milikku.
Darrel menghentikan aksinya sejenak, dia melihatku kemudian tersenyum. Aku melihat Darrel dengan tatapan sayu, serta aku melihat salah satu gundukan milikku lebih besar bagian niplenya sesudah Darrel memainkannya.
Darrel Kemudian melanjutkan aksi yang sama dengan niple berikutnya. Aku benar-benar tidak kuat dengan aksi Darrel hingga aku memutuskan untuk memeluk Darrel kuat, dan membenamkan wajahku ke pundaknya. Sedangkan aku masih merasakan sensasi, layaknya menyusui seorang bayi.
__ADS_1
"Jangan tundukan wajahmu Dea... Tatap aku, lihatlah ke arahku" kata Darrel sambil mengangkat wajahku dengan salah satu tangannya.