Love By Psychopath

Love By Psychopath
CHAPTER 30 •LBP• : HUKUMAN DARI DARREL


__ADS_3

Remang-remang aku terbangun dalam keadaan seluruh tubuh yang sakit. Aku ingin memegang kepalaku yang pusing, tapi aku sadar ternyata kedua tanganku telah terikat kuat.


Setelah sepenuhnya sadar, aku kini benar-benar dalam keadaan naked tanpa busana. Tanganku terikat dan tertarik dari dua arah yang berbeda. Tubuhku benar-benar menempel pada tembok, dengan lututku sebagai tumpuan aku berdiri.


Aku mencoba melepaskan diriku, tapi semakin aku bergerak semakin rasa sakit ini merambah ke seluruh tubuhku.


"Kau sudah bangun by?" terdengar suara seseorang yang aku tau pasti siapa orang itu.


"Dar... Rel...." ucapku lirih sambil melihat kearahnya.


"Aku memberikanmu bunga, apakah kamu suka?" kata Darrel sambil menyodorkan bunganya tempat di depanku.


Aku hanya diam tertunduk, tidak berniat menjawabnya. Tubuhku rasanya sakit semua sampai aku tidak ada tenaga untuk menjawab.


...CE'TAR!...


"AAKKHHH" teriakku kuat saat sebuah cambuk mendarat di tubuhku.


Terlihat jelas memar biru di dadaku yang naked. Sangat pedih, bahkan terlihat ada yang mengeluarkan darah.


...CE'TAR...


...CE'TAR...


...CE'TAR...


Cambukan Darrel bertubi-tubi ke tubuhku. Aku yang semula hanya berteriak keras kini mulai merintis kesakitan.


...CE'TAR...


"Apakah kamu menyukainya Dea?" tanya Darrel sambil terus mencambukku.


...CE'TAR...

__ADS_1


"Apakah kamu menyukainya hingga kau terus menginginkannya!" teriak Darrel dengan terus melakukan aksinya.


...CE'TAR...


...CE'TAR...


"APAKAH KAU MENYUKAINYA, SAAT AKU MENYIKSAMU SEPERTI INI!" teriak Darrel tambah kuat.


...CE'TAR...


"Kau! Kau! Kau! menyukainya bukan hingga kau akan terus berlari padahal aku sudah melarang nya"


...CE'TAR...


Itu adalah cambukan yang terkahir, saat cambukan Darrel tepat mengenai wajahku. Bibirku mengeluarkan banyak darah. Pipiku yang terkena cambukan lebam dan kini juga mulai berdarah.


Aku hanya bisa menunduk. Kaki, tangan, tubuhku lemas semuanya. Bahkan aku tidak bisa mengangkat kepalaku karena terlalu perih yang aku rasakan.


...GRAB!...


"Aku... Bertanya apakah kamu menyukainya..." ucap Darrel kembali dengan intonasi pelan, tapi masih dengan aura yang mencekam.


"Uhuk..." hanya batuk jawaban dariku.


Aku sadar batukku kini juga mengeluarkan darah, terlihat dari tangan Darrel yanga berlumuran darah setelah aku batuk.


Aku kini merasa takut, adakah yang lebih buruk?.


Dengan nanar aku melihat ke arah Darrel yang masih kuat mencekik leherku, serta melihat ke arahku. Aku mulai meneteskan air mata, dan terisak tanda menahan tangis.


Tapi itu tidak berlangsung lama, saat aku mulai menangis kuat dan terus mengumpat.


"CIH! Mengapa! Mengapa! Mengapa! Kamu selalu menampilkan wajah seperti itu di hadapanku!" teriak Darrel frustasi, sambil mendorong kepalaku ke belakang kemudian melepaskannya.

__ADS_1


Aku terus terisak hingga Darrel menarik kakiku kuat. Terlihat Darrel tengah memegang botol dengan cairan bening di dalamnya. Serta sebuah pisau tajam di tangan Darrel. Aku paham kini situasinya, Darrel adalah seorang psikopat gila.


"Apa! Apa yang akan kau lakukan!" teriakku saat Darrel menggoreskan pisaunya ke kakiku.


"Aku akan memberikan hukuman" kata Darrel dengan santai.


"Setidaknya ini menjamin kau tidak akan pergi lagi, jika aku lengah lain kali" lanjut Darrel sambil menatapku, dan mengambil botol yang berisi cairan bening itu.


"AAKKHH!!!" teriakku kembali kuat saat cairan itu mulai di tumpahkan di kaki kananku.


Rasanya seperti terbakar, panas dan beberapa saat kemudian kakiku melepuh.


"Apa... Apa yang akan kau lakukan?" tanyaku dengan tangisan menahan sakit di kaki kanan dan juga tubuhku.


"Menjagamu agar tetap aman" kata Darrel sambil mengambil pisaunya kemudian mulai menyayat kakiku yang melepuh.


"AAKKHH!!! Darrel! Hentikan!" teriakku saat darah mulai keluar deras dari kakiku.


"Kau gila!!!! Hentikan!!!" kataku sambil berteriak kencang tanda kesakitan.


"DARREL!!!!" Teriakku lebih kuat saat Darrel terus melancarkan aksinya.


Sial! Tubuhku semakin lemah saja, kepalaku pusing, kakiku sakit, tubuhku juga meremang. Jika di pikir lagi aku memang sudah tidak kuat sekarang.


"Dar... Rel..." ucapku sambil menetaskan air mata sebelum benar-benar pingsan.


.


.


.


.

__ADS_1


.


[AUHT : hargailah author dengan like dan komen ya, karena itu merupakan apresiasi tersendiri bagi saya]


__ADS_2