Love By Psychopath

Love By Psychopath
CHAPTER 33 •LBP• : PERJUANGAN KU


__ADS_3

Beberapa saat Darrel menangis, kemudian tak lama setelah itu tangisannya perlahan mulai tidak terdengar. Tak lama kemudian aku mulai merasakan tangan Darrel mengusap rambutku.


"Mengapa kau masih tidak berbicara" kata Darrel sambil berbisik ke telingaku, dengan nada dinginnya.


Itu yang membuat tubuhku menjadi kaku, tambah tidak bisa berbicara karena nada marah Darrel mulai keluar. Darrel saat itu langsung berdiri kemudian pergi meninggalkan ku.


Aku tidak tau apa yang ada di pikiran Darrel, yang terlihat hanyalah wajah Darrel yang penuh amarah.


Entah berapa lama aku sudah ada disini. Sejak saat itu Darrel tidak pernah kembali lagi. Aku mulai terbatuk ringan tanda aku kekurangan minum. Tenggorokan ku mulai kering, sedangkan tidak ada apapun lagi disini. Bahkan jika ada air mentahpun, mungkin aku akan meminumnya.


perutku sakit, seolah semua sel-sel yang ada di dalamnya saling beradu satu sama lain. Belum lagi kaki kananku yang di perban, kini mengeluarkan darah tanda harus diganti. Aku juga memperhatikan tubuhku, dimana bekas rotan masih saja belum hilang.


"Aku... Aku tidak melakukan apapun sungguh, mungkin dia seperti itu karena aku tidak cukup memberinya minum"


Deg....

__ADS_1


Detak jantungku memburu seketika saat aku ingat perkataan Darrel. Saat aku lihat keadaan Ellis, mungkin awalnya seperti yang aku rasakan sekarang.


"Apakah dia mulai membuangku juga?" kataku dengan penuh gemetar.


Tapi aku tidaklah menyerah. Aku harus mencoba untuk bertahan hidup. Aku mulai mencoba berjalan, dengan rambatan di antara tembok agar sampai di pintu.


"Ck! Sial!" umpat ku saat aku benar-benar tidak bisa berdiri.


Kakiku semuanya sakit, bahkan kini darah yang keluar semakin banyak. Aku mulai mengeluarkan air mata, saat memar yang ada di tubuhku juga mulai terasa nyeri Kembali.


Sambil terbata karena merangkak di lantai, dan menahan semua rasa sakit yang aku rasakan. Bukan hanya badan dan kaki, kini jari-jari tanganku juga mulai mengeluarkan darah. Mungkin karena aku menyeret tubuhku sendiri, dengan bantuan jari agar bisa merangkak maju.


Dengan terseret sesekali aku melihat ke arah belakangku. Dimana terdapat bercak darah di lantai karena bergoresan dengan luka di kakiku. Itu sangat menyakitkan, sungguh aku merasakan luka di kaki kananku mulai menyebar karena aku merangkak seperti ini.


"Kumohon...." rintih ku saat aku sampai di ambang pintu.

__ADS_1


Aku mulai mencoba menariknya tapi itu tetap gagal. Seperti yang aku duga memang pintu ini telah di kunci sebelumnya.


Untunglah sebelumnya aku sudahlah mengambil sesuatu di nakas dekat tempat tidurku. Ini seperti penjepit rambut, tapi bukan. Pokoknya ini pasti bisa di gunakan.


Aku mengotak-atik penjepit rambut ini agar menjadi bentuk sedemikan rupa. Untunglah kak key sempat mengajariku, meskipun aku tidak terlalu memperhatikannya.


"Tuhan... Kumohon... Tolonglah aku!!" kataku sambil berteriak dan menangis saat ternyata usahaku tidak berhasil.


"Aku Berjuang hidup sampai saat ini, tidak mungkin aku akan menyerah untuk hal semacam ini. Aku sudah berjuang sejauh ini bukan untuk berhenti disini!!!" kataku dengan air mata yang semakin mengalir.


Kataku sambil sesekali berteriak dan memukul pintu, berharap bisa terbuka.


...Klek......


Terdengar suara pintu yang mulai terbuka, saat aku sudah sedikit putus asa. Aku membuka pintunya perlahan-lahan dengan penuh air mata kebahagiaan. Tapi itu tidaklah berjalan lama saat aku melihat kaki seseorang di balik pintunya.

__ADS_1


"Aku melihatmu dari tadi, aku sangat mencintaimu hingga aku membantumu membuka pintu... Bagaimana dengan itu?" kata Darrel dengan penuh klise, kemudian berjongkok untuk menyejajarkan tingginya dengan tubuhku yang merangkak di lantai.


__ADS_2