Love By Psychopath

Love By Psychopath
SPOILER SEASON 2


__ADS_3

Kau boleh mengambilnya saat aku sudah melahirkannya


Sebuah pesan singkat yang membuatku menghela nafas perlahan. Itu adalah pesan dari Ellis.


Setelah kejadian antara aku, Ellis, dan Darrel hidup kami berubah total. Untung saja orang-orang itu datang di waktu yang tepat, andai saja tidak mungkin aku tidak akan hidup sekarang.


Sesekali aku melihat ponsel, yang tengah aku gunakan untuk berbalas pesan dengan Ellis. Kadang aku tidak menyesal di culik dengan Darrel, setidaknya aku bisa mendapat cerita baru tentang masa laluku, keluargaku, dan alasan Darrel menculikku.


Memang... Darrel itu gila, tapi aku juga sedih karena masa lalunya. Terlalu banyak masalah, tekanan, dan siksaan untuk masa kecil Darrel yang membuatnya seperti ini.


Setelah kejadian ini juga, aku balik ke bandung dan menghentikan kuliahku. Aku bahkan keluargaku tidak memperbolehkan aku kuliah di sini. Khusunya si key.


"Tidak pokoknya tidak boleh! Aku sudah menuruti keinginannya dulu, dan lihat! Dia bahkan terlihat seperti mayat!!" teriak key saat papa dan mama juga mencoba membujuk.


"Key..." ucapku lirih sambil mengelus jidat dan tersenyum.


Di tengah senyuman itu, aku juga diam-diam tengah membaca kabar tentang Darrel. Dimana setelah dia di rumah sakit, proses hukum langsung di laksanakan.


Tapi bukam Darrel namanya jika dia tidak memanfaatkan uangnya. Menyewa 10 kuasa hukum yang terkenal, dengan bayaran yang mahal tentunya.

__ADS_1


Astaga aku sangat kagum, jika benar-benar Darrel sekaya itu lebih baik memanfaatkan saja uangnya.


Sudah cukup lama aku duduk di kursi taman, tepatnya taman depan perusahaan milik papa. Key, tentu saja dia yang menyuruhku untuk terus mengikutinya.


Setelah melihat sekitar aku juga melihat toko toserba. Menang aku cukup trauma denga toko itu, tapi... Bukan Dea Mahesa namanya jika aku menyerah dengan traumaku.


Aku menyusuri jalan, dan mulai masuk ke tokonya. Syukurlah cukup banyak orang di sini.


Aku mulai memilah barang yang kiranya aku butuhkan.


...BRUK!...


"Ma-Maafkan aku" ucapnya sambil bergetar ketakutan.


"Tidak apa-apa" ucapku dengan senyuman.


Ayolah dia seorang lelaki yang bahkan takut dengan perempuan. Aku mulai berdiri, menyibakkan pakainku yang kotor kemudian berjalan ke kasir untuk membayar.


"Berapa" kataku sambil bersiap membuka dompet.

__ADS_1


"Percuma..." ucap lelaki dengan nada bass yang aku kenal.


Seketika aku mulai menghentikan kegiatanku mengambil uang, dan menoleh ke arah yang aku kenal.


"Kau tidak pernah berubah ya... De-A" ucapnya kembali dengan seringai lebar.


"DARREL!!!!"


.


.


.


.


SEE YOU IN SEASON 2


\(^o^)/

__ADS_1


__ADS_2