Love By Psychopath

Love By Psychopath
CHAPTER 17 •LBP• : SEBUAH PERMAINAN


__ADS_3

Darrel menatap ku dengan senyum kemenangan nya. Aku hanya diam di balik pintu, melihat Darrel tersenyum hanya di balik pintu dengan lubang kecil di atasnya itu juga di beri pagar layaknya penjara.


Tak lama kemudian Darrel mulai masuk perlahan kemudian menutup pintunya kembali. Tak lama seletahnya Darrel membawaku keranjang dan menempatkan aku di atas tubuhnya.


Aku merasa risih, ingat aku tak menamai celana dalam hingga bagian intim milikku tepat menempel di milik Darrel. Untuk saja Darrel masih menggunakan celana, hingga aku bisa menghela nafas sedikit meski aku merasakan sudah menggembung di bagian dalamnya.


"Darrel... Aku tidak bisa melakukannya aku tidak tau caranya, bisakah kita memulai dengan dirimu saja?" kataku memohon pada Darrel.


Tapi dia hanya tersenyum, tak lama kemudian dia mulai mengusap wajahku pelan.


"Apakah kau tau Dea berhubungan denganmu memang hal yang aku inginkan, tapi melihat mu di atas dan mulai menggerakkan pinggangku itu akan membuatku tambah senang" jelas Darrel sambil terus mengusap wajahku.


Aku merasa takut, bahkan kini tanganku gemetaran saat memegang badan Darrel yabg sudah melepaskan bajunya.


"Cih! Tak bisakah langsung pada intinya saja!" kata Darrel dengan nada yang sedikit meninggi.


...AKHHHHH.......


Teriak Darrel saat tiba-tiba menindih tubuhku. Nafasku semakin kuat, apalagi dengan Darrel yang menatapku penuh nafsu.

__ADS_1


"Baiklah... Baiklah aku akan membantumu terangsang, tapi kau yang harus menyelesaikannya" kata Darrel sambil beralih membuka resleting jaket yang aku pakai.


Dengan capat resleting itu terbuka. Hingga terlihat gunungan kembar milik ku tanpa adanya lagi bra yang menutupinya.


Tak Lama kemudian Darrel mulai menghisap salah satu gunungan milikku, dengan tangan satunya lagi mulai bergerilya di bawah. Aku tidak dapat menahan sensasi ini, bagian bawahku terasa sudah basah apalagi dengan jari Darrel yang langsung memasukkan ke dalamnya.


"Ahhhss.... Kumhphhh...." desahku yang mulai keluar karena Darrel.


Aku mencoba menutupi mulut ku, tapi itu di halangi oleh Darrel. Setelah puas bermain dengan kedua gunungan milikku, kepala Darrel mulai berganti ke bawah.


Aku merasakan lidahnya yang mulai masuk ke dalam lubang milikku. Itu adalah hal yang sangat mengenakan bagiku, meski sedikit geli. Lidah Darrel benar-benar sangat ahli dalam melakukannya.


Tapi sebelumnya Darrel menghentikan aksinya, membuatku tidak bisa mengalami organisme. Aku melihat Darrel dengan tatapan sayu, juga sedikit marah. Tapi Darrel mulai mengangkat kepalanya kemudian tersenyum kearah ku.


"Sudah aku bilang aku akan membuatmu terangsang, tapi kau yang harus menyelesaikannya" ucap Darrel kemudian menjauhi tubuhku dan bersender di ranjang.


Kemudian Darrel melepaskan celananya, membuat tubuhnya bugil total. Aku hanya diam melihat tubuh Darrel, serta junior miliknya yang sudah menegak tinggi dan besar.


"Cepat masukanlah" kata Darrel sambil menunjuk ke arah junior miliknya.

__ADS_1


Aku mulai mendekati Darrel, sambil melihat kearah junior miliknya. Aku terheran apakah benda itu memang yang pernah masuk ke dalam intim milikku? Itu adalah benda yang besar, panjang, dan berurat. Jujur aku masih tidak bisa percaya.


"Apa yang mau lihat masukan cepat... Kau hanya perlu mengikuti arahan ku, tapi kamu yang harus melakukannya" ujar Darrel sambil mengarahkan tanganku agar menegang miliknya.


Saat aku memegang pertama kali tidaklah terlalu keras, tapi saat Darrel mulai mengarahkanku agar tanganku naik dan turun aku merasakan junior milik Darrel tambah mengeras dan menegang.


"Masukin secara perlahan-lahan" kata Darrel kemudian sambil menyuruhku duduk tepat di atas junior miliknya.


"Aku tidak tau Darrel apakah itu akan mu-"


"Masukan saja Dea!" kata Darrel dengan nada yang tinggi.


Sungguh tanganku gemetaran saat melihat memegang junior milik Darrel untuk masuk ke dalam lubang milikku. Awalnya aku melakukannya perlahan-lahan, aku terus menggosok nya ke dalam milikku.


......AAKKHHHSSS............


Desahku keluar keras saat Darrel mendorong tubuhku kuat ke bawah, hingga junior miliknya langsung masuk begitu saja.


"Sudah... Sudah... Sudah masuk" kataku sambil sedikit menangis dan mulai memeluk kuat tubuh Darrel yang bersender tepat di depanku. Tak lama setelah itu Darrel mulai memelukku juga sambil sesekali mengusap kepalaku, dan meraba dengan masuk ke dalam jaket.

__ADS_1


__ADS_2