Love By Psychopath

Love By Psychopath
CHAPTER 14 •LBP• : MINUMAN


__ADS_3

Saat aku menatap ke arah Darrel, terlihat jelas wajah Darrel dengan nafas memburunya serta wajah memerahnya. Aku merasa cukup canggung, hingga beberapa saat kemudian Darrel mulai mencium bibirku.


Dengan ludahnya Darrel mulai menjelajahi setiap inci bibirku. Dari mulai lidah, gigi, hingga kembali ke lidahku lagi. Permainan Darrel sangat cepat membuatku harus memundurkan kepalaku agar bisa sedikit bernafas. Tapi itu tentu saja tidak bisa terjadi karena tangan Darrel menahannya.


...UHUK......


Batukku dalam mulut Darrel karena kehabisan nafas. Setelah itu Darrel langsung melepaskan ciumannya. Dan aku kembali di turunkan dari kaki milik Darrel.


"Gantilah sekarang atau aku tidak sanggup mengajakmu keluar" kata Darrel kemudian pergi masuk ke dalam kamar


Aku heran dengan Darrel, tidak biasanya dia melepaskan aku. Tapi aku juga harus bersyukur karena untuk sejenak aku tidak perlu melakukan hubungan.


Ini adalah baju yang sangat cantik. Jika di ingat dulu aku tidak terlalu mengenal Keluar Darrel, apakah dia kaya atau tidak aku juga tidak paham. Tapi yang aku tau baju yang aku oakai sekarang bukanlah baju dengan harga yang murah.


Jika di ingat lagi, saat dia pertama kali melakukan dengan Darrel dia juga di kasih seafood yang terlihat memang adalah seafood yang bagus.

__ADS_1


Setelah selesai berganti, aku pergi ke arah pintu berharap Darrel lupa untuk mengunci nya. Tapi sepertinya harapanku musnah saat aku mencoba untuk membukanya, tapi hasilnya masih nihil.


Aku menghela nafasku, kemudian pergi ke arah ranjang yang cukup mewah tersebut. dengan ukuran besar, dan ranjangnya cukup membal.


Akh masih menunggu Darrel yang sangat lama di dalam kamar mandi. aku bosan hingga aku pikir untuk menyenderkan badanku di sisi ranjang. Sudah lama aku dalam keadaan seperti ini, tapi tanda-tanda Darrel sudah selesai mandi masih belum ad.


Tak lama kemudian aku baru sadar bahwa aku tertidur sambil duduk, dengan bersender apa tepi ranjang. Aku terbangun karena merasakan ada sesuatu dingin menempel di pipiku. Ternyata itu ada Darrel, dengan pakainya formalnya.


Wow, aku merasa sangat kagum dengan penampilan Darrel. Tubuhnya tercetak rapi saat memakai jas, saat memakai kaos polos kemarin. Aku masih tertunduk kaget, hingga Darrel mencium pipiku kembali.


Aku rasa Darrel sudah tidak mengikatku lagi. Tapi aku salah ternyata sekarang bukan tanganku yang saling terikat, tapi salah satu lenganku dengan lengan Darrel yang terborgol dalam posisi menggandeng layaknya seorang pasangan.


Benar saja kami memang keluar, tapi ini tidak seperti yang aku harapkan. Maksudnya Darrel ini adalah keluar baginya, yaitu saat kami makan bersama tapi di ruangan yang berbeda.


'Tolol! Kenapa makannya tetep di sini! Sama aj gak keluar anjr!' rontaku batin.

__ADS_1


Sambil menatap Darrel datar, aku terus memandangi minuman yang di pegang Darrel. Berwarna merah pekat, dan beramoma cukup kuat.


"Apa yang kamu pikirkan" tanya Darrel saat aku terus memandangnya.


"Tidak ada" jawabku singkat.


"Apa kamu mau?" kata Darrel sambil menawarkan minuman di tanganya.


"Apakah itu semacam koktail atau Vodka?" tanyaku.


Aku bukankah anak kecil yang tidak tau jenis-jenis minuman. Aku mengetahuinya karena jujur saja, aku sering melihat teman kampusku ralat maksudku mahasiswa di kampusku sering meminumnya.


"Inglenook Cabernet Sauvignon yang di ciptakan pada tahun 1941, memiliki warna yang khas serta aroma yang menyengat tidak bisa di samakan dengan minuman seperti itu" kata Darrel dengan tatapan kosongnya.


"Meskipun kadang aku memang sering meminum Vodka, ataupun koktail hanya untuk bersenang-senang saja" lanjut Darrel sambil menunjuk beberapa botol yang tersusun rapi di rak dengan gelasnya.

__ADS_1


__ADS_2