Love By Psychopath

Love By Psychopath
CHAPTER 35 •LBP• : MAKANAN


__ADS_3

Air mataku mulai keluar, aku sudah tidak bisa menahannya. Aku jujur ketakutan dengan adanya Darrel. Apalagi melihat Ellis, aku takut ekspetasi selama ini terhadap Darrel jauh dari yang sebenarnya.


"Dea... Maafkan aku" ucap Darrel sambil menyingkirkan tangan yang menutupi wajahku.


"Tak seharusnya aku meninggalkanmu" kata Darrel sambil mendekatkan wajahnya ke wajahku.


Seketika pula aku terkejut saat Darrel sudah bersiap menciumku.


Dan benar saja dia mulai ******* bibirku. Saat dia melakukannya dengan handal, dia mulai memasukkan lidahnya ke mulutku. Aku merasakan tangan Darrel sudah mulai menahan tengkukku, hingga aku tidak bisa mundur untuk menjauh Darrel.


"Aku akan sibuk sekarang, tapi aku akan lebih merawatmu nanti" kata Darrel setelah melepaskan ciumannya.


Darrel mulai membuka sesuatu lagi Darrel kantong plastiknya. Itu seperti makanan, tapi dalam wadah seperti tempat makan. Aku juga tidak tau apa itu, Darrel hanya mengusap kepalaku pelan kemudian mulai beranjak pergi.


"Aku akan memanaskannya sebentar, kamu tunggulah disini" ucap Darrel sebelum benar-benar pergi.

__ADS_1


Saat Darrel sudah pergi, aku mulai melihat apa saja yang ada di kantong plastik. Terlihat beberapa lagi botol air mineral berukuran besar, serta beberapa makanan yang seperti di bawa Darrel. Di kantong plastik ini juga terdapat beberapa buah, yang membuatku ingin memakannya.


Tapi aku mengurungkan niatku sebentar. Jika buah ini bukan untukku, maka Darrel akan mulai memukuliku. Tapi jika aku mengingat rasa lapar yang ada di perutku, itu membuatku tidak mempedulikan resiko setelahnya.


Aku membuka tempat buah yang tersusun rapi, dengan mengambil salah satu apel merah di dalamnya. Aku mulai membasuhnya dengan air, dan mulai memakannya.


"Enaknya~" ucapku sambil memakan lahap apel yang ada di tanganku.


Tapi itu tidaklah berlangsung lama, saat aku mulai melihat pintu ruangan kembali terbuka. Dengan cepat aku menyembunyikan apel merah itu, dan menghabiskan secepatnya yang ada di mulutku.


Aku masih ketakutan sekarang, apalagi saat Darrel mulai membuka kantong plastiknya dan mulai menyadari ada yang hilang disana.


Darrel hanya menggeleng perlahan kemudian mengambil apel merah. Dengan mata nanar sebenarnya aku tidak rela untuk memberikannya, tapi aku tidak bisa apa-apa saat Darrel dengan kuat mengambilnya.


"Makanlah, kau bisa memakannya lagi nanti" kata Darrel sambil menyerahkan makanan yang ada di tangannya.

__ADS_1


Jika di lihat lagi itu seperti mie, dengan saus dan sayuran, serta daging di atasnya. Aku mulai memakannya, dan di bawah mienya ternyata terdapat nasi yang masih panas.


Pertama aku memakannya, hatiku mulai bergejolak. Aku mulai merintih, dan sedikit mengeluarkan air mata. Ini adalah makanan yang enak, setalah tidak makan sekian lama.


"Te... Terimakasih atas makanannya" ucapku sambil sedikit menunduk dengan mata yang berkaca-kaca.


Darrel hanya mengusap ujung kepalaku, lalu mulai mengecupnya. Setelah itu dia hanya diam sambil memperhatikan aku makan.


"Da... Darrel bagaimana dengan Ellis?" ucapku terbata karena masih takut.


"Kenapa kau selalu memperhatikannya? Apakah sangat menyenangkan menjadi orang baik?" kata Darrel dengan nada tidak suka.


"Ta... Tapi dia sedang mengandung anak-"


...GRAB!...

__ADS_1


Ucapku terhenti saat Darrel tiba-tiba mencekikku, dan mulai mengangkat wajahku.


"Ingat Dea... Aku tidak akan pernah mempunyai anak, kecuali itu adalah anak yang di kandungmu" ucap Darrel dengan nada dinginnya.


__ADS_2