Love By Psychopath

Love By Psychopath
CHAPTER 28 •LBP• : AKU MENCIUM DARREL


__ADS_3

Darrel terus menggendongku, hingga aku di turunkan di sebuah benda yang cukup membal.


'Ranjang?' tanyaku batin.


Saat ini Darrel akan melepaskan tanganku, tapi aku yabg terus memegangnya kuat. Aku tidak ingin sendirian lagi, apalagi saat mataku tengah di tutup saat ini.


"Maafkan aku Dea, tapi lebih mudah jika kamu tidak dalam keadaan terjaga" ucap Darrel kembali.


Aku menoleh ke arah sumber suara, tidak tau Darrel ada di sana atau tidak. Aku terus meraba kasur ini berharap menemukan tangan Darrel yang sudah terlepas dariku.


"Maafkan aku Dea" suara Darrel terdengar kembali, hingga sebuah air sepertinya menyiprat ke wajahku.


Awalnya aku biasa saja, hingga aku merasakan rasa kantuk mulai mendatangiku.


"DAR... HA... DAR... REL... HA..." teriakku ketakutan karena masih memakai penutup mata. Sambil mencoba terus bernafas agar aku tetap terjaga.


Tapi sepertinya itu sia-sia saja, karena tubuhku mulai ambruk dan aku merasakan pelukan seseorang.


"Maafkan aku by" terdengar remang-remang suara itu sambil mengecup dahiku.


Aku sudah tidak tahan, aku mulai menutup mataku di balik penutup. Dimana hal yang sudah gelap kini bertambah gelap.


"*Aku mencintaimu Dea"


"Maafkan aku"

__ADS_1


"DEA! DEA! TUNGGU! AKAN KU JELASKAN SEMUANYA PADAMU!"


Remang-remang suara itu terus menggangguku. Hingga aku mulai tersadar, aku sudah kembali ke ruangan semula.


Tapi kini lampunya sudah menyala, aku menggema nafasku karena mungkin itu hanyalah mimpinya.


"Kamu sudah tidak apa-apa?" terdengar suara Darrel kemudian aku merasakan tangannya mulai memelukku.


"Darrel!" teriakku kaget sambil mencoba menyingkirkan tangannya dariku.


Tapi Darrel hanya semakin mempererat pelukannya saja, di tambah dengan wajah dare yang sudah ada di tengkukku.


"Aku senang kau baik-baik saja" ucap Darrel sambil terus memeluk ku.


Aku paham tenagaku tidakkah lebih kuat dari Darrel, hingga aku memutuskan untuk diam dan menikmati alur permainannya.


Tubuh kami saling berhadapan, hingga Darrel membuka resleting jaketku dimana aku tidak menggunakan bra disana. Saat itu juga terlihat buah dadaku menjulang tepat di depan wajah Darrel.


"Kau tau sebenarnya aku melakukannya tadi malam, tapi bukankah lebih menyenangkan saat kamu dalam keadaan sadar?" kata Darrel sambil melirik ke arahku, dan mulai menjilati dadaku.


"Hnggg...." lengkuhku sambil menahan jilatan dari lidah Darrel.


Darrel terus menjilati nya, kemudian menggigitnya sesekali bahkan menariknya. Otu yang membuatku tambah menadahkan kepalaku ke belakang, dimana membuat dadaku semakin maju kedepan.


Dengan tangannya Darrel menahan tubuhku, membuatku tidak bisa melengkuh lebih jauh. Aku sangat tidak tahan dengan keadaan ini, hingga aku memeluk leher Darrel dengan salah satu tanganku dan yang lainya menyibakkan rambut Darrel yang menutupi wajahnya.

__ADS_1


Terlihat dari atas sini, Darrel seolah-olah seperti anak yang sedang menyusu pada ibunya. Dia menghisapnya kuat, kadang juga menjilatinya.


"Dar... Rel..." kataku sambil mendekati wajah Darrel.


Terlihat Darrel langsung menghentikan aksinya, dan mulai menatapku yang kini berada di atasnya.


"Apa..." kata Darrel sambil terus menatapku.


Disini dengan jelas aku bisa melihatnya, entah apa yang ada di dalam pikiranku hingga aku mencium bibir Darrel.


Aku melakukannya sendiri, sendiri tanpa paksaan tanpa di suruh oleh Darrel. Darrel yang semulanya kaget dengan aksiku, tak lama setelah itu dia mulai membalas ciumanku. Lebih tepatnya dia yang memanduku.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


[AUHT : Lebih hargai author dengan like dan komennya ya, setidaknya itu menjadi apresiasi tersendiri bagi saya]


__ADS_2