
"Gerakanlah pinggulmu secara perlahan, aku akan memandu nya tapi kamu sendiri yang harus menggerakkannya" ucap Darrel sambil memegangi pinggangku.
Sesaat setelah itu aku merasakan tangan Darrel mengangkat tubuhku naik, kemudian turun. Itulah yang Darrel katakan akan memandu ku, tapi tetap saja aku yang mengatur ritmenya.
Semakin lama aku merasakan tangan Darrel lebih kuat mengangkat, kemudian mendorongnya kembali dengan lebih kuat. Tanpa sadar itulah yang membuat gerakan pinggul ku semakin cepat.
Aku terus menggeliat juga merasa sensasi tersendiri saat di atas. Sambil terus memeluk Darrel, sambil keenakan dengan menadahkan kepalanya ke atas.
"**** me baby! So faster!" Racau Darrel saat gerakan tubuhku mulai cepat.
"Ahhhss.... Dea... Ahahaahah So fast baby!" kata Darrel terus meracau, sambil sesekali memeluk tubuhku kuat sehingga tubuh naked kami benar-benar bersentuhan.
Aku mulai menggerakkan pinggulku dengan cepat, mengikuti kedutan dan merasakan ada tambahan ukuran di bawah sana.
"Aku tidak tahan lagi Dea!" teriak Darrel seketika sambil mendorongku hingga aku yang berada di bawah sekarang.
"Ya sepertinya harus aku saja yang mengakhirinya" kata Darrel sambil mengecup bibir ku, dan mulai berpindah ke pinggulku.
Dengan cepat Darrel mengangkat kedua kakiku, hingga terbuka lebar. Darrel menghujamkan miliknya dengan sangat kuat, hingga aku mulai merasakan nyeri di bawah sana.
__ADS_1
"Aku akan keluar!" teriak Darrel sambil terus menghujamkan ya dengan kuat.
"Bilang aku bisa cum di dalam! CEPAT KATAKAN!" teriak Darrel terus sambil salah satu tangannya ada di sebelah leherku.
"Katakan Dea aku Boleh cum di dalam! cepat katakan!" teriak Darrel terus sambil meracau.
"Aahhsss.... Iysss..... Iya Darrelsshh...." desahku tidak kuat dengan tekanan yang Darrel berikan.
Aku pasti sudah gila, hal yang akan terjadi jika dia mengeluarkan cairannya di dalam ada kemungkinan aku bisa hamil. Tapi sudahlah aku memang sudah gila, semenjak Darrel membawaku kesini.
"AKU... KELUAR!!!" teriak Darrel panjang dan kuat sambil memasukkan kuat ke dalam milikku.
Seketika aku merasakan perutku penuh seketika, aku merasakan hangat di bagian dalam. Aku juga merasakan ada cairan yang keluar dari bagian intimku.
"Minumlah Dea maka kau akan baik-baik saja" kata Darrel setelah mengambil sebuah pil dari dalam nakas.
Aku sangat lelah, hingga tidak kuasa untuk menahannya. Aku hanya membuka mulut ku kemudian Darrel yang mencium ku sambil memasukkan pil dan air minumnya, sehingga semuanya masuk terbawa air.
Sejenak aku merasakan pusing, mungkin karena efek dari kegiatanku barusan.
__ADS_1
"Tidurlah Dea... Masih banyak waktu untuk aku memintanya" kata Darrel sambil mengecup dahiku.
Aku terbangun masih dalam keadaan naked, saat sadar ternyata Darrel juga masih dalam keadaan yang sama berbaring di sebelahku. Aku mengusap pipinya perlahan terlihat jelas seperti seorang laki-laki biasa, tapi saat aku mengingatnya kelakuannya Darrel aku mulai menghentikan usapan ku.
Aku memutuskan untuk mandi sebentar. Tapi sebelumnya aku merasakan tanganku ditahan saat akan menariknya dari pipi Darrel.
"Beginilah sebentar aku sangat menyukainya" kata Darrel sambil menahan tanganku dengan mata yang masih tertutup.
...BLUSHING.......
"Darre! Darrel kau... kau tidak tidur!" teriakku spontan karena kaget.
Dengan cepat aku langsung menarik tanganku, dan pura-pura tidur kembali dengan menutup seluruh tubuhku dengan selimut.
"Tadi malam itu sangatlah menyenangkan... iyakan by?" kata Darrel sambil memelukku dari balik selimut.
"Itu sangatlah baik untuk orang yang pertama kali melakukannya di atas, bagaimana perasaannya?" tanya Darrel kembali sambil sesekali mencium tubuhku.
"Hem... Kamu masih pura-pura tidur ya? Bagaimana dengan ceritanya" kata Darrel sambil menyibakkan selimut yang menutupi bagian atas tubuhku.
__ADS_1
Dengan cepat aku langsung memalingkan wajahku. Aku melihat Darrel dengan tatapan lembutnya, tak lama kemudian dia mengecup bibirku sekilas.
"Kapan kamu akan menceritakannya!" kataku dengan nada yang Sedikit meninggi.