
(ⁿote) : Masih lanjutan flashback dan Darrel prov...
_____________________________________________
_________________________________
Setelah itu aku makin yakin dengan perasaanku. Aku sekarang memiliki alasan untuk membalas perbuatan mereka kepadaku. Demi Dea, aku akan menjaganya dan membalaskan dendamnya.
Sekarang aku lebih rajin berolahraga daripada belajar. Untuk saja di rumahku terdapat tempat gym, sehingga aku bisa melatih ototku dengan leluasa. Kadang jika guru ayah datang, aku juga mengikuti kelasnya.
Setelah itu, aku berani melawan Jared dan juga Ellis. Sebenarnya bukan hanya mereka, tapi yang mendekati atau mengganggu Dea juga akan aku hajar. Meskipun aku melakukannya diam-diam. Tentu saja aku masih ingin terlihat polos di depan Dea, dan juga orang tuaku.
"Sudah tidak apa-apa?" tanyaku pada Dea saat kami sedang berada di rumahku.
Memang sesekali Dea mampir ke rumahku untuk mengerjakan tugas bersama. Saat itu aku meminta bibi Maria memasak makanan kesukaan Dea yaitu seafood. Aku sangat saat melihat Dea makan dengan lahapnya.
"Akummm... tidak apa-apa, tapi aku heran sekarang kenapa Ellis sangat jarang sekali menggangguku" kata Dea dengan mulut penuhnya.
Sejujurnya aku memang sudah mengancam Jared dan juga Ellis, dengan kekuasaan ayahku dan juga dengan kekuatan ku. Aku membuat sedikit permainan hingga mereka sedikit enggan menyakiti, bahkan mendekati Dea.
"Tidak ada mungkin saja mereka hanya bosan" kataku sambil terus memperhatikan Dea.
__ADS_1
"Memang begitukah jika orang kaya? Memainkan dengan kasar dan membuangnya asal" kata Dea.
Aku mengangkat sebelah alisku pelan, sambil terkekeh melihat Dea.
"Bagaimana denganku, apakah juga sama?" tanyaku sambil mendekatkan wajahku pada Dea.
Dea langsung terkejut melihatku, dengan wajahnya yang seperti mengejek dia mulai tertawa.
"Itu tergantung dirimu Darrel, kamu mau mengikuti mereka atau tidak itu adalah keputusan mu sendiri" kata Dea sambil menjauhkan wajahku.
Apakah kalian tau, ada hal yang membuat kesalahan pada suatu malam. Aku membrosing vidio yang cukup vulgar. Aku memang sudah remaja, tentu saja siapa yang tidak tau tentang seks. Aku penasaran hingga aku melihatnya, tapi siapa sangka vidio itu membuatku ketagihan dan kini ingin mulai mencobanya. Apalagi saat Dea tengah disini, bukanlah melakukan seks dengan orang yang kita suka merupakan hal yang wajar saja?.
Pikiranku mulai kacau saat ini. Apalagi saat mencium aroma Dea yang kini badannya cukup dekat denganku. Nafasku mulai kencang, apalagi saat membayangkan seks dengan Dea. Jujur ini bukanlah pertama Kali aku membayangkannya.
Dengan cepat Dea langsung memalingkan wajahnya. Wajah yang indah jika dilihat dari dekat. Dengan bibir yang sedikit memerah, serta mata yang cerah membuat ku sedikit curiga apakah Dea itu benar-benar anak panti asuhan.
...CUP......
Cium ku seketika saat benar-benar dekat dengan Dea. Aku tidak tau apa yang aku lakukan, ini tubuhku yang memanduku jadi aku kurang paham. Aku merasakan sensasi yang berbeda, ini jauh lebih berbeda di bandingkan hanya membayangkannya.
Aku mulai menjulurkan lidahku masuk ke dalam mulut Dea. Sesekali dia menjambak rambutku, tapi aku pikir itu adalah hal yang wajar karena setiap vidio berciuman seorang wanita akan menjambak pasangannya.
__ADS_1
Jambakan itu membuatku tambah berani. Kini salah satu tanganku mulai memegang tengkuknya, dan salah satunya lagi mulai memasuki tubuh milik Dea yang masih tertutup baju.
Tapi itu tidak bertahan lama saat Dea menggigit lidahku, yang tengah bermain di dalam mulutnya. Aku dengan cepat melepaskan ciuman serta tangan ku yang ada di tubuh Dea.
Dan saat itu juga, Dea langsung berlari sambil membawa tasnya keluar dari kamar. Dengan cepat aku memeluknya dari belakang, hingga Dea mendorong diriku mundur hingga menabrak rak buku.
...BRAK.......
Suara tubuhku yang membentur rak buku, sehingga beberapa buku jatuh tepat di kepalaku. Aku mengusap kepalaku karena sakit. Sesekali aku melihat Dea dengan mata yang sudah penuh dengan air matanya.
Saat itu aku langsung saja berlari keluar, berusaha untuk mengejar Dea.
"DEA! DEA! DENGARKAN AKU DULU! MAAFKAN AKU!" teriakku kencang saat melihat Dea sudah di bawah.
Aku berharap aku bisa menjelaskannya kepada Dea. Sungguh ini adalah kesalahan yang aku buat. aku terus berusaha berlari ke arah Dea.
"DEA!! TUNGGU!" teriakku kembali saat Dea sudah berada di depan rumahku.
...BRUK.......
suara sebuah mobil yang tiba-tiba saja muncul dan menabrak Dea. Saat itu waktu seolah-olah berhenti untukku. Tanganku gemetaran, tubuhku penuh dengan keringat, mulutku tidak bisa berkata apa-apa. Aku melihat tubuh Dea yang kini sudah terbaring di aspal depan rumahku.
__ADS_1
"DEA!!!!!!" teriakku benar-benar keras saat melihat darah Kimi mulai keluar dari kepalanya.