
"DARREL! DARREL! APA YANG KAU LAKUKAN!" teriakku spontan sambil mengusap jari Darrel yang terkena serpihan kaca dengan kain.
"Benar ya Dea, ingatan tak mempengaruhi karateker seseorang" ucap Darrel.
Ucapan itu, langsung saja membuatku terkejut. Sesaat aku menatap Darrel dengan penuh. Kata-kata yang keluar dari Darrel, sangat membuatku penasaran akan masa laluku.
"Bisakah kamu menceritakannya kepada ku? Tentang masa laluku?" tanyaku pada Darrel sambil mengelap tangannya yang berdarah.
"Jika aku memberitahu apa yang aku dapat?" tanya Darrel balik kepadaku.
Aku menghentikan aktivitas ku sejenak. Aku mulai berfikir, bukan hanya gila tapi Darrel juga licik.
"Apa yang bisa aku kasih" kataku sambil melanjutkan mengelap tangan Darrel tanpa menatapnya.
Jujur aku tidak bisa menatap mata Darrel yang tengah memandangi ku. Aku hanya diam berharap Darrel segera menjawabnya.
"Tubuhmu...." kata Darrel dengan klise tepat di telingaku.
Dengan cepat aku langsung menutup telingaku dengan salah satu tanganku. Aku membalik menatap Darrel dengan terkejut. Aku tidak menyangka Darrel mengatakan itu semua dengan tenang dan senyuman nya.
"Aku ingin kau yang di atasku, aku ingin merasa bagaimana seorang Dea Mahesa bisa mengaturnya" kata Darrel sambil tersenyum.
__ADS_1
"Permintaan macam apa itu! Aku... Aku tidak bisa, aku bahkan tidak pernah melakukannya" Kataku dengan jawaban yang terburu-buru dan malu-malu.
"Kau pernah melakukannya kan... Dea..." kata Darrel sambil menjilat telingaku.
Astaga aku semakin gila jika Darrel terus melakukannya. Darrel sangat ahli dalam membuat orang terangsang, atau aku yang memang berfikir mesum?.
Memang ada harga yang harus di bayar untuk mengetahui masa laluku. Tapi aku tidak ingin membayarnya dengan tubuhku. Apalagi harus aku yang memulainya aku benar-benar tidak bisa.
"Kau mau... Dea..." ujar Darrel kembali saat lama aku tidak menjawabnya.
Aku mulai semakin gila. Semenjak melakukan hak tersebut dengan Darrel untuk pertama kalinya, jujur aku merasa sedikit ketagihan. Tapi aku tidak menyangka aku yang akan memulainya.
Aku tidak bisa menerimanya begitu saja, apalagi harus aku yang memulainya merupakan hal yang tidak mungkin. Aku tidak ingin memulainya, karena aku tidak tau harus mulai dari mana.
Darrel hanya diam, aku harap Darrel memperbolehkannya. Aku gugup apalagi saat aku dan Darrel sangat dekat seperti ini.
"Baiklah... Sepertinya ini sudah cukup untuk sekarang" kata Darrel sambil membawaku untuk berdiri.
Ini benar-benar aneh, Darrel tidak mengikat tanganku. Meskipun dia kini memegangnya dengan kuat. Aku kembali ke kamar mewah itu, bukan ke kamarku sebelumnya yang hanya ada sebuah ranjang.
Darrel meninggalkanku sendiri disana, dalam keadaan terkunci. Aku masih memikirkan tawaran Darrel, dengan tubuhku maka dia akan menceritakan masa laluku.
__ADS_1
Jika Darrel uang melakukannya, mungkin aku tidak apa-apa tapi sekarang Darrel meminta agar aku yang melakukannya. Apalagi dia memintaku untuk di atasnya. Aku mulai mengacak rambutku frustasi, yang awalnya rapi kini benar-benar berantakan.
Aku duduk di tepi ranjang kamar, aku duduk sambil melihat kebawah. Aku bingung harus apa. Aku ingin mengetahui masa laluku, tapi untuk menjual tubuhku? Aku masih memikirkan hal itu.
Aku melihat jaket yang aku pakai sebelumnya. Itu tergelak di lantai begitu saja, karena aku dan Darrel melakukannya kemarin. Jika di ingat lagi kemarin aku ada di atasnya Darrel.
Aku mulai berjalan menuju jaket tersebut, kemudian mengambilnya.
"Apa aku harus berani sekarang?" tanyaku pada diriku sendiri.
Dengan detakan hati yabg kencang aku mandi, dan mengganti dress ini dengan jaket kebesaran itu. Aku menggunakannya tanpa menggunakan pakaian dalam, karena itu akan lebih mudah untukku.
Setelah selesai mandi, aku masih menghela nafasku menetralkan nya agar semua baik-baik saja.
"DARREL! DARREL! DARREL!" teriakku terus memanggil Darrel.
Tak lama kemudian aku mulai mendengar langkah kaki, dan terlihat Darrel menunjuk ke ruanganku.
"Ada apa?" tanya Darrel dengan santainya.
"Mari kita lakukan, satu permainan untuk satu cerita" kataku dengan wajah memerah ku.
__ADS_1