Love By Psychopath

Love By Psychopath
CHAPTER 36 •LBP• : BERSAMA ELLIS


__ADS_3

Aku menatap Darrel, dia benar-benar bisa marah jika menyangkut anak yang di kandung Ellis. Tapi setidaknya dia harus punya belas kasihan bukan? Setidaknya untuk janin yang belum lahir.


"Sudahlah tidak apa-apa aku akan pergi dan kembali lagi nanti" ucap Darrel sambil mengusap kepalaku, kemudian berdiri untuk bersiap pergi.


"Ka... Kau akan kemana" ucapku masih takut dengan Darrel mencegah tangan Darrel agar tidak pergi.


"Aku ada urusan" kata Darrel menyingkirkan tanganku.


"Jangan... Jangan tinggalkan aku" kataku dengan wajah yang sedikit memelas.


"Sejak kapan kau jadi setakut ini?" ucap Darrel kemudian duduk kembali di sebelahku.


"Jika kau tidak bisa menemani ku.... Biarkan Ellis yang melakukan itu" kataku sambil menunduk dan gemetar.


Aku sampai sekarang tidak mendengar perkataan Darrel sama sekali. Aku sangat gugup, hingga saat ini Darrel masih tidak berbicara. Aku juga tidak berani mengangkat wajahku, untuk menatap Darrel sebentar saja.


Setelah kecanggungan sekian lama, aku merasakan tangan Darrel mulai menyibakkan rambutku, dan mengangkat wajahku.


"Jika aku melakukanya, apa yang akan kau berikan untukku?" kata Darrel dengan senyum smrik nya.


"Apa... Apa yang kau inginkan" kataku gemetaran.


Tapi aku harus berhatahan, setidaknya aku bisa mendapatkan informasi jika bersama dengan Ellis disini.

__ADS_1


"Tubuhmu...." jelas Darrel sambil mengusap pipiku dengan salah satu jarinya.


Entah kenapa aku tidak terkejut dengan permintaan Darrel. Dia adalah seorang psicopat yang sangat suka akan hubungan seksual. Entah mengapa aku sudah menduga ini sebelumnya


Aku diam terlalu lama, hingga Darrel siap berdiri kemudian pergi.


"Nanti! Aku... Baiklah" ucapku ragu sambil menunduk dan tetap memegang tangan Darrel.


Entahlah aku sudah tau ini akan terjadi sebelumnya, tapi entah mengapa aku tetap merasa takut. Nafasku memburu, tanda aku takut tapi... Inilah yang harus aku lakukan untuk mendapatkan apa yang aku inginkan.


"Baguslah jadilah anak baik sekarang" jelas Darrel sambil menjilat telingaku.


Seketika itu membuatku kaget dan pipiku mulai memerah. Aku hanya diam terhadap apa yang Darrel lakukan. Tak lama setelah itu Darrel membopongku kemudian membawaku ke ruangan Ellis.


Air mataku tiba-tiba turun perlahan apalagi saat ingat Ellis sedang mengandung.


"Ingatlah satu peraturan, jangan berbicara ataupun melakukan hal bodoh lainya" kata Darrel sambil keluar kemudian menutup pintu dan menguncinya seperti sedia kala.


"D-e-a..." kata Ellis terbata dengan suara yang sangat kecil.


Aku paham Ellis butuh minum sekarang, jadi aku keluarkan satu kantong plastik yang Darrel bawakan tadi untukku. Aku mendudukkan Ellis perlahan-lahan, kemudian meminumkan air mineral itu ke Ellis.


"Perlahan-lahan" ucapku sambil terus memapah Ellis.

__ADS_1


Setelah itu aku juga membuka buah yang ada di kantong plastik itu, dan mulai memberikannya kepada Ellis. Saat Ellis sedang lahap memakan buah, aku mengeluarkan tisu basah dan mulai mengelap tubuhnya perlahan.


Saat aku mengelapnya, tangan Ellis mulai menahan tanganku. Dengan cepat aku langsung menatap Ellis yang terlihat sangat buruk.


"Ke-kenapa Dea...." tanya Ellis dengan sungguh-sungguh


"Aku melakukannya bukan untukmu, memainkan untuk anak yang kau kandung itu" kataku sambil menyingkirkan tangan Ellis kemudian mulai mengelap tubuhnya.


"Lagipula aku membutuhkan beberapa bantuan informasi darimu" lanjutku.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


[Auth : Hallo semua, maaf sekarang so slow update. Dimana dulu satu hari bisa satu sampai tiga eps, sekarang malah satu Minggu paling cuma bisa dua sampai tiga kali. Maaf aku lagi sibuk akhir-akhir ini, tapi aku akan fast update sebisaku. Jangan bosan-bosan buat vote and komentarnya, karena itu merupakan penyemangat bagi saya. Arigathanks]


__ADS_2