Love By Psychopath

Love By Psychopath
CHAPTER 26 •LBP• : KETAKUTAN KU


__ADS_3

Sambil terus bersender pada dada bidang Darrel, aku mendengarkan ceritanya dengan seksama. Meski sesekali Darrel menambah pelukannya, dan mencium ujung kepalaku tapi itu semua aku tidak hiraukan dalam mendengarkan masa laluku.


"Ini tidaklah adil" kataku sambil mencoba menjauhkan diri dari Darrel.


"Apanya Hem...." kata Darrel sambil menutup matanya dan menghirup puncak rambutku.


"Ceritamu" kataku dengan nada sebal.


"Apa yang salah by?" tanya Darrel dengan poisis yang sama.


"Ceritamu itu! Aku pikir kamu akan menceritakan masa laluku, tapi dari ceritamu adalah masa lalumu saja" kataku dengan nada malas.


"Masa laluku bersamamu by" jawab Darrel dengan tenang.


Darrel terus saja memelukku, masih ingatkah aku dalam keadaan setengah naked hanya dengan handuk melilit di tubuhku. [Auth : jika kalian lupa baca kembali chp 20 dimana Darrel mulai menceritakan masa lalunya].


Tapi aku tidak merasakan kedinginan sama sekali. Mungkin suhu badan Darrel yang telah menghangatkan tubuhku, di dada bidang miliknya. Serta selimut tebal yang menutupi tubuh kam.


Tapi hal yang membuatku salah fokus adalah saat Darrel menceritakan kisahnya denganku. Aku masih tidak percaya bahwa dulu aku dan Darrel pernah berpacaran, atau sejenisnya. Serta pernah berciuman juga, meski itu yang membuatku kecelakaan dan kehilangan ingatan.


"Apa yang kamu pikirkan by?" ucap Darrel sambil mengangkat kepalaku dari dada bidangnya.

__ADS_1


"Tidak ada... Hanya saja aku tidak pernah terpikir bahwa kita dulu memang memiliki hubungan" ucapku dengan nada yang kecewa.


Darrel hanya tersenyum smirk ke arahku. Aku hanya menatap datar ke arah Darrel, membuat Darrel tertawa pelan.


"Sudah tidak apa-apa, tidurlah sepertinya kamu sudah terlalu kelelahan" kata Darrel sambil membaringkan tubuhku.


"Bisakah aku memakai jaket itu?" tanyaku sambil menunjuk jaket yang sebelumnya aku gunakan.


Jaket itu tepat berada di nakas sebelah Darrel. Darrel hanya mengambilnya dan menyerahkan kepadaku.


Aku kemudian memakainya, dengan sebelumnya aku melepaskan handuk yang aku pakai. Aku berganti jaket dalam keadaan naked. Sepertinya aku sudah tidak punya malu, setelah melakukannya dengan Darrel beberapa kali.


Tapi apakah daya, tiba-tiba tangan Darrel masuk ke dalam jaket milikku dan menyentuh salah satu gunungan milikku.


"Ah!" teriakku saat sadar tangan Darrel mulai nakal.


"Tidurlah by... Tidurlah" ucap Darrel sambil mendekatkan wajahnya ke tengkukku, sambil sesekali menciumnya.


Aku sudah lelah saat ini, aku hanya diam dan perlahan mulai menutup mata. Meskipun sedikit aku mulai merasa risih akibat sentuhan Darrel.


__________________________

__ADS_1


________________________________


Aku mulai risih dengan keadaan sekita. Dadaku mulai sesak, dan keringatku mulai bercucuran. Siapa sangka aku terbangun dalam kesan gelap gulita.


"Darrel? DARREL! DARREL!" teriakku saat sadar aku tengah sendirian.


Nafasku mulai memburu, aku langsung saja tidur dari ranjang dan mulai berlari entah kemana. Aku terus berlari hingga aku terpojok di tembok.


"MAMA! MAMA!" teriakku lagi.


Air mataku mulai keluar. Aku merasakan sulit untuk bernafas, keringatku kini keluar semakin banyak, detak jantungku berdebar-debar, hampir seluruh kakiku mengalami kesemutan, dan kepalaku mulai pusing.


Rasa yang campur aduk ini mulai membuatku gila.


"MA! MAMA! TOLONG DEA MA!" teriakku terus sambil terisak.


Aku merasakan pusing yang aku alami semakin menjadi saja. Hingga tubuhku ambruk di lantai.


"UHUK.... To... Long...." kataku sambil terbatuk-batuk, dan berusaha untuk tetap sadar.


Hingga aku melihat sebuah cahaya sebelum aku benar-benar pingsan karena tidak tahan.

__ADS_1


__ADS_2