Love By Psychopath

Love By Psychopath
CHAPTER 31 •LBP• : PECAHAN PIRING


__ADS_3

Dengan pasti dan perlahan aku mulai bangun kembali. Rada sakit ini masih terasa perih, meski aku merasakan tanganku sudah bebas dan aku terbangun di atas ranjang.


Aku melihat tubuhku yang ternyata sebagainya besar telah terbalut dengan perban. Dengan jaket kebesaran yang biasa aku gunakan, serta seperti biasa aku tidak memakai pakaian dalam.


Aku mulai mencoba bergerak untuk meregangkan ototku. Terasa sakit semua bahkan jika aku bergerak sedikit saja, khususnya bagian kaki kanan dimana aku ingat jelas saat Darrel menyayat ya dengan pisau.


...KREAT........


Bunyi pintu terbuka menandakan ada seseorang yang masuk ke sini.


"Kau sudah bangun by?" tanya Darrel dengan lembut sambil mendekati ku.


Dengan membawa nampan berisi makanan Darrel terus mendekat ke arah ranjang. Aku yang ketakutan dengan perilaku Darrel kemarin, langsung mencoba mundur meski seluruh tubuhku merasakan sakit.


"Jangan bergerak, atau lukanya tidak akan sembuh dengan cepat" kata Darrel sambil menahan lenganku.


Pegangan itu sangat kuat, meski tidak menyakitiku tapi tetap saja itu membuatku takut.

__ADS_1


"Makanlah... Lihat ini lenganmu sangat kecil, bahkan aku bisa mematahkannya hanya sekali pegang saja" kata Darrel kemudian duduk di sebelahku.


Dengan gemetaran aku memojokkan diriku, berusaha menjauh dari Darrel hingga menempel ke tembok.


"Makanlah...." ucap Darrel sambil menyodorkan sendok ke mulutku.


aku tetap diam, tidak ada lagi perkataan yang keluar dari mulutku. Aku kini sedang menunduk, karena terlalu takut untuk melihat Darrel.


...PRANKKK...


Suara piring pecah tepat di di depanku.


Aku hanya tertunduk diam, tak berniat menjawab apapun. Hingga umpatan Darrel dan bunyi suara pintu, dimana suasananya kembali ke semula


Dengan perlahan aku mengangkat wajahku. Aku melihat sekeliling dan besar saja tidak ada Darrel di sini. Aku menghela nafas pelan, tanda aku sudah aman. Tapi aku mulai merasakan sesuatu mengalir di pipiku. Aku mengusapnya dengan tanganku, dan benar saja itu adalah darah. Mungkin terkena pecahan piring tadi.


Aku sadar pecahan piring ini memang ada di atas ranjang, lebih tepatnya di atasku. Untunglah tubuh bagian bawahku tertutup selimut, hingga tidak melukai kakiku yang tidak terluka karena serpihan piring ini.

__ADS_1


Dengan perlahan aku mengumpulkan serpihan jadi satu, kemudian berusaha menyingkirkan yang kecil. Aku berusaha menyingkirkannya hingga tidak ada orang lagi yang terluka karena aku.


Aku menaruh serpihan piring ini dan menaruhnya di bawah ranjang, dimana kemungkinan bisa aman. Saat aku sedang menjangkau bawah ranjang, dimana tubuhku masih di atas ranjang sedangkan tangan dan kepalaku mencoba menggapai kolongnya, aku mendengar decitan pintu mulai terdengar kembali.


Dengan spontan aku menjatuhkan pecahan piring itu, dan langsung menatap Darrel yang sudah di ambang pintu masuk.


"APA YANG SEDANG KAU LAKUKAN!" teriak Darrel sambil berlari ke arahku.


...GRAB.......


...BRAK.......


Dengan cepat Darrel memegang lenganku, dan mendorongnya sehingga tubuhku menjadi terdorong ke ranjang. Saat itu juga Darrel tepat naik di atas tubuhku, meski dia tidak menindihnya hanya menahan saja.


"APA! APA YANG KAU LAKUKAN!" teriak Darrel kemudian menarik lenganku.


Rintihan sakit jelas terukir dari wajahku, membuat Darrel melepaskannya setelah itu memegang pipiku yang terluka.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan? aku hanya memintamu makan... Tapi... Tapi, apa ini kau bahkan melukai dirimu sendiri" ucap Darrel dengar wajah yang nanar.


__ADS_2