Love By Psychopath

Love By Psychopath
CHAPTER 39 •LBP• : KEMBALINYA DARREL


__ADS_3

"Mengapa aku... Mengapa aku Ellis?! Mengapa harus aku" Kataku kuat sambil terus meremas jaket yang aku gunakan.


Aku masih tidak tau kenapa Darrel harus menyukai ku. Aku masih saja tidak tau alasan dia mengurungku disini. Aku hanya ingin menjadi gadis normal seperti biasa, bukan gadis yang di cintai oleh psikopat gila dengan masa lalu yang begitu menyeramkan.


Tak lama kemudian aku mulai meneteskan air mata. Sungguh semakin banyak informasi yang aku cari, semakin aku paham bahwa dunia tidak semudah yang aku bayangkan.


"Dea..." ucap Ellis lirih dengan menggenggam tangan dengan telapak ya yang kurus.


"Kau terlalu baik Dea, kadang kebaikan mu itu yang membuatmu masuk dalam masalah besar. Kau lah yang memeluk Darrel, kau yang selalu berbaik hati padanya, hingga membuat Darrel seperti ingin selalu bersamamu tidak ingin kehilanganmu. Apakah kau tau, Darrel bertambah menggila jika dia melihatmu terluka, bahkan dia pernah--"


...TRAK.... TRAK... TRAK.......


Terdengar suara dentingan besi tua yang di pukul bergantian. Suara itu yang membuat Ellis menghentikan ceritanya dengan tiba-tiba. Dan membuat kami diam dengan takut, dan tubuh mulai gemetar.


Kami mengetahui hanya ada 3 orang disini. Jika dua adalah aku dan Ellis, maka yang satunya lagi adalah--


"Aku pikir ada yang sedang asyik menceritakan kisah hidupku, wow mungkin aku akan memberikan perhargaan atas hal itu" terdengar suara dingin dari luar pintu.

__ADS_1


"Darrel..." ucapku lirih dengan nafas yang memburu.


Aku sekarang membelakangi pintu, tapi perasaan mencekam Darrel datang bisa aku rasakan. Apalagi saat terdengar suara decitan pintu terbuka, membuat keringatku semakin keluar. Apakah ini akhir dariku sekarang?.


"Sudah aku bilang jangan saling berbicara, bagaimana aku memberikan hukuman bagi seorang yang tidak menurut sepertimu.... Sayang" kata Darrel dengan senyuman lembutnya.


Bagi setiap orang itu adalah senyuman yang cantik, bahkan untukku pada awalnya. Tapi setelah tau maksud dari senyuman itu, membuatku menarik semua yang aku pikirkan tentang itu.


"Sekarang ayo! Waktumu sudah habis" kata Darrel dengan menarik salah satu tanganku, dan membuatku harus berdiri.


Dengan cepat aku terjatuh, meski Darrel memegangi tubuhku setelah itu. Tapi untuk sesaat aku merasakan sakit yang luar biasa, khususnya bagian kaki kanan dimana terdapat luka lepuhan dan sayatan di sana.


Ini juga pertanyaan ku yang lain, apakah cairan yang dia pakai hingga membuat luka yang sangat dalam dan menyakitkan seperti ini.


"Kau tau sayang... Setiap cerita harus ada bayaran kau lakukan" ucap Darrel kemudian membopongku ala bridal style.


Darrel kemudian pergi dari ruangan Ellis, tidak lupa mengunci pintunya kembali. Dengan langkah normal Darrel membawaku ke dalam ruanganku sebelumnya.

__ADS_1


"Aku sudah ingin melakukannya, tapi aku sangat lelah sekarang" ucap Darrel sambil memelukku tambah kuat.


Tak lama kita sampai di ruangan yang dulu pernah aku datangi. Dimana terdapat ranjang besar dengan lemari, dan juga kamar mandi.


Darrel merebahkan diriku ke ranjang, kemudian menutup dan mengunci pintu kembali, tak lama setelah itu dia pergi ke kamar mandi.


Saat di lihat lagi Darrel memang kembali dengan pakaian yang berbeda. Dimana dia sering menggunakan kaos dan training, sekarang dia menggunakan jas yang rapi. Terlihat dada bidang, dan tubuh kekar Darrel dengan jelas. Tapi aku paham, alasan dia sangat kuat untuk mengangkat dan menahan seseorang.


.


.


.


.


[Auth : Mina... jika kalian suka jngn lupa vote nya ya, kasih saran dan kritik juga agar bisa menjadi karya yang lebih bagus kedepannya. Ku tunggu saran dan kritik dari kalian, bagaimana dengan cerita lbp ini. Arigathanks and see you again]

__ADS_1


__ADS_2