Love By Psychopath

Love By Psychopath
CHAPTER 19 •LBP• : MANDI BERSAMA


__ADS_3

Hanya seringai kecil yang Darrel lakukan. Tidak ada jawaban, tapi Darrel langsung berdiri dengan tubuh nakednya.


"Darrel kapan kamu akan menceritakannya" tahanku sambil memegang tangan Darrel.


"Aku ingin mandi dulu sambil menceritakannya kepadamu, aku bukanlah orang yang akan mengelak dari kata-kata ku" jelas Darrel sambil berjalan.


Aku kira Darrel akan langsung masuk kamar mandi, tapi aku justru Darrel memutari ranjang dan mulai mencoba untuk mengangkat ku.


"Apa yang akan kamu lakukan Darrel! Bukankah perjanjian kita hanya satu kali saja!" teriakku spontan karena terkejut.


Darrel tidak mempedulikan teriakanku, dia langsung membopong tubuhku. Aku karena takut terjatuh, dengan spontan memeluk leher Darrel.


"Terus pegang by, jangan lepaskan" kata Darrel sambil mengusapkan dahinya, ke arah dahiku.


Jujur ini adalah perasaan yang aneh, aku tidak mengira Darrel bisa bersikap manis juga. Kemudian Darrel meletakan ku dalam sebuah bathub tanpa air, kemudian Darrel mengisinya dengan air dingin hampir penuh dan di campur air panas.


Aku hanya diam sambil terus berendam, rasanya sungguh menyegarkan apalgi setelah hal yang kami lakukan.

__ADS_1


Tak lama kemudian Darrel ikut juga masuk ke dalam bathub, tepatnya dia duduk di belakangku. Darrel kemudian membuka kakinya lebar, hingga tubuhku terdapat di antara kaki Darrel.


Kemudian Darrel memelukku kuat dari arah belakang. Awalnya dia hanya memelukku, kemudian membenamkan wajahnya ke bahuku sambil sesekali menghirupnya.


Tapi lama-kelamaan tangan Darrel yang semula hanya di perutku sekarang mulai mengusap bagian lain dari tubuhku, yaitu dada dan bagian intimku.


"Darrel apa yang kau lakukan! Perjanjian kita cuma satu kali saja!" teriakku spontan sambil menyingkirkan tangan Darrel dari dada dan bagian bawah.


"Hemmm.... Baiklah, baiklah Dea" kata Darrel sambil memeluk kembali perutku, dan sesekali mengusapnya.


Darrel masih dalam keadaan tertunduk, dengan bersender pada pundak ku. Tapi aku mulai nyaman dengan perilaku Darrel, bahkan mulai menyeimbangi sifatnya. Seketika aku memegang balik tangan Darrel yang terdapat di perutku, dan mulai menghela nafasku.


Tak lama setelah itu aku mulai merasakan tubuh Darrel bergetar karena tertawa. Kemudian Darrel mengangkat kepalaku dengan tangannya. Dia mengarahkan kepalaku ke belakang dengan wajah menadah ke atas.


"Aku sebenarnya ingin sekali kamu hamil anakku by, tapi aku pikir kamu belum siap jadi aku memberimu pil kontrasepsi" jelas Darrel sambil salah satu tangannya mengusap leherku.


Setelah perkataan tersebut, Darrel langsung saja mencium leherku kemudian mengusap. Sesekali Darrel menggigit nya hingga terdapat bekas merah di sana.

__ADS_1


"Bagaimana dengan Ellis? Kau meminumkannya juga kan?" tanyaku sambil menatap ke arah Darrel.


"Mengapa kau peduli terhadap orang itu" kata Darrel langsung menghentikan aksinya.


"Aku sengaja tidak memberinya, aku tidak tau dia hamil atau tidak lagipula dia adalah seorang pel*cur jadi jika dia mengandung tidak akan ada yang tau ajak siapa itu" jelas Darrel sambil menatapku kuat.


"Tapi itu sangat kejam Darrel! Mengapa kamu melakukannya!" kataku dengan nada yang sedikit meninggi.


"Karena aku mencintaimu! Jadi aku balaskan dendammu by!" kata Darrel.


"Aku tau... Aku sangat berterimakasih akan hal itu, tapi menghamilinya tidaklah terlalu kejam?" elakku masih tidak kalah dengan Darrel.


Darrel hanya menatapku diam, tak la kemudian dia mulai membuka mulutnya.


"Dia melakukan lebih dari apa yang kau ingat Dea, kau hanya ingat beberapa tapi dia lebih melakukannya" kata Darrel kemudian beranjak dari bathub.


"Kau akan kemana?" tanganku sambil menahan Darrel.

__ADS_1


"Aku akan pergi sebentar, kau mandilah dulu jika sudah selesai tunggu ranjang" kata Darrel sambil melepaskan tanganku.


"Oh... Ya, aku juga akan menceritakannya di ranjang aku sangat ingin mengetahui apakah kamu masih memiliki belas kasian pada Ellis setelah apa yang dia perbuat kepadamu" jelas Darrel sebelum benar-benar pergi.


__ADS_2